
"Kau sudah siap. Hari ini, Tuan Arthur akan mengirim dirimu kesana." Pelatih Agnes selama ini telah memberi kabar. Bahwa pelatihan yang ia jalani selama beberapa hari ini telah selesai. Meskipun, pelajaran yang diberikan kepadanya Hanya ilmu dasar, tapi cukup membuat skill Agnes bertambah. Latihan yang cepat dan keras membuat seluruh tubuhnya sakit dan memar.
"Berendamlah di jacuzzi. Maka kau akan merasa lebih baik." Pelatih wanita bertubuh tinggi itu memerintahkan Agnes untuk merendam dirinya di kolam pemulihan. Dimana, para anak buah Arthur setiap selesai latihan dan mengalami cedera maka akan berendam di dalam kolam ini.
Mereka akan mendapatkan keadaan yang lebih segar dan bersemangat lagi setelahnya. Air berwarna putih yang menggelembung ini sangat enak. Membuat rileks seluruh tubuh yang lelah dan memar.
Agnes merasa risih. Karena kebanyakan dari mereka adalah laki-laki. Meskipun terdapat perempuan juga, tapi mereka telah terbiasa mungkin. Berbeda dengan dirinya yang tergolong introvert dan kaku terhadap lawan jenis. Apalagi tubuh mereka kekar serta bertato. Entah, bagaimana bisa masih membawanya sampai ke sini. Bergabung dengan para anggota Triad.
"Masuklah! Kenapa kau hanya diam di sana!" panggil salah satu pria bertato dengan satu mata. Sementara, anggota lain yang juga wanita sepertinya, hanya menatap dengan tatapan sinis dan meremehkan.
"Biar saja kalau dia tidak mau. Lagi pula aku gak mau satu kolam dengan manusia lemah dan manja itu!" sarkas salah satu wanita yang mengenakan baju dalam saja. Beberapa tato menghiasi bahu hingga ke lengannya.
Agnes yang tadi menunduk sontak mendongak kala wanita itu mengatakan jika dirinya lemah dan manja. Itu tidak benar sama sekali. Apa salahnya ketika ia meringis di sela-sela latihan. Karena, apa yang di tugaskannya sangat berat dah terlalu cepat. Mereka ingin mempersingkat waktu, sehingga mengharuskan Agnes segera menguasai keahlian berkelahi tingkat dasar, menembak dan juga menyusup.
Agnes akan menggantikan salah satu wanita yang menjadi kandidat calon hareem anak sultan. Dimana pria itu adalah musuh dari Arthur. Karena, mereka berebut kekuasaan di beberapa distrik.
Meksipun anak konglomerat, David Voster juga ketua Triad yang berkuasa. Ia mampu menaklukkan beberapa distrik dengan kecerdasan serta kekuatannya. Juga tentu saja pandai dan mahir dalam menaklukkan hati wanita. Hingga, salah satu artis incaran Arthur yang akhirnya jatuh ke dalam pelukan David Voster.
Sehingga, lada suatu waktu, Arthur menjebak David dan memberikan racun yang merusak susunan syaraf otak. Hingga, David mengalami koma selama lima tahun. Ia pikir, David pasti akan mati dalam beberapa pekan lagi. Hingga, klan Voster perlahan akan punah dan runtuh.
Namun, perkiraan Arthur ternyata salah. David justru bangun dalam keadaan semakin baik. Bahkan, pria itu terlihat lebih tenang. Tidak pemarah dan bersikap sembarang seperti dulu. Setiap tindakannya saat ini telah terstruktur dengan baik.
Agnes dan wanita itu saling bertatapan tajam. Agnes tak mau selalu di bully dan diremehkan oleh mereka semua. Bagaimanapun, ia akan menggunakan semua ilmu yang ia dapatkan dari pelatihan selama sepekan ini dengan semaksimal mungkin. Ia akan menggunakannya untuk mempertahankan diri dan juga harga dirinya.
"Apa kau pikir aku mau satu kolam dengan kalian? Tidak sama sekali!" celetuk Agnes yang mana hal ini membuat wanita bertato di dalam kolam jacuzzi naik pitam dan marah. Sontak ia berdiri dan berjalan keluar dari dalam kolam yang airnya menggelembung itu.
"Tahan dirimu, Terry." Salah satu pria berotot besar itu terlihat menahan wanita yang bernama Terry.
"Jangan tahan aku. Anak ingusan itu harus ku beri pelajaran. Beraninya dia berkata begitu pada kita!" Pria yang bernama Marco pun semakin kencang mencekal lengan wanita berambut pendek yang nampak murka ini.
"Biarkan saja. Bagaimanapun, dia mengemban misi penting dari ketua. Apa kau ingin cari masalah?" ucap Marco lagi. Bahkan yang lainnya mendukung tindakan Marco. Mereka memilih untuk naik dan meninggalkan kolam Jacuzzi.
"Setelah misi ini selesai, kita akan bebas melakukan apapun padanya. Tentu saja setelah Tuan Arthur yang lebih dahulu mencicipinya." Pria bernama Marco itu menjelaskan lagi. Agar wanita yang bernama Terry menahan dirinya sampai saat itu tiba. Dimana Agnes tak lagi dibutuhkan.
Pada saat itulah mereka akan sepuasnya mempermainkan Agnes.
"Kalian semua naiklah dan bubar!" Tiba-tiba seorang wanita yang menjadi pengawas latihan mereka datang dan berdiri di samping Agnes. Suaranya yang lantang membuat isi kolam kosong seketika. Kemudian, ia memerintahkan pada seseorang menabur bubuk ke dalam kolam. Pada saat itulah gelembung menjadi semakin banyak dan Agnes di perintahkan untuk membuka seluruh kain yang menutupi tubuhnya.
"Hah! A–apa!" Agnes kaget dan tergagap. Apa pengawas ini menyuruhnya telanjang begitu? Ini kan tempat umum. Pikir Agnes bingung tak mengerti.
"Hanya ada kau dan aku di sini. Mereka semua telah pergi. Kau tenang saja. Buka lah bajumu!" titah wanita berambut pendek keriting kecil-kecil dengan kulitnya yang hitam. Namun, ia nampak cantik Meskipun berasal dari ras negro.
Agnes tetap tak bergeming. Ia tak terbiasa menampilkan lekuk tubuhnya di hadapan orang lain. Meski ia sesama wanita sekalipun. Hingga, teriakan dari Nora melengking ditelinganya.
"Masuk! Atau aku yang melempar mu ke dalam sana!" Nora, mencengkeram pakaian bagian atas Agnes hendak membukanya paksa. Jika itu terjadi maka akan menjadi hal yang lebih buruk lagi bagi Agnes. Ia tidak akan punya pakaian ganti.
"Tunggu apa lagi! Cepat!"
Mendengar teriakan dari Nora, Agnes dengan cepat menelanjangi raganya dan masuk perlahan ke dalam kolam. Melepas kaus besar dan juga celana panjang Jogger yang selalu menjadi outfitnya selama ini. Hingga penutup bagian dalam juga ia lepaskan sesuai perintah dari Nora.
Hingga, kini nampaklah bentuk indah yang Agnes sembunyikan selama ini. Dengan cepat Agnes melangkah. Seumur hidup belum pernah ia masuk ke dalam kolam yang airnya seperti mendidih ini.
"Akh! Airnya hangat!" pekik Agnes tertahan. Ia baru menceburkan telapak kakinya saja sebelah. Ia pun menoleh ke arah Nora. Demi melihat ekspresi wanita itu.
GLEK.
Kenapa tatapan Nora seperti itu ya? Kenapa ia melihat tubuhku begitu intens.
Mendapat tatapan tak biasa dari sejenis. Agnes segera masuk ke dalam kolam demi menutupi penampakan raganya. Agnes semakin menenggelamkan tubuhnya hingga batas leher kala Nora berjalan perlahan hingga ke pinggiran kolam.
Apa dia bermaksud berendam juga?
Agnes hanya bisa bergumam dalam hati. Ia termasuk jarang berinteraksi dengan percakapan. Kecuali hanya menjawab sepatah dia payah kata saja.
Nora menyeringai penuh arti.
"Tubuhmu bagus juga. Berisi di beberapa tempat yang pas. Ternyata kau pandai menutupinya dengan kaus kebesaran itu ternyata menutupi semuanya," ucap Nora seraya menyentuh dan menarik helai rambut Agnes yang tergerai dan basah.
"Bi–bisakah anda juga meninggalkan saya sendirian?" pinta Agnes. Karena ia tau arti dari tatapan mesum Nora padanya. Bahkan, wanita itu menjulurkan lidahnya dengan lirikan mata menggoda.
"Aku akan menemanimu. Karena tubuhku juga butuh pemulihan." Nora pun membuka pakaiannya hingga ia pun polos.
Tidak! Apa yang ia lakukan? Kenapa dia juga telanjang? Apa aku akan mendapat pelecehan justru dari genre sejenis?
Agnes mundur hingga mentok pada sisi kolam.
"Tetap disana!" pekiknya pada Nora.
_____________
[ Bagaimana kabar anda, Tuan? Apa sudah lebih baik? ]
David yang baru bangun tidur mendapati sistem di depan wajahnya.
"Lumayan! Daripada lu manyun! Aku akan mandi dan menemui ayah setelah ini." David pun langsung bergegas kedalam kamar mandi.
Sistem : \=_\=
...Bersambung ...