
Di Yaebud, Clara tengah tertawa lepas. Merasa puas dengan apa yang telah dia lakukan. Melenyapkan nyawa Nelly, Robin dan Merisa.
Anuya yang menyaksikan tingkah laku Clara seketika bulu kuduknya dibuat merinding. Tapi dia tidak tinggal diam. Sebelumnya karena telah menyelamatkan Robin memindahkannya kesuatu tempat dimana Clara tidak akan mengetahuinya.
"Anuya, sebentar lagi aku terbangun jadi aku tidak memerlukan tubuh wanita ini lagi" ucap Clara dengan smirk.
"saat Parade nanti kau akan melihat rupaku seperti apa. Rupa yang sebenarnya"
"kau tahu terlalu lama didalam tubuh manusia membuat energiku terkuras. Bagaimana tidak, jiwa yang memiliki tubuh ini selalu berontak mau tidak mau aku melenyapkannya(jiwa) dan aku jadikan sebagai kekuatan walau hanya sedikit"
"lalu, tubuh wanita yang berada dibawah sana akan kau apakan?" tanya Anuya heran.
"kau akan melihatnya. Bersamaan dengan itu dia akan melahirkan banyak keturunan untukku dari darah manusia-manusia bodoh itu. Dan tempat ini tidak akan ada lagi penghuni bodoh seperti mereka. Aku akan melenyapkan mereka lalu menggantinya dengan keturunanku. Aku sudah lama menantikannya" ucap Clara dengan senyuman mengerikan.
"tapi..." wajah Clara menjadi serius dan menatap Anuya dengan tajam membuat Anuya terdiam nafas pun terasa berat.
"kau harus segera memecahkan mantra yang kuberi tadi dengan begitu kau akan bekerja lebih mudah lagi"
"memangnya mantra ini berguna untuk apa?"
"intinya kau akan lebih kuat dan berguna lebih dari sekarang ini" ucap Clara dingin.
"selama keluarga Igor dan Dzon masih ada ditempat ini, aku tidak bisa bangkit sepenuhnya"
Ya, Clara yang berada didunia miliknya tidak akan bisa bangkit sepenuhnya jika keluarga dari Igor dan Dzon masih ada karena hanya keluarga Igor dan Dzon yang memiliki energi sihir terbanyak dan kutukan. Jadi setiap manusia yang menyembah dan memuja Clara yang seharusnya jiwa atau ruh manusia itu masuk kedalam tubuh Clara yang ada didunia sana terhalang oleh energi sihir dan kutukan dari Igor dan Dzon. Hanya sebagian jiwa atau ruh yang masuk ke dalam tubuh Clara yang berada didunia miliknya.
Para pengikut Clara yang ada didunia miliknya tidak henti menyembah tubuh Clara yang masih memejamkan matanya layaknya orang mati bernafas pun tidak. Namun, suhu tubuhnya mulai menghangat dimulai dari kaki hingga dada.
"jadi kau akan memproduksi keturunanmu ditempat ini, didunia manusia?" tanya kembali Anuya yang sangat kaget dengan apa yang diucapkan Clara.
Clara menatap lurus kedepan membelakangi Anuya dan tidak menjawab pertanyaan Anuya.
Anuya mengepalkan tangannya. Merasa geram. Mengira Clara tidak akan berbuat sejauh ini. Yang Anuya tahu Clara hanya ingin bermain dengan manusia sama hal dengannya yang ingin merasakan hidup dengan kekayaan. Keluarga yang kaya raya.
"apa kau tidak bosan terus bermain dengan mereka?" celetuk Clara.
Anuya menaikkan satu alisnya.
"manusia itu hanya makhluk lemah, tidak berguna dan bodoh . Karena apa? karena mereka mudah sekali untuk dipermainkan dan ditipu"
"pertama kali menginjakkan kaki ditempat ini bersamaan dengan jatuhnya bintang yang membawa seluruh kekuatannya. Saat itu aku menginginkan sekali kekuatan itu terhisap dengan sendirinya kedalam tubuhku. Jadi aku tidak perlu lagi bantuan manusia untuk memenuhi energi kehidupanku "
" namun, alam semesta tidak berpihak padaku dia ingin aku berjuang lebih keras untuk mendapatkan apa yang kuinginkan. Salah satunya adalah melenyapkan seluruh manusia yang di bumi dan menggantinya dengan keturunanku jadi tempat ini tidak akan lagi ada makhluk atau manusia bodoh "
" kau juga menyukai seseorang yang pintar, bukan? "
.
.
.
.
.
.
Pengikut Clara yang sedang menyembah tiada henti tiba-tiba terhenti kala melihat Zeys berdiri didekat tubuh tuannya. Tatapan mereka seperti ingin membunuh Zeys. Namun, mereka tidak akan bisa melakukannya karena tahu Zeys bukan tandingan mereka begitu juga tuannya yang sebelumnya, Brennan Brone.
"apa kepala kalian tidak copot melakukan hal itu secara terus menerus tanpa henti?" celetuk Zeys mengitari tubuh Clara yng terlentang layaknya orang mati.
Ya, Clara terbaring seperti orang mati disebuah meja yang terbuat dari batu seperti anak burung berada dalam sarangnya.
" bagaimana jika aku memotong kepala kalian saja? aku jamin tidak akan ada rasa sakit sedikit pun. Jika memang ada aku, akan mengulanginya lagi dan lagi hingga kau mengatakan ini tidak sakit atau ini sama sekali tidak sakit"
Zeys berhitung satu, dua, tiga, empat, lima, enam hingga seratus seketika seratus pengikut Clara kepalanya putus dengan sendirinya.
Zeys tersenyum simpul.
Deugh
Clara pun tahu apa yang telah terjadi dengan dunianya.
"sialan!" gumam Clara mengepalkan tangannya dengan kedua mata melotot sempurna.
Zeys dan Clara melakukan telepati.
"kau sudah apa sedang terjadi?" tanya Zeys santai.
"jangan macam-macam. Pengecut!" bentak Clara.
"wah wah wah.... aku merasakan tubuhmu sudah menghangat, Clara" ucap Zeys menyentuh kaki tubuh Clara yang ada di Satan's World.
"jangan kau sentuh. Menjijikan" ucap Clara kesal.
"mungkin saat ini kau tidak ingin aku menyentuhmu tapi saat kau sepenuhnya terbangun akan aku pastikan kau ingin sekali berada dekat denganku" goda Zeys.
"saat ini kau masih bisa mengendalikannya karena masih didalam tubuh manusia"
Zeys tersenyum simpul.
Mereka tidak lagi melakukan telepati.
Clara merasa Zeys membuatnya kesal dari awal pertemuan mereka hingga saat ini.
Clara yang sangat marah. Barang-barang yang ada disekitarnya hancur secara bersamaan. Lilin yang dalam kondisi menyala tiba-tiba menyemburkan api besar, tembok roboh begitu juga pintunya.
"hentikan, hentikan Clara" ucap Anuya mendekati Clara.
"apa yang terjadi denganmu?" tanya Anuya cemas membalikkan badan Clara agar mengarah pada Anuya namun, lagi, lagi menatap dengan kedua mata merah.
Saat Anuya akan memegang lengan Clara, Clara menepisnya hingga Anuya terpental beberapa meter.
Bruug
Anuya berusaha terbangun, darah keluar dari mulutnya dan dia ludahkan.