Sistem Reinkarnasi Mendadak Kaya

Sistem Reinkarnasi Mendadak Kaya
Bab. 41. Ramuan Cinta.


"Berikan ini padanya." Miranda menyerahkan satu bungkusan kecil. Sehingga Sarah mengambilnya cepat.


"Apa aku harus memasukkannya ke dalam makanan atau minumannya nanti?" tanya Sarah memastikan. Ia nampak bersemangat bersekutu dengan Miranda. Meskipun wanita itu akan menjadi korbannya juga nanti.


"Sebaiknya kedalam makanan agar kita tidak di curigai," miranda kembali berbisik. Mereka kini telah duduk manis di dalam restauran. Regan telah menyewakan sebuah ruangan khusus. Terdapat karaoke juga di sana. Karena, Sarah adalah penyanyi sekaligus DJ.


"Apa alasanmu menerima tawaran daddy-ku,?" David melemparkan pertanyaan pertama pada Miranda. Dalam sekejap ia mendapatkan raut wajah sayu dan tatapan mata mendung darinya.


"Saya membutuhkan bantuan tuan Regan, serta kekuasaannya untuk membebaskan adik perempuanku dari penjara. Dia, dijebak. Usianya baru enam belas tahun. Satu tahun lagi akan lulus SMU. Ia memiliki cita-cita tinggi. Aku, tidak ingin harapannya musnah hanya karena kesalahan yang tidak ia lakukan," tutur Miranda dengan air mata yang setetes demi setetes tumpah membasahi pipi kemerahannya.


"Lalu kau?" Kini David menunjuk Sarah. Wanita berambut hijau ini juga tiba-tiba menunduk lesu.


"Saya ... saya juga membutuhkan kekuasaan serta uang keluarga Voster. Untuk menebus kakakku dari rumah asusila. Di sebuah klub milik keluarga Wayne. Gangster yang menguasai daerah selatan.


David menghela napasnya. Di balik ini semua, ada tanggung jawab sosial yang harus ia selesaikan. Entah darimana Regan menemukan mereka. Di balik itu semua, David menemukan sinar ketulusan yang terpancar dari mata keduanya.


Tak lama kemudian, pelayan datang lalu mencatat pesanan mereka. "Maaf, Tuan muda. Saya, ijin ke toilet sebentar." David mengangguk. Pada saat itulah Sarah terlihat tersenyum sekilas pada Miranda. Kenapa dia mau saja di suruh pesaingnya itu. Tanpa sepengetahuan Miranda, Sarah telah menyiapkan rencana juga untuknya.


Aku akan mempermalukan mu nanti.


Sarah memasukkan bubuk kedalam makanan yang di pesan. Terkhusus bagi Agnes dan juga Miranda. Untuk David sendiri, ia memberikan ramuan serbuk cinta. Bermaksud agar pria itu jatuh cinta padanya. Sehingga tak mampu menolak pesonanya nanti.


Ia memberikan beberapa lembar uang untuk pelayan. Agar wanita itu mau bekerja sama dengan.


Siap-siap mempermalukan diri kalian sendiri. Aku pasti memenangkan hati tuan David. Pria itu selain kaya juga sangat tampan. Aku tidak akan rugi menyerahkan masa depanku padanya.


Sarah kembali kedalam ruangan. Tak lama, pelayan masuk membawakan makanan. Mereka semua mulai makan dengan tenang. Hingga, beberapa saat kemudian Agnes dan Miranda mulai menggaruk beberapa bagian tubuh mereka. Seperti leher, wajah dan juga lengan.


"Wajahmu memerah. Apa kau alergi terhadap kacang polong?" tanya David pada Agnes yang terlihat begitu menderita.


"Dav tolong aku! Ini menyiksa sekali!" Seketika Agnes tengah berada di atas pangkuan David dan menatap dalam ke arah matanya. Pada saat itulah, ramuan cinta yang diberikan pada makanan David oleh Sarah mulai bekerja.


"Oh kasihan sekali. Kau terlihat sangat kesakitan ini tidak boleh terjadi! Kita harus kerumah sakit!" David menatap Agnes dengan pandangan iba. Bahkan matanya berkaca-kaca. Tentu saja hal itu membuat Agnes sangat merasa tersentuh. Menurutnya, David pasti sudah mencintainya. Sehingga pria itu nampak begitu khawatir padanya.


"Tuan David. Saya juga sepertinya terkena alergi. Lihatlah sekujur tubuh saya bentol-bentol," rengek Miranda sambil menggaruk dadanya yang tadi putih berkilat kini merah semua.


Namun, David tidak menghiraukannya sama sekali. David langsung menelepon seseorang kemudian ia menggendong Agnes keluar ruangan.


Sial! **Kena**pa pengaruh ramuan itu lebih cepat. Kenapa wanita itu sangat berani duduk dipangkuan David tiba-tiba? Apa ini artinya semua rencanaku telah kacau berantakan?


Sarah terlihat meremas kepalanya. Ia frustrasi. Bagaimana bisa, ramuan yang rela ia beli sangat mahal. Kini semua seakan sia-sia saja.


"Hei Sarah! Kenapa aku juga gatal-gatal! Apa yang kau masukkan kedalam makananku!" Miranda yang sibuk menggaruk terlihat sangat kesal menetap ke arah Sarah. Jika sejarah singkat ini bisa pergi sebentar mungkin iya telah mencekik Sarah saat ini.


"Aku tak perduli! Tuan David harus menjadikanku tempat menanam benihnya yang hangat." Sarah meriah tasnya dan memutuskan untuk mengikuti David. Sementara, Miranda juga mengikuti dari belakang. Ia berteriak bagai kesurupan. Hingga pengawal kiriman Regan melihat dan membawanya juga kerumah sakit. Namun, di kendaraan yang berbeda dengan David dan juga Agnes.


Di rumah sakit. David tak meninggalkan Agnes sama sekali. Ia terus menatap wajah Agnes yang tengah memejamkan matanya saat ini. Gadis mendapatkan suntikan untuk menghilangkan racun, yang menciptakan rasa gatal pada tubuhnya.


Seketika Agnes terbangun ia mendapati pemandangan yang menurutnya sangat manis sekali.


Oh David. Kau sangat perhatian. Aku tidak menyesal telah menyerahkan semuanya padamu.


Agnes tangannya yang terbebas dari selang infus untuk mengusap ujung kepala. Pria ini itu nampak tertidur di pinggiran hospital bed.


"Terimakasih. Aku sangat terharu. Kau memang sangat peduli padaku. Aku akan membuang racun itu. Aku berjanji tidak akan pernah menyakitimu Dav." Agnes terus bergumam, sambil mengusap rambut silver yang berantakan itu.


"Pa'ul. Katakan bagaimana statusku sekarang," bisik David.


[ Sempat-sempatnya. Baiklah ...


Status: Pria usia 26 tahun ( Sudah tidak perjaka )


Kekuatan: 75%


Kesehatan: 75 %


Ketampanan : 75%


Kepintaran : 70%


Pengaruh : 80%


Waw! Saya takjub Tuan. Semua nilai anda naik drastis. Semua, karena Agnes terharu atas perasaan serta perhatian yang anda berikan padanya. Juga, atas janjinya yang membatalkan misi dari orang yang mengirimnya kesini. Meskipun ia tau jika itu berakibat ia membahayakan nyawanya sendiri. Wanita itu, tengah berkorban untuk anda. ]


Mendengar penjelasan dari Paul sang system. Membuat David sontak menoleh hingga kini tatapan keduanya pun bertemu.


"Mana dua wanita cantik dan seksi tadi?" tanya Agnes penuh selidik. Bola matanya bergerak lucu.


"Entahlah. Aku hanya memikirkan keadaanmu. Terus di ruangan ini menemanimu."


Sontak jawaban David membuat Agnes kembali tersipu malau. Ia nampak bahagia. Harapannya untuk menjadi satu-satunya akan terwujud. Begitu pikirnya. Biar dia saja yang akan memberi anak pada David berapapun itu.


[ Kesembuhan anda hampir total, Tuan. Ramuan cinta yang sudah anda telan. Memberi kelebihan yang menguntungkan. Setidaknya sekarang anda pandai menggombal. Teruslah buat dia jatuh cinta. Dan rela menyerahkan seluruh hidupnya untuk anda dengan tulus. ]


David tersenyum ketika mendengar kalimat penjelasan dari Paul.


"Cepatlah sembuh. Aku sedih melihatmu terluka! Calon ibu dari anak-anakku tidak boleh sakit. Ingatlah satu hal. Aku hanya melihatmu." David mencium punggung tangan Agnes. Kemudian beralih pada kening, kedua kelopak mata dan berakhir di bibir sensual milik Agnes.


"Cepat sehat. Aku ingin menanam benihku lagi."


"Lakukanlah sekarang!"


"Apa kau yakin? Di tempat ini?"


Agnes pun melihat sekelilingnya.


"Ayo kita kembali!"


"Sepertinya kau sudah sembuh ya, hemm?" David tersenyum ketika Agnes mengangguk cepat.


Sesampainya di mansion. David kembali mengendong Agnes hingga masuk kedalam lift. Dan kini telah sampai di kamarnya yang luas.


Mereka pun melakukannya lagi. Kali ini dengan gelora yang lebih dahsyat. Hingga, David menyemburkan benihnya sangat banyak. Ia berharap akan segera menjadi cikal bakal keturunan Voster.


_________


"Hubungi Agnes melalui chip yang di tanam pada lehernya!"


...Bersambung...