
Sistem yang bernama Pa'ul, segera menunjukkan cara David membuka portal.
[ Sebaiknya anda cari cermin sebagai perantara. Karena, kuasa ini anda aktifkan secara dadakan macam tahu bulat. ]
Mendapat arahan dari Pa'ul, maka langsung berlari ke sekeliling bangunan tersebut untuk mencari benda yang dimaksud. Setelah mendapatkannya, David justru menatap benda di tangannya dengan raut wajah yang bingung.
"Kenapa pake kaca segala sih? Perasaan si Boy langsung aja dia?" gumamnya sendirian. Akan tetapi, sistem setelah terhubung dengan tubuh serta pikirannya, menyahuti ucapan David barusan.
[ Kawan anda sudah berlatih lebih dulu, Tuan. Anda mendadak. Ini sudah termasuk mudah. ] Sistem yang bernama Pa'ul ini, terlihat agak emosi menjelaskan alasannya kepada David.
Karena ia memiliki tuan pemilik yang tukang protes. Suka meminta hal-hal besar secara mendadak. Padahal ada beberapa kekuatan serta kemampuan yang belum ia transfer ke dalam tubuh pemilik.
"Iya ... iya ... terus ini kaca di apain?" tanya David dengan ekspresi malas.
[ Letakkan di depan dengan garis lurus. Lalu, pusatkan pikiran anda pada titik koordinat yang telah saya kirim melalui pikiran. ]
Kemudian David pun langsung melakukan arahan yang di perintahkan oleh sistem. Tak lama, sebuah cahaya kebiruan membuat pusara di tengah-tengah bagian cermin. Pusara itu semakin lama semakin membesar.
[ Masuklah, setelah ada pikirkan lebih dulu mau ke mana. ]
David pun mengangguk, kemudian ia bicara sesuatu sebelum meneruskan langkahnya. "Kayak pintu kemana saja punya Doraemon gak sih?" David menoleh ke arah sistem. Akan tetapi setelah ia melihat ekspresi dari Pa'ul yang datar seperti biasa, ia pun menyesal karena telah mengutarakan ucapannya. "Lupa kalo temen ngobrolnya gak udah punya ekspresi." David kembali melangkah dengan cepat memasuki portal teleportasi yang ia buat menggunakan cermin.
Sepersekian detik, dirinya sudah berada di dalam sebuah bangunan, tepatnya David kini tengah berdiri, di sebuah lorong yang sangat sepi.
Tentu saja karena orang tersebut berada di ruang bawah tanah. David melihat ada sebuah tangga spiral di depannya. Ia Bun lantas melangkahkan kakinya menaiki undakan demi undakan tangga tersebut.
"Kenapa sepi sekali? Bukankah ini adalah sebuah markas?" tanya David pada sosok yang berbentuk panel layar hologram di sisinya.
Baru saja sistem mengingatkan, tiba-tiba sebuah pintu besi yang berada di sebelah kiri David, terbuka dengan cepat karena sebuah dorongan yang kuat.
Berkat dorongan tersebut pintu itu pun terlontar setelah terlepas dari engselnya, hingga menimbulkan bunyi yang sangat berisik.
BRAAKKK!
Glontang!
David mengelak dengan cepat ketika pintu tersebut terlempar melalui sisi tangga tempat ia berdiri saat ini. Ia sama sekali tidak kaget ketika melihat sosok yang berdiri di tengah pintu. Sosok bertubuh sangat besar dengan otot-otot yang juga besar mencuat dari beberapa bagian tubuhnya.
Pria berbadan besar seperti binaragawan itu maju dengan cepat hendak melayangkan pukulannya ke arah David. David, yang telah memiliki kemampuan ilmu bela diri dari beberapa jagoan terkemuka langkah tersenyum menyeringai menatap remeh ke arah lawannya itu.
Setelah sosok itu mendekat, David pun mengarahkan sebelah tangannya untuk menggapai lengan pria berotot tersebut. Dengan, sekali gebrakan David memutar tubuh pria berotot yang macam Hulk itu lalu membantingnya dengan keras ke atas lantai.
Saking kerasnya bahkan lantai itu pun sampairetak. Bisa dipastikan Bagaimana keadaan pria berotot tersebut saat ini. Jika lantai saja retak bagaimana dengan tulang di tubuhnya. Pria tersebut terdengar mengerang kecil.
David tak peduli dan melewati tubuhnya. Karena merasa langkahnya terhalang. Maka tanpa ragu David melayangkan sebuah tendangan ke perut pria berotot yang sudah tak bergerak itu. Maka ...
Buamm!
Sosok besar tersebut terpental hingga punggungnya menubruk dinding.
"Rasakan! Siapa suruh pake ngehalangin gue. Gua kan ngejar waktu. Sebelum Agnes bangun dan menyadari bahwa suaminya yang ganteng ini tidak berada di sisinya. Dasar, misi gak ngotak. Ini juga yang nyerang gak pake otak! Pokoknya gue harus menyelesaikan misi malam ini juga!" Gue baru dua ronde. Kapan jadi anak!" David yang kesal, sambil menggerutu Ia berlari dengan cepat menuju ke atas bangunan tersebut.
...Bersambung ...