Sungguh Mencintainya

Sungguh Mencintainya
Chapter 147


Zeys mendatangi tempat yang selalu dia lindungi dengan maksimal. Tempat Zeys mengumpulkan semua kekuatan yang dia miliki bahkan setiap helai nafas yang keluar dari tubuh Zeys dinyatakan sebagai kekuatan.


Zeys tersenyum smirk.


"aku tidak perlu repot untuk memusnahkan manusia itu sendiri dengan musnahnya manusia maka yang disebut Dewa tidak akan ada lagi di dunia ini. Ck" ucap Zeys mendekati kearah Anzel dan Yashbi.


Melihat perubahan wujud Zeys Yashbi hanya terdiam.


"dia pemilik tempat ini sekaligus orang yang berencana melenyapkan manusia agar bisa hidup bersama-sama dengan seorang iblis. Lelaki yang ada dihadapanmu sekarang ini dia adalah Zeys" ucap Anzel jelas.


Deugh


"kau tidak perlu menampilkan wajah seperti itu, Yashbi" ucap Zeys menyadarkan Yashbi dari lamunan.


"jadi kau- apa maksudnya ini?" tanya Yashbi yang ingin mendengar jelas semuanya. Memang sebelumnya dia mendengar dari Clara jika ada seseorang yang ingin melenyapkan semua manusia. Yashbi tidak percaya begitu saja. Mana mungkin ada seseorang yang ingin melenyapkan manusia jika memang ada seseorang itu pasti lah sangat kuat dari siapapun.


"semua yang mereka katakan itu adalah kebenaran. Aku memang ingin sekali melenyapkan manusia termasuk kau. Pertama-tama tadinya aku tidak ingin melakukan hal itu. Adanya aku di Dunia manusia untuk pertama kali karena da alasan lain yaitu perempuan dan anak-anak yang selalu dianggap sebelah mata dan dijadikan layaknya benda jika sudah tidak terpakai mereka akan dibuang begitu saja. Tapi semakin lama tinggal di Dunia Manusia ini aku semakin mengerti jika manusia itu sendiri yang menginginkan hal itu. Jadi untuk apa aku melakukan sesuatu hal yang tidak berguna sama sekali" ucap Zeys menatap ibu Yashbi yang berada di dalam es. Sebagian tubuh ibu Yashbi sudah tidak diselimuti es karena perbuatan Yashbi dan Anzel tadi.


"aku membuatkan mereka (perempuan dan anak-anak) tempat khusus dengan kekuatan yang kumiliki. Tapi tidak pernah terpikirka olehku seseorang menghampiriku dan mengatakan jika dirinya ingin menghukum manusia yang sudah melahirkannya ke dunia ini" ucap Zeys dengan senyum simpul.


"kalian tahu kenapa dia ingin menghukum manusia yang sudah melahirkannya?" tanya Zeys menatap Anzel dan Yashbi silih berganti.


Yashbi berusaha menelan salivanya.


"karena keserakahan, mengagungkan satu benda membuat manusia memilih jalan yang seharusnya mereka tidak memilihnya. Ya, karena manusia menghalalkan segala cara hanya untuk memperbanyak suatu benda yang biasa disebut uang. Dia terlahir dan bangkit dari perilaku manusia itu sendiri"


Deugh


"Clara" celetuk Yashbi yang selintas teringat nama itu.


Zeys hanya tersenyum tipis mendengar nama itu langsung dari mulut Yashbi.


Zeys melepaskan kekuatannya terasa guncangan hebat es yang menyelimuti ruangan itu runtuh perlahan dari satu bagian ke bagian lain.


" aku akan mengambil semua yang harusnya aku miliki" ucap Zeys bersamaan dengan keluarnya cahaya berukuran cukup besar dari tubuh ibu Yashbi.


Deugh


"apa yang kau lakukan?" benak Yashbi yang menatap pokus pada ibunya.


Perlahan es yang menyelimuti tubuh ibu Yashbi menghilang.


"oh ya aku belum pernah memberitahumu. Baiklah ini waktu yang tepat" ucap Zeys yang menceritakan tentang dirinya dan ibu Yashbi.


Sebelumnya...


Ibu Yashbi Rahayu yang mendapat pengkhianatan dari suaminya sekaligus ayah Yashbi dan juga sebelumnya kekasih Nelly ibu Merissa. Rahayu sering kali ingin mengakhiri dirinya sendiri semua yang dia miliki telah dia berikan semuanya untuk suaminya itu namun dia mendapatkan balasan yang tidak sesuai harapan dan keinginan. Sejak itu Rahayu sering kali melihat makhluk yang berdatangan padanya makhluk-makhluk itu menawarkan diri untuk mengakhiri hidup Rahayu tanpa ada rasa sakit sedikit pun tapi sebagai gantinya mereka meminta Rahayu untuk menjadi pengantin atau pasangan makhluk-makhluk itu. Rahayu menolak keras tapi ada beberapa makhluk yang terus memaksanya hingga berbuat sesuatu padanya yang membuat dirinya tersesat di sebuah tempat yang hanya di huni oleh makhluk itu sendiri. Makhluk dengan wujud binatang mitologi Cerberus. Cerberus sudah mempersiapkan semuanya untuk menikahi Rahayu. Sebelum itu terjadi Zeys mendatangi mereka dan menyelamatkan Rahayu. Rahayu yang dilanda putus asa menawarkan dirinya pada Zeys untuk membalas Zeys yang telah menyelamatkannya. Karena Rahayu tidak ingin kembali ke Dunia Manusia dia lebih memilih berada di tempat itu. Tapi karena umur manusia terbatas dua tahun lalu Rahayu telah meninggal. Dan Zeys pun tidak tega melihat jasadnya hancur akhirnya dia memilih menyimpan kekuatannya di dalam tubuhnya.


"apa kalian mengerti apa yang kuceritakan? jadi ini bukan salahku sepenuhnya tapi ini sudah waktunya kalian harus merelakan yang sudah mati. Dia akan hancur tidak tersisa" ucap Zeys yang akan mengambil kekuatannya namun terhenti kala Yashbi bersimpuh dihadapannya.


Zeys hanya menatap Yashbi.


"aku mohon berikan kekuatanmu untuknya agar dia bisa hidup kembali. Kau bisa membangkitkan orang yang sudah mati, bukan? jika begitu lakukan lah. Aku mohon" lirih Yashbi yang menatap Rahayu.


Zeys menghela nafas kasar.


"aku bangkitkan dia kembali itu pun percuma karena aku akan melenyapkan semua manusia. Apa kau lupa yang kukatakan"


Yashbi terdiam sesaat. Dia berpikir apa yang harus dia lakukan.