Sungguh Mencintainya

Sungguh Mencintainya
Chapter 146


Di Satan's World, di tempat paling atas Clara, Ashana dan Morina yang masih belum sadarkan diri.


Ashana melihat sekeliling kedua matanya membulat sempurna kala melihat manusia dalam jumlah banyak dalam kondisi hilang kendali seperti zombie. Satu per satu manusia berada dalam sebuah sangkar.


"apa yang terjadi? ini sama seperti -" ucapan Ashana terhenti melirik kearah Morina yang terbaring diatas permukaan tanah.


Clara menceritakan apa yang sedang terjadi.


Ashana menutup mulutnya dengan tangannya seolah tidak percaya.


"tidak mungkin dia melakukan hal sekejam ini. Dia laki-laki yang sangat baik bahkan dia menolongku untuk hidup kembali hingga sekarang aku berada di sini saat ini" ucap Ashana dengan pikiran yang teringat saat ruh/jiwanya bertemu dan bicara dengan Zeys.


Zeys mengeluarkan ruh/jiwa Karmellita mereka terlibat pembicaraan dan kesepakatan.


Zeys melihat perasaan yang tulus dari ruh/jiwa Karmellita setelah apa yang terjadi padanya semasa hidupnya hingga dia berinisitaif membangkitkan kembali Karmellita tapi dengan syarat Karmellita menjadi manusia baru dengan otomatis menjalani kehidupan baru. Jika suatu saat Karmellita teringat siapa dirinya lalu dengan lancang dia memberitahukan siapa dirinya (memberitahukan secara langsung dari dirinya sendiri) maka saat itu juga Karmellita akan menghilang tanpa sisa sedikit pun.


"laki-laki itu ya, Zeys ternyata mencintaiku. Mencintai seseorang yang berasal dari dunia seperti ini" ucap Clara dengan mata yang sedikit berair.


"dia berbuat sejauh ini agar aku bisa hidup di Dunia Manusia berdampingan dengan manusia. Tapi, diluar dugaan saat ini aku berubah menjadi manusia seutuhnya. Salah satu cirinya aku merasa dadaku tidak karuan saat melihat kedekatan kalian berdua. Perasaan ini sangat tidak wajar untuk kami" ucap Clara mengepalkan kedua tangannya. Pikiran yang masih bingung dengan perubahan dalam dirinya.


"lalu, saat melihat Zeys berbuat hal seperti sekarang ini aku-" ucapannya terhenti kala Ashana memotong pembicaraannya.


"kau merasa semua ini adalah salahmu" ucap Ashana melirik kearah Clara begitu juga dengan Clara.


"ya kau benar. Meski awalnya kau sangat membenci dan ingin sekali menghukum manusia yang selalu mengagungkan satu benda di Dunia Manusia sana benda itu biasa mereka sebut dengan sebutan uang. Jika mereka tidak berperilaku seperti itu mungkin aku tidak akan ada di dunia ini dan membuat Zeys melakukan hal gila seperti sekarang ini" ucap Clara diiringi tawa kecil siapa saja yang mendengarnya pasti akan merinding.


"kau tahu hukuman yang ingin kuberikan untuk manusia hanya memberi pelajaran apa artinya memiliki benda itu dengan jumlah banyak tapi hukuman yang kuberikan pada mereka bukan lagi sebuah hukuman melainkan membunuhnya. Membunuh tanpa rasa sakit" ucap Clara dengan pandangan melihat kearah manusia yang berada dalam sangkar dan menjadi zombie.


"aku sudah terlalu banyak melenyapkan menghilangkan nyawa mereka lalu, penghuni dunia ini yang tersisa hanyalah aku seorang. Mereka yang selalu menunggu kebangkitanku telah hilang tanpa aku sadari" ucap Clara menatap Ashana dengan tatapan nanar.


"aku tidak tahu persis apa yang sudah terjadi. Hanya saja aku tidak ingin menyiak-nyiakan kesempatan hidupku saat ini. Apa yang bisa dilakukan lakukan lah tanpa mengorbankan siapapun dan apapun. Mendengar ucapanmu aku tahu kau saat ini sedang merasa bersalah yang teramat dalam" ucap Ashana dengan nada sangat lembut hingga membuat Clara terpana dan bicara dalam hati pantas saja apa yang kulakukan padanya saat itu tidak mempan. Dia memiliki sesuatu yang manusia lain jarang sekali memilikinya.


__________________


Di tempat Anzel, Yashbi dan macan hitam.


"apa kau ingat tempat ini?" tanya Anzel yang menodong pertanyaan pada Yashbi yang barusan datang bersama macan hitam.


Yashbi mengerutkan dahinya.


"otakmu kenapa jadi bodo seperti ini? hah" ucap Anzel kesal mulutnya terus berkomat kamit.


Yashbi terus memandang wanita yang berada dalam es matanya sama sekali tidak berkedip.


"saat itu Zeys membawa ke tempat ini dengan mudah. Ya, karena tempat ini miliknya jadi sudah dipastikan dia akan keluar masuk dengan mudah"


"aku mengingatnya. Sejak itu aku selalu mengingat wanita ini tapi aku tidak tahu siapa wanita yang berada dalam sini" ucap Yashbi datar yang memang saat itu tidak ingat siapa wanita itu padahal Zeys memperlihatkan dengan jelas.


Kenapa Yashbi tidak ingat dengan ibunya sendiri padahal melihat secara langsung?.


Tempat itu dibuat oleh langsung oleh Zeys oleh karena itu tempat itu sudah dibuat sedemikian rupa siapapun yang berkaitan ada sangkut pautnya dengan benda yang dilindungi Zeys maka mereka tidak akan mengingatnya sama sekali.


Saat ini Anzel mengingat siapa wanita itu karena Anzel hidup kembali menjadi orang baru meski masih sebagai Dewa Bumi. Gelar Dewa Bumi masih ada padanya karena Anzel selama di Dunia Manusia tidak berbuat diluar batas hingga gelar dewa itu kembali padanya.


Siapa yang memberikan gelar dewa pada Anzel?.


Tentu saja Alam Semesta. Alam Semesta memiliki banyak rahasia siapapun itu tidak akan mampu dan bisa menyeimbangi kekuatan sang Alam Semesta Dewa atau Zeys (Non Human) sekalipun.


Dan Alam Semesta tidak memiliki sang pemilik. Dia akan melakukan hal sesuai apa yang sedang terjadi di Dunia.


Anzel menjelaskan apa yang dia ketahui tentu saja membuat Yashbi marah. Pantes saja selama ini dia mencari ibunya ternyata ibunya diambil oleh Zeys untuk dijadikan tempat kekuatannya.


"jika kita memaksa mengeluarkannya secara otomatis kita harus menghancurkan es yang membungkus tubuhnya tapi jika melakukan hal itu maka tubuh ibumu akan ikut hancur" ucap jelas Anzel.


"lakukan saja. Aku akan mencegahnya" ucap Yashbi yang akan melakukan sesuatu agar tubuh ibunya tidak hancur.


Yashbi merapalkan mantra memegang es yang menyelimuti tubuh ibunya dengan satu tangan.


Disisi lain Anzel melakukan hal sama. Untuk melelehkan es itu harus konsentrasi penuh agar tidak mengenai tubuh ibu Yashbi.


Cukup lama melakukan hal sama.


Saat kekuatan Anzel akan mengenai bagian tubuh ibu Yashbi dengan sigap Yashbi mengahalanginya dengan kekuatannya.


"ternyata kalian berada di sini" celetuk seseorang yang membuyarkan konsentrasi mereka.