Sistem Murid Bodoh

Sistem Murid Bodoh
24 : Misi pertama selesai dengan mudah.


Riki akhirnya berhasil membuat kehidupan pemilik tubuh asli menjadi lebih baik.


Kemudian, fakta bahwa Pak Hartono mulai bertindak akhirnya mengungkap semua kebenaran yang selama ini terkubur.


Selain tes DNA dengan Danang, Pak Ryan Hartono juga melakukan tes DNA dengan Riki.


Hasilnya, Riki dinyatakan sebagai anak kandungnya Pak Ryan Hartono dan Danang malah sebaliknya.


Saat ini, media pemberitaan mulai ramai membahas hal ini setelah Pak Arman Faris, pengacara pribadi Pak Hartono, mengumumkan hasil tes DNA tersebut.


"Aku masih bingung apa yang sedang terjadi?" kata Riki saat baru pulang dari restoran.


"Host, sebentar lagi kamu akan mengetahuinya!" sahut Lala.


Baru saja Lala berkata begitu, tiba-tiba terdengar ada yang mengetuk pintu rumah.


Riki pun segera pergi untuk membuka pintu dan melihat siapa yang datang.


"Mungkinkah Kak William?" ucapnya sebelum membuka pintu.


Namun, Riki mendapati tamu seorang pria paruh baya yang tidak dikenalnya.


"Selamat malam, Tuan Muda Riki," ucapnya.


"Malam. Siapa Anda?" tanya Riki penasaran dengan identitasnya.


"Saya Arman Faris, pengacara pribadi Tuan Hartono," jawabnya memperkenalkan diri.


Setelah mengetahui namanya, Riki langsung bisa menebak apa tujuannya datang.


Ya, pengacara tersebut mengajak Riki untuk kembali ke kediaman Hartono.


"Pak Arman, saya mau kembali, tapi saya butuh penjelasan!" ujar Riki.


Riki sangat bingung, selama ini dia dicap sebagai anak angkat dan Danang menjadi anak kandung.


Namun, hasil tes membuktikan bahwa Danang bukanlah anak biologisnya Tuan Hartono.


Sebaliknya, Riki yang awalnya dibawa dari kampung dan diangkat menjadi anak, justru dialah anak kandungnya.


"Riki, dulu ibumu adalah pembantu di rumah Hartono," jelas Pak Arman.


"Lalu, siapa Danang dan ibunya, Nyonya Melinda?" tanya Riki.


"Melinda adalah wanita yang mendesak Tuan Hartono untuk menikahinya. Dia berhasil menipu kakek-nenekmu sehingga mereka membantunya mendesak Tuan Hartono untuk menikah. Padahal, bayi dalam kandungannya bukanlah anaknya!" jelas Pak Arman.


"Saya masih tidak paham," kata Riki bingung.


"Dulu Nyonya Melinda memalsukan hasil tes DNA bayinya. Kemudian, baru-baru ini Pak Hartono sangat penasaran ingin memastikannya dan diam-diam mengetes ulang tanpa sepengetahuan mereka," lanjut Pak Arman.


"Seperti yang kita tahu, hasil tes ulang DNA menunjukkan bahwa Danang bukanlah anak biologis Tuan Hartono. Sebaliknya, Riki lah yang merupakan anak kandungnya," jelas Pak Arman.


Riki merasa masih terkejut dengan pengungkapan ini. Ia tidak pernah menyangka bahwa kisah keluarga Hartono begitu rumit dan penuh dengan kebohongan.


"Lalu, bagaimana dengan ibu kandungku?" tanya Riki.


"Ibu kandungmu, yang juga merupakan mantan pembantu di rumah Hartono, telah meninggal beberapa tahun yang lalu," jelas Pak Arman.


"Tuan Hartono ingin memberimu kehidupan yang baik dan mencintaimu sebesar-besarnya," kata Pak Arman, mencoba menghibur Riki.


Riki mengangguk, mencoba menerima realitas yang baru saja dihadapinya.


Sebelumnya, Riki pemilik tubuh tinggal di kampung bersama neneknya.


Kemudian, dia diadopsi oleh keluarga Hartono setelah neneknya meninggal.


Pada saat itu, Pak Hartono belum yakin bahwa Riki adalah anak kandungnya.


Dia mengadopsinya karena ibunya Riki, Yani, pernah menjadi kekasihnya, tapi hubungan mereka tidak direstui dan Yani pun diusir.


Yani, ibunya Riki, tidak bercerita bahwa dia hamil anak Tuan Ryan Hartono.


Ketika Riki baru saja lahir, Tuan Ryan Hartono sempat curiga bahwa dia adalah anaknya.


Namun, Yani bersikeras bahwa Riki adalah anak hasil hubungannya dengan mantan pacarnya.


Di sini Ryan Hartono sangat marah dan akhirnya membatalkan niatnya untuk memperjuangkan hubungan mereka.


Sebab inilah dia menikahi Linda meskipun dia meragukan bahwa wanita yang malam itu tak sengaja tidur dengannya ketika mabuk bukanlah Linda.


Kembali pada Riki dan Pak Arman yang saat ini sudah tiba di kediaman Pak Hartono.


Setiba di sana, Riki melihat Pak Hartono, ayahnya, sedang berseteru dengan Nyonya Linda.


"Saya sudah berusaha memberimu kesempatan, tapi kamu tidak kunjung berubah!" ujar Pak Ryan sangat emosi.


"Tolong berikan aku kesempatan lagi!" pinta Nyonya Melinda.


Namun, Pak Ryan mulai menyinggung soal perbuatan Melinda dan anaknya, Danang, yang selalu merundung Riki.


Melihat Riki datang, Nyonya Melinda dan Danang langsung memohon agar mereka dimaafkan.


Riki lumayan bingung harus bagaimana, tapi jiwa Riki pemilik tubuh asli tiba-tiba muncul.


Bersamaan dengan kemunculannya, Riki juga mendapat pemberitahuan kalau misinya telah selesai.


[Ding! Misi telah selesai]


[+1000 Poin Skill]


[Total : 1.550 Poin Skill]


"Sekarang biarkan aku yang mengurus sisanya," kata Riki pemilik tubuh yang asli.


Jiwa Riki pemilik sistem pun keluar dan digantikan oleh Riki Hartono.


Meski demikian, Riki masih bisa melihat bagaimana kelanjutannya karena dia tidak langsung kembali ke dunia asalnya.


"Lala, kenapa aku malah seperti roh gentayangan?" tanya Riki bingung.


"Misi sudah selesai tapi kamu masih ada waktu untuk melihat endingnya," jawab Lala.


Selanjutnya, Riki pemilik sistem hanya menonton bagaimana kejahatan Nona Melinda mulai terungkap satu per satu.


Dia terbukti sengaja membuat Tuan Ryan mabuk malam itu dan dia juga yang telah membuat ibunya Riki meninggal.


Riki cukup senang setelah misinya selesai, tapi dia merasa tidak melakukan apapun.


"Ini baru misi pertama host dan kebetulan Pak Hartono bergerak sendiri untuk mengungkapkan semua kebenaran," tutur Lala.


Seharusnya misi tersebut adalah untuk mengungkap semua kejahatan yang diperbuat oleh Melinda.


Namun, Lala menambahkan bahwa setiap misi juga ada tingkatannya.


Kemungkinan besar, nanti Riki bisa kembali ke dunia ini dengan tingkat kesulitan misi yang lebih sulit.


Selain itu, tidak mustahil pada saat itu terjadi mungkin Pak Hartono sekalipun akan menyulitkannya.


"Omong-omong, bagaimana nantinya karir dia menjadi koki? Apa dia akan bisa memasak sepertiku?" tanya Riki.


Riki menjadi khawatir, dia juga belum sempat menyelesaikan urusannya dengan Monika.


"Tenang saja, Host. Untuk saat ini semua itu akan diurus oleh sistem," jawab Lala.


Kemudian, Riki akhirnya kembali ke dunia asalnya - Bumi.


Setelah kembali, Riki mendapat panggilan dari teman kuliahnya, Susan, untuk segera datang.


"Riki, hari ini kita ada kelas Osteologi, ingat?" kata Susan dalam telepon.


Riki menjawab, "Ooh, iya, aku hampir lupa. Terima kasih sudah mengingatkanku, Susan. Aku akan segera datang ke kampus."


"Baiklah, cepatlah datang. Kelas Osteologi penting dan kita tidak boleh melewatkan satu pun." kata Susan serius.


Riki pun segera bersiap-siap dan berangkat ke kampus dengan cepat.


Osteologi adalah salah satu mata kuliah favoritnya di jurusan kedokteran. Ia sangat tertarik dengan studi mengenai sistem kerangka manusia.


Tidak lama setelah itu, Riki tiba di kampus dan melihat Susan sudah menunggunya di depan ruang kelas.


Mereka berdua masuk bersama dan duduk di tempat yang biasa mereka kelas.


Dosen mereka, Profesor Davis, sangat berpengalaman dan mampu menyampaikan materi dengan sangat jelas dan menarik.


"Fosil tulang dapat memberi tahu kita bagaimana gerak manusia dan primata lainnya berubah seiring berjalannya waktu; dan tulang bisa memberi kita petunjuk tentang bagaimana manusia modern dan kuno mati, baik karena sebab alami atau dalam konteks penyelidikan forensik, " jelas Dosen Davis.


Ia melanjutkan menjelaskan bahwa tulang juga dapat memberikan informasi tentang diet dan nutrisi manusia dalam sejarah, serta membantu dalam identifikasi manusia yang sudah mati melalui analisis dental dan tulang.


Riki dan Susan sangat tertarik dengan topik ini dan mereka bersemangat untuk mempelajari lebih lanjut.


Dalam pelajaran berikutnya, Dosen Davis membahas berbagai macam jenis tulang dan bagaimana mereka terbentuk.


Ia memperlihatkan beberapa contoh fosil dan tulang asli kepada siswanya, membantu mereka dalam memahami karakteristik dan perbedaan di antara mereka.


Susan dan mahasiswa lainnya terlihat antusias mengikuti pelajaran Osteologi tersebut, tapi Riki malah tidak serius memperhatikan dan nyaris ketiduran jika tak ada Lala.


"Host, kamu jangan tidur!" tegur Lala.


"Aku sudah tahu semua ini meskipun tidak mengikuti pelajarannya!" ucap Riki beralasan.


Namun, Lala tetap menegur Riki agar mengikuti kelas dengan serius.


"Belajarlah untuk tidak selalu bergantung pada sistem," kata Lala.


Riki malah nyengir, "Justru karena ada sistem jadi untuk apa susah-susah!"


Bersambung.