Sistem Murid Bodoh

Sistem Murid Bodoh
S2 : Ujian Sekte Surgawi


Sekte Surgawi melingkupi lima gunung suci tinggi yang tingginya bagai menggapai langit.


Sekilas, pemandangan ketika berada di sana bagaikan sedang di negeri awan.


Lima puncak gunung saling berdekatan dan memiliki julukan sebagai "Lima tangga menuju surga".


Lima puncak gunung ini disebut Puncak Timur, Puncak Selatan, Puncak Barat, Puncak Utara dan Puncak Utama atau tengah untuk gunung yang paling tinggi serta berada di tengah-tengah.


Lima gunung di Sekte Surgawi ini sangat unik karena memiliki ketinggian berbeda dan menjadi ukuran tingkatan setiap muridnya.


Tingkat pertama, Puncak Timur, menjadi tempat untuk murid-murid yang baru bergabung.


Tingkat kedua, Puncak Selatan, menjadi tempat untuk murid-murid yang sudah bergabung sekitar 1 sampai dengan 50 tahun.


Tingkat ketiga, Puncak Barat, di sini menjadi tempat bagi murid-murid yang telah lama bergabung sekte.


Tingkat keempat, Puncak Utara, di sini hanya ditempati para tetua dan murid-murid utama.


Untuk puncak tengah, itu adalah tempat khusus untuk ujian calon murid yang ingin bergabung.


Namun, tercatat hanya beberapa orang saja yang mampu mencapai ke puncaknya.


Xiao Fan, dalam cerita aslinya akan segera mengikuti ujian masuk ke Sekte Surgawi.


"Hei Xiao Fan, kau pikir bisa aman dari kejaran kekaisaran jika bergabung ke Sekte Surgawi?" ujar Chu Liang, salah satu peserta ujian masuk.


"Itu bukan urusanmu untuk mengurusi kehidupanku!" jawab Xiao Fan.


"Haha. Apa kau benar-benar tidak ingin menyerahkan diri? Tidakkah kau tahu beberapa waktu lalu keluargamu telah dibantai oleh kekaisaran karena dirimu?" singgung Chu Liang.


"Mereka pantas mendapatkannya!" jawab Xiao Fan, ia berpikir keluarganya atau klannya tersebut mendapatkan karma setelah memperlakukannya tidak adil.


Xiao Fan dan para peserta lainnya sedang bersiap untuk mengikuti ujian sekte, yaitu menaiki tangga ke Puncak Utama.


Sementara itu, Lala dan Riki mengintip perdebatan Xiao Fan dan Chu Liang dari tempat tersembunyi.


"Lihat protagonis yang satu ini. Dia bahkan tidak peduli keluarganya dibantai gara-gara perbuatannya yang menyinggung kekaisaran," kata Lala geram.


"Lala, kenapa kamu serius sekali tentang Xiao Fan? Gimana pun, dia itu cuma karakter novel dan hanya mengikuti alur yang penulisnya buat," kata Riki menenangkannya.


Menurut Lala, Xiao Fan adalah orang labil. Ia tidak tahu kondisi keuangan keluarganya dan menyalahkan mereka hanya karena mengurangi pasokan sumber daya untuknya.


Lagian, mau membeli obat atau ramuan semahal dan sebagus apapun tidak akan berguna untuknya.


"Penulis cerita novel ini sangat tidak masuk akal sekali!" keluh Lala.


"Sudahlah, Lala. Mending kita fokus sama misi untuk mengganggu Xiao Fan dalam ujian ini," ucap Riki kembali mencoba menenangkannya.


"Kaya emak-emak nonton sinetron saja kau," gumam Riki.


Ujian akhirnya akan segera dimulai setelah pengawas ujian, senior Xiao Lingxi datang.


"Hentikan pertengkaran kalian! Jika ingin bertarung, lakukan pada ujian kedua setelah kalian lulus ujian pertama ini!" kata Xiao Lingxi.


"Lihat itu! Dia senyum-senyum kepada Xiao Lingxi!" kata Lala makin gregetan.


Dalam ceritanya, Xiao Lingxi adalah saudara sepupu Xiao Fan. Gadis tersebut memiliki tubuh langka dan Sekte Surgawi membawanya pergi sejak ia masih berusia enam tahun.


Di Sekte Surgawi, Xiao Lingxi dikenal sebagai Dewi Surga karena keistimewaannya. Tubuhnya memiliki darah langka yang berasal dari leluhurnya yang merupakan Dewa, yang membuatnya memiliki kemampuan ajaib tertentu.


Sejak kecil, Xiao Lingxi telah terisolasi dari dunia luar dan hidup di dalam pembatas sekte. Ia diberikan pelatihan khusus untuk mengembangkan kekuatannya serta menjaga keamanan dan keutuhan sekte.


Meskipun hidup dalam tertutup, Xiao Lingxi adalah sosok yang ceria dan penuh semangat. Ia sangat mencintai saudara sepupunya, Xiao Fan, dan akan melakukan apapun untuk melindunginya.


Namun, ketika Xiao Fan mengalami nasib sial dan dikucilkan oleh sekte, Xiao Lingxi memutuskan untuk meninggalkan tempat yang selama ini ia panggil rumah.


Ia tidak tahan melihat saudara sepupunya menderita dan memutuskan untuk mencari Xiao Fan untuk membantunya.


Tidak hanya itu, Xiao Lingxi juga termasuk heroin yang seolah-olah buta atau tersihir oleh Xiao Fan.


Ujian akhirnya akan segera dimulai setelah pengawas ujian, senior Xiao Lingxi datang.


Semua peserta ujian mulai menaiki tangga ujian ke Puncak Utama dan harus mendaki setinggi mungkin untuk lulus.


Namun, Puncak Utama sangat terjal dan sulit dijangkau. Tidak ada jalan yang mudah menuju puncak dan membutuhkan kekuatan fisik dan ketahanan mental yang besar.


Setelah semua orang siap, senior Xiao Lingxi memberikan instruksi terakhir. "Peserta ujian, ini mungkin adalah tantangan terbesar yang pernah kalian hadapi. Tetaplah fokus dan jangan menyerah. Puncak Utama menantang kalian untuk melampaui batas kalian. Siapkan diri kalian dan berangkatlah sekarang!"


Peserta ujian masuk Sekte Surgawi mulai mendaki, mereka melangkah dengan hati-hati, memperhatikan setiap langkah yang mereka ambil.


Namun, setiap satu anak tangga yang mereka pijak itu memiliki tekanan gravitasi berbeda-beda. Semakin naik ke atas maka gravitasinya akan semakin kuat.


Hal ini membuat perjalanan semakin berat dan menuntut peserta ujian untuk lebih berhati-hati dan lebih ekstra ketika mendaki.


Peserta ujian harus menyadari bahwa setiap langkah yang mereka ambil memiliki risiko dan tantangan yang berbeda. Mereka harus waspada terhadap perubahan tekanan gravitasi yang bisa mempengaruhi langkah mereka.


Untuk itu, para peserta ujian harus memperhatikan kestabilan langkah mereka, memastikan bahwa mereka tidak terpeleset atau terjatuh akibat perubahan tekanan gravitasi.


Mereka harus mengatur keseimbangan tubuh dengan baik dan memperhatikan kecepatan langkah yang mereka ambil agar tetap dapat berjalan dengan baik.


Selain itu, peserta juga harus menjaga fokus dan konsentrasi mereka. Mereka harus benar-benar memperhatikan setiap langkah yang mereka ambil, tidak boleh lengah agar dapat mengatasi tekanan gravitasi yang semakin kuat seiring dengan pendakian.


Dalam situasi yang penuh tantangan seperti ini, peserta ujian perlu mempersiapkan diri secara fisik dan mental sebelum mendaki.


Ujian tersebut untuk mengukur kekuatan dan kemampuan mereka apakah layak memasuki Sekte Surgawi.


"Ini waktunya untukku menjalankan misi!" kata Riki bersemangat.


Dalam alur atau plot aslinya, Lin Tian diam-diam mengganggu Xiao Fan agar dia gagal naik lebih tinggi.


Namun, hal tersebut diketahui oleh pengawas ujian, Xiao Lingxi, sehingga ia kemudian menghajar Lin Tian sebelum akhirnya membawa dia kepada para tetua sekte.


Ketika Xiao Fan sudah mendaki paling tinggi menjauhi beberapa pesaingnya, Riki yang berperan sebagai Lin Tian segera mengambil sebuah batu sebesar kelereng.


Riki bermaksud menggunakan batu tersebut untuk ditembakkan ke arah Xiao Fan.


"Senior Lin, apa yang mau kamu lakukan?" tanya Xiao Lingxi.


"Bagus! Lingxi benar-benar memiliki pengamatan tajam dan berhasil memergoki aku. Ini sesuai alur ceritanya!" pikir Riki senang.


"Batu sekecil itu mana bisa menjatuhkan dia!" lanjut Xiao Lingxi.


"Eh?" Riki tak bisa berkata-kata ketika Lingxi mengambil batu sebesar bola sepak lalu melemparnya dengan ke arah Xiao Fan.


Riki benar-benar terkejut melihat aksinya tersebut. Lagi-lagi ada yang aneh sama heroinnya.


Batu itu berhasil mengenai belakang kepala Xiao Fan dan membuatnya jatuh berguling-guling.


"Adik junior Ling, ... a-apa yang kamu lakukan?" tanya Lin Tian heran.


Meski begitu, Xiao Fan berhasil bangkit lagi dan langsung tancap gas sampai dia berhasil ke puncak dengan cepat.


Dia pun memecahkan rekor ujian sehingga para tetua langsung berdatangan untuk melihatnya.


"Beraninya kau menghasut adik sepupuku, Lin Tian!" ujar Xiao Fan marah. "Tapi lihatlah, langit tidak buta dan masih membantuku! Hahahaha!" Dia tertawa dengan kepala benjol dan berdarah-darah.


Riki sih biasa saja melihatnya, tapi urat-urat Lala sudah menegang sampai ia terlihat kaya Piccolo karena gregetan.


Para tetua yang melihat keberhasilannya Xiao Fan langsung mengagungkannya.


"Cih, kenapa aku gagal!" keluh Lingxi, dia sama kaya Lala, terlihat begitu kesal dan frustasi.


👀🙄😳😑🗿


"Serah dah!" gumam Riki sudah tidak paham dengan situasi.


Bersambung.