
Agnes menatap bola mata sebiru laut di hadapannya ini. Dimana sorot itu seakan menenggelamkannya ke dasar mimpi. Sebuah mimpi yang membuatnya tak ingin terbangun. Perasaan yang berkembang di hatinya, ia hanya ingin menyatu dan bersama David selamanya. Hanya pria itu yang tulus padanya. Pria yang belum lama mengenalnya, tapi berani dan rela mengorbankan hal yang begitu besar untuknya.
Bahkan sampai nyawanya melayang, dia sama sekali tidak menyesal. Apakah ada perbuatan heroik lebih dari ini? Adakah kejadian hebat lain yang mampu menggetarkan hatinya. Meluluhkan sikap dinginnya selama ini. Ya, sesungguhnya dia telah luluh atas ketulusan David padanya.
"Aku sama sekali tidak akan menyesal. Sekalipun kau meminta nyawaku pada saat ini, aku akan memberikannya padamu, Dav." Agnes menatap bola mata terang di hadapannya dengan senyum yang menghanyutkan David semakin jauh dari alam sadarnya.
"Sudah ku bilang. Aku tidak butuh pengorbananmu." David mengeram gemas.
"Aku tidak sedang berkorban, Dav. Aku hanya ingin menghilangkan dari dunia ini jika kau tidak menginginkan ku lagi. Aku bahagia ketika dapat bertemu lagi denganmu. Aku menemukan rumahku. Dimana aku hanya terombang-ambing selama ini, Dav. Kepergian mu, membawa separuh jiwa dan hidupku. Aku tidak sedang berkorban asal kau tau. Akan tetapi, aku menyerahkan diri ini untuk bersatu selamanya padamu. Apa kau yang sebenarnya tidak ingin --"
Ucapan Agnes terhenti seketika karena sesuatu yang kenyal dan basah itu kembali membungkam nya dengan kenikmatan yang melambungkan kesadaran. Karena pagutan lembut David memberi sensasi yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Bahkan ketika pria itu mengeksplorasi semakin dalam.
David, merasa ia melambung hingga ke langit tertinggi. Ungkapan hati gadis cantik di bawah kungkungannya ini begitu menerbangkannya. Baru kali ini ia merasa begitu berarti. Hingga, ada yang siap memberikan segala yang ia miliki secara suka rela. David merasa ada sesuatu yang menjalar aneh di dalam hatinya. Tapi, dia tak tau itu apa.
Ia hanya tau akan merengkuh gadis ini selamanya. Hanya dialah pemilik yang sesungguhnya. Karena Agnes lebih dari hartanya yang bernilai tinggi sekalipun. David pertama kalinya merasakan gejolak mendalam yang membuat hangat seluruh aliran darahnya. Bahkan, kali ini gelora itu telah membuat temperatur tinggi hingga keduanya mengeluarkan bulir keringat yang banyak.
Pelekatan ini, menimbulkan sensasi panas membara. Sentuhan demi sentuhan yang ia lakukan pada gadis polos di hadapannya, membuat SIMPONI merdu itu melantun begitu saja. Hingga, David merasa semakin bergelora. Ia tak menyangka jika gadis tomboi ini bisa membuatnya lupa segala.
Kemudian mengusap peluh yang membanjiri kening. Mengecup kedua mata, hidung hingga berkahir kembali membuat bibir merona itu kini bengkak sudah. Namun, ia belum mau berhenti. Agnes sudah merasa kebas pada Bibirnya. Tapi, dia menyukai perlakuan pria ini padanya. David begitu lembut dan menghanyutkan.
Sentuhan basah dari bibir David kini mulai turun dan menjelajah kemana-mana. Pria itu menikmati keindahan yang di suguhkan nyata di hadapannya. Entah berapa kali sudah ia menelan ludah dan membulatkan matanya. Karena keindahan ini pertama kali dapat ia lihat, sentuh dan rasakan dengan gelora yang berasal dari hati.
Sontak perlakuan David yang pemula, tapi bagaikan mahir ini. Membuat sang pemilik raga menggeliat liar, hingga tempat tidur mereka berderak seiring gerakan lincah David menyusuri apa yang terserak di hadapannya.
Tatapan David semakin nanar dan sendu ketika ia telah sampai dimana lokasi paling indah dan mencengangkan. Tentu saja. Ini juga pertama kali bagi David dapat melihatnya secara nyata seperti ini. Mendapat anggukan pelan dari Agnes, membuatnya tak ragu mendekatkan wajahnya lalu menikmatinya aromanya hingga puas.
Kemudian ia mengusapnya pelan, menciuminya gemas dan berakhir menggigit hingga menyesap kuat. Perlahan lembut memang, hingga Agnes kembali bergerak meliuk-liuk. Tapi, lama-kelamaan, David mendadak menjadi buas karena ia mengikuti geloranya yang hampir meledak.
"Oh, Dav!" Agnes mencengkeram rambut silver David yang sudah berantakan. Namun justru semakin menambah kesan seksi baginya.
...Bersambung ...