Sistem Murid Bodoh

Sistem Murid Bodoh
S2 : Menjadi Murid jahat


Xiao Fan selalu dikucilkan oleh keluarganya, diremehkan oleh bawahannya, dan tunangannya diambil orang lain.


Setelah sempat menjadi tuan muda yang cukup menjanjikan, ia mengalami kemerosotan dan harus kehilangan semuanya.


Namun, ia menemukan sebuah cincin misterius di makam mendiang ibunya, dan terjadi keajaiban yang merubah semuanya.


Dia membalas semua orang yang telah menginjaknya, membunuh pangeran yang telah mencuri tunangannya, kemudian diusir keluarganya dan menjadi incaran kekaisaran.


Meski demikian, dia tetap berjalan dengan kepala tegak dan tidak gentar menerjang apapun yang menghalanginya untuk menjadi yang terkuat di dunia seni bela diri.


"Langit akan berguncang dan Bumi akan bergetar ketika mendengar nama saya!" ucapnya penuh kepercayaan diri dan kesombongan.


Dan pada suatu hari, perjalanannya yang panjang membawanya sampai ke wilayah Sekte Surgawi, untuk mendaftar menjadi murid.


"Lepaskan dia!" tegur Xiao Fan ketika melihat salah satu murid Sekte Surgawi mencoba melecehkan adik juniornya.


"Siapa kau? Jangan menggangguku!" sahut murid tersebut mengabaikan tegurannya.


"Guru, apa saya harus bertindak lebih tegas?" tanya Xiao Fan pada gurunya spiritualnya yang mendiami cincinnya.


"Lakukan," kata gurunya mengangguk dan Xiao Fan pun segera menggunakan kesaktiannya untuk menerbangkan pemuda itu.


"Sialan! Apa kau tidak tahu siapa aku?" umpat pemuda tersebut setelah mendapat serangan dari Xiao Fan.


"Kau Lin Tian, kan? Murid senior dari Sekte Surgawi yang terkenal licik dan suka menindas juniornya," jawab Xiao Fan.


Sebenarnya, Lin Tian terlihat berwibawa, ramah, dan mudah bergaul dengan siapa pun.


Dia sangat tampan, memiliki rambut panjang yang selalu teratur dan kulit yang halus dan bersih.


Selain itu, ia memiliki senyuman yang memikat dan postur tubuh yang tinggi dan langsing.


Meskipun ia terlihat memiliki kepribadian yang hangat, Lin Tian adalah murid senior yang terkenal jahat dan licik di sektenya.


"Tunggu, kurasa aku juga mengenalmu!" kata Lin Tian memperhatikan.


"Kau adalah Xiao Fan yang telah menghabisi seorang pangeran dan sekarang hidup dalam pelarian," lanjutnya.


"Dia layak mati!" jawab Xiao Fan membenarkan tindakannya.


"Ah, aku tahu... kau datang ke sekte ini untuk mencari perlindungan bukan?" tebak Lin Tian.


"Kalau begitu, cepatlah bersujud dan cium kakiku. Dengan begitu, mungkin aku akan berbaik hati untuk membantumu memohon pada tetua agar diterima," tambahnya.


"Lin Tian! Jangan pikir aku tidak berani menghabisimu!" ujar Xiao Fan mulai terprovokasi.


"Sekte Surgawi akan berterima kasih padaku jika aku membantu mereka untuk membersihkan sampah sepertimu!" sambungnya sambil melompat ke udara dan mencabut pedangnya.


Xiao Fan benar-benar kehilangan kesabarannya dan mengeluarkan jurus pedang Gerak Angin andalannya.


"Tidak akan kubiarkan kau menyakiti kakak seniorku!" teriak gadis yang sebelumnya kena bius obat tidur oleh Lin Tian.


Dia rupanya pura-pura kena bius dan buru-buru bertindak ketika Lin Tian terancam bahaya.


Boom!


Serangan jurus pedang keduanya saling bertabrakan dan menciptakan ledakan besar.


"Haish!!!" Lin Tian terkena efek ledakannya dan kembali terhempas.


"Kak Tian, apa kamu tidak apa-apa?" tanya gadis bernama Shu Mei tersebut, khawatir.


"I-ini... apa yang terjadi?" tanya Lin Tian dalam hati.


"Lala, kenapa ini heroinnya enggak mengikuti alur ceritanya?" tanya Lin Tian yang ternyata adalah Riki.


"Adik Shu, bukannya kamu sudah terkena efek obat bius?" tanya Lin Tian bingung.


"Kak Tian, apa kamu pikir aku tidak tahu?" jawab Shu Mei cemberut.


"Adik junior, kenapa kamu menyelamatkannya?" tanya Xiao Fan heran.


"Siapa yang adik junior kamu? Kamu bukan bagian dari sekte kami!" sahut Shu Mei tampak sangat marah.


Riki yang sekarang berperan sebagai penjahat bernama Lin Tian hanya kebingungan melihat protagonis dan Heroine-nya bertarung.


"Terus poinku gimana?" ucap hati Riki bingung.


Harusnya kejadiannya bukan seperti ini. Harusnya Lin Tian diserang oleh Xiao Fan karena mencoba melecehkan juniornya.


Dalam ceritanya, Lin Tian hanya mendapatkan hukuman pengasingan selama tiga bulan.


Namun, Lin Tian kembali mencari masalah lagi dengan Xiao Fan ketika protagonis sudah menjadi murid luar Sekte Surgawi.


Peran Lin Tian di sini hanya menjadi batu loncatan yang membuat protagonis menjadi semakin kuat.


Selain itu, peran Lin Tian membuat Xiao Fan mengenal gadis-gadis lainnya yang tak kalah cantik dan hebat dari Shu Mei.


"Sebenarnya ini benar-benar cerita plot armor dan klise sih!" gumam Riki memikirkannya.


"Dasar lemah! Beraninya hanya berlindung di belakang wanita!" ujar Xiao Fan yang kalah telak oleh Shu Mei.


Riki hanya memasang wajah datar. "Lah? Bukannya elo yang biasanya begitu? Kalau ceritanya gak berubah begini, elo itu sering banget manfaatin cewek-cewek lo buat nutupin segala masalah yang elo buat!"


Xiao Fan akhirnya pergi dengan penuh amarah dan dendam kepada Lin Tian (Riki).


Shu Mei menarik napas lega kemudian kembali berjalan mendekati Lin Tian yang masih kebingungan.


"Kak Tian, ayo lanjutkan yang tadi!" ucapnya menggoda.


"Yang tadi apa?" kata Lin Tian pura-pura lupa.


Namun, Shu Mei makin aneh dan mencoba melepaskan bajunya Lin Tian.


"Tunggu! Sepertinya tetua Yuanyuan sedang mencariku!" kata Lin Tian seraya mendorong Shu Mei kemudian kabur.


"Kakak!" teriak Shu Mei tak ingin melepasnya, tapi Riki berhasil kabur dengan cepat.


Karakter Shu Mei harusnya adalah gadis cantik di Sekte Surgawi yang mendapat julukan Putri Es.


Julukan "Putri Es" diberikan pada Shu Mei karena sikapnya yang dingin dan cuek. Meskipun Shu Mei memiliki kecantikan yang menawan secara fisik, sikapnya yang dingin dan cuek membuatnya sulit didekati oleh orang lain.


Dia sering kali menunjukkan ketegasan dan kemandiriannya yang kuat, membuat orang lain merasa sulit untuk mendekatinya.


Shu Mei juga tidak terlalu berminat dalam berinteraksi sosial dan lebih memilih untuk menjaga jarak dengan orang-orang di sekitarnya.


Namun, di balik sikapnya yang dingin, Shu Mei sebenarnya memiliki hati yang lembut dan peduli terhadap orang lain.


Dia mungkin tidak menunjukkan perasaannya dengan mudah, tetapi dalam keadaan tertentu, dia akan menggunakan kemampuan dan kekuatannya untuk melindungi dan membantu mereka yang dia anggap layak.


Julukannya, "Putri Es", mencerminkan sikap dingin dan kekuatannya yang kuat, namun juga perasaannya yang ditekan.


Karakter Shu Mei dengan sikap dingin dan cuek ini memberikan dimensi yang menarik pada kepribadiannya, mendorong pembaca untuk mencari tahu alasan di balik sikap yang tampaknya tidak ramah ini.


"Tapi... sekarang karakter benar-benar rusak. Apa ini ulah Shin Yuer?" keluh Riki.


"Bisa jadi," jawab Lala terkekeh. "Namun, menurutku ini lebih realistis!"


"Apa maksudnya?" tanya Riki heran.


"Host, sikap protagonis itu tidak lebih seperti mesin pembunuh dan labil.


Dia membantai siapapun orang yang tidak disukai alias impulsif.


Sementara Lin Tian, selain tampan, sebenarnya apa yang dilakukannya tidak salah.


Ia hanya ingin menegakan peraturan dan menjaga keamanan sekte pada cerita aslinya.


Namun, gadis-gadis yang menjadi haremnya Xiao Fan seolah-olah buta, tersihir oleh pesona aneh dari protagonis!" tutur panjang Lala.


"Benar juga," jawab Riki setuju. "Tapi aku hanya bisa mendapat poin kalau Xiao Fan menyerangku."


"Kau bisa tantang dia langsung, kan?" kata Lala.


"Enggaklah! Inilah ribetnya dunia buku atau novel ini!" sahut Riki kesal. "Misi ini memintaku berbuat kejahatan pada heroin atau anggota sekte, kemudian Xiao Fan akan muncul sebagai pahlawan yang menghentikan kejahatanku."


"Sangat aneh!" ucap Lala.


"Kalau enggak begitu, gak bakal ada yang baca ceritanya!" sahut Riki. "Protagonis harus barbar, suka bantai orang, naklukin banyak gadis cantik, baru ceritanya laku!"


Bersambung.



(Gambaran Riki ketika jadi Lin Tian)


🌚🌚🌚