Sistem Reinkarnasi Mendadak Kaya

Sistem Reinkarnasi Mendadak Kaya
Bab. 44. Perisai Lato-lato.


Ledakan keras pun tak dapat terelakkan lagi. Menghasilkan bunyi yang memekakkan telinga. Boy sudah memasang perisai pelindung di atas tubuhnya hingga membentuk sebuah lingkaran bagi keduanya. Sehingga, serpihan daripada helikopter yang meledak itu tak mengenai tubuh mereka melainkan terpental jauh.


Di ujung sana, Arthur pun ikut terjungkal lantaran pantulan dari getaran ledakan itu. Darah segar kembali tersembur dari mulutnya. Dadanya berdenyut nyeri. Lawannya ini nyatanya bukannya manusia sembarangan. Ia pasti mati konyol jika masih berada di tempat ini.


Arthur pun berusaha beringsut menjauh secara perlahan-lahan. Menghilangkan jejaknya cari pertarungan yang tidak sepadan itu. Bahkan, pasukan yang di kirim oleh sang papa sudah habis duluan sebelum mereka menginjak tanah.


"Sial! Mereka begitu hebat! Siapa mereka sebenarnya? Aku, harus segera pergi dari sini," gumam Arthur bicara seorang diri.


Baru beberapa langkah yang di seret oleh Arthur. Kedua mata pria ini kembali di buat membola lantaran kaget oleh keberadaan dari David dan Boy yang tau-tau sudah berada di hadapannya.


"Kalian!" Arthur yang tidak memegang senjata pun hendak berbalik. Namun, secepat kilat David sudah maju dan meraih tubuh Arthur. Kemudian, langsung menghujani pukulan bertubi-tubi. Hingga pria berwajah bule ini tersungkur keras ke atas tanah penuh batu.


"Apa yang sudah kau lakukan terhadap wanitaku, sialan!" David membentak Arthur dengan keras Kemudian membantingnya. Secepat kilat David kembali menarik raga Arthur seraya mencengkeram kerah baju pria tersebut. Sorot mata David memancarkan kilat amarah yang tak mampu di redam oleh apapun. Deru napasnya memburu, dengan dada yang terlihat turun-naik.


Dirinya sangat marah dan tidak terima. Karena perbuatan pria ini, Agnes telah di ciptakan sebagai mesin pembunuh dirinya. Sejak lima tahun lalu, Arthur selalu ingin berada di puncak sendirian. Rencananya yang gagal tak membuat pria culas ini kehabisan akal. Dia kembali ingin mengantarkannya menemui ajal.


Arthur terlihat ngos-ngosan. Tak mampu mengucap satu patah katapun. Wajahnya sudah tak berbentuk lagi karena penuh luka dan juga darah.


"Kau ingin kembali membunuhku hah." David berkata dengan ekspresi datar. Justru itu semakin menyeramkan bagi siapapun yang paham.


"Jawab, SIALAN!" David mengangkat tubuh lemah itu dan membenturkannya ke dinding. Bahkan, kedua kaki Arthur sudah tak lagi mampu menopang tubuhnya. Seluruh sendinya macam tak memiliki tulang belulang lagi. Karena memang semua telah patah. Pria ini hanya tinggal menanti ajal untuk mencabut nyawanya.


"Kita tinggalin tempat ini. Karena bakal gua ledakkin sampe jadi abu," ucap Boy. Baru beberapa langkah mereka berjalan, berondongan peluru menghujani mereka dari segala arah.


"Aktifkan perisai body care!" teriak David.


"Aktifkan tameng putaran lato-lato!" teriak Boy.


Keduanya berteriak bersamaan, mengeluarkan kekuatannya masing. Tubuh David yang sudah dilapisi oleh aura biru metalik bagaikan memiliki baju anti peluru.


Sementara, Boy yang menggunakan Avatar master lato-lato. Mengeluarkan jurus dari gerakan legendaris itu. Hingga putaran dari benda bulat itu memantul sehingga membentuk sebuah perisai berwarna biru terang dengan diameter sekitar satu meter. Putaran dari perisai lato-lato itu menangkis semua peluru. Bukan cuma itu saja. Lesatan dari timah panas tersebut kembali pada pemiliknya sehingga ... dalam hitungan menit. Puluhan pasukan milik Arnott pun tumbang dengan kening berlubang.


"K–Kalian ini! Siapa !" Arnott nampak menodongkan senjata dengan lengan dan juga lutut yang bergetar. Tentu saja hal itu membuat David serta Boy tertawa remeh.


David pun maju dengan yakin bahwa peluru di dalam senjata api yang di pegang oleh Arnott pasti sudah habis. Pria tua gendut ini pasti hanya mengancam saja. Tatapan tajamnya pun menghunus hingga menembus jantung siapapun yang menerima pandangan itu.


Arnott, tak mampu bergeming tapi ia terlihat berusaha menggerakkan jari telunjuknya untuk menekan pelatuk. David semakin dekat, dan ....


Dorrr!


...Bersambung...