Sistem Murid Bodoh

Sistem Murid Bodoh
30 : Riki vs Pasukan iblis dan Hydra.


Setelah terjadi kekacauan yang disebabkan oleh Roki, sekarang Riki mendapat beberapa kemudahan dari regulasi sistem.


Sekarang Riki dapat membeli berbagai kemampuan/skill lebih banyak dengan murah, seperti, skill merakit mesin, teknik komputer dan programing, menjahit, mengemudi, dan lain sebagainya.


Kemudian, Riki benar-benar memaksimalkan hal tersebut untuk merealisasikan ide-ide gilanya.


"Kita berhasil, Alus!" ucap Riki pada Dwarf yang bekerja sama dengannya.


Selama satu minggu ini, Alus dan rekan-rekannya telah membantu Riki untuk membuat sesuatu.


"Anda benar-benar luar biasa, Tuan Rik! Kami senang ikut andil dalam pembuatan maha karya ini!" ungkap Alus bangga dan senang.


Riki dan Alus telah membuat sebuah armor besi yang dibekali oleh teknologi super canggih, persenjataan modern, dan diperkuat oleh energi sihir.



Tidak hanya armor besi super canggih yang mirip dengan milik karakter fiksi super hero, mereka juga membuat empat robot tempur yang dapat diperintah atau pun dikendalikan secara manual.


"Host, apa aku benar-benar harus bergabung dengan tumpukan besi ini dan menjadi Asisten AI untukmu?" kata Lala ketika Riki sedang mencoba memakai armor besi tersebut.


"Bukankah ini keren?" kata Riki sangat menyukainya.


"Saya lupa kalau kamu adalah seorang bocah laki-laki," jawab Lala terpaksa menerima situasinya.


"Apa salahnya mencoba hal baru?" kata Riki tersenyum senang.


Saat ini, Riki tengah melesat terbang bersama empat robot tempurnya menuju medan pertempuran.


"Makhluk apa itu?" ujar Iris terkejut ketika melihat Riki dan robotnya terbang mendekatinya.


"Iris! Ini aku!" teriak Riki seraya membuka helm penutup wajahnya.


Iris bersama pasukan Naga bertugas untuk menghadapi monster iblis yang bisa terbang melewati benteng lewat udara.


"Riki, kamu terlihat hebat!" ungkap Iris sangat kagum.


Kebetulan ada kelompok monster iblis terbang ke arah mereka dan Riki segera menguji senjata laser miliknya.


"Tembak!" ujar Riki seraya mengomando robot tempurnya.


Riki mengarahkan telapak tangannya ke depan dan sebuah tembakan laser keluar dari situ.


Dar!


Dar!


Dar!


[+10 Poin Skill telah ditambahkan]


[+10 Poin Skill telah ditambahkan]


[+10 Poin Skill telah ditambahkan]


[+10 Poin Skill telah ditambahkan]


[+10 Poin Skill telah ditambahkan]


"Meskipun ini terkesan curang, tapi itu tidak masalah," kata Lala mulai setuju dengan ide Riki.


Poin Skill dihasilkan dari perbuatan baik dan dengan cara ini Riki dapat mengumpulkan lebih banyak poin lebih cepat.


Dengan Poin Skill yang lebih cepat terkumpul, maka ia akan semakin kuat dan bisa segera menghadapi Roki.


Dar!


Dar!


Dar!


[+10 Poin Skill telah ditambahkan]


[+10 Poin Skill telah ditambahkan]


[+10 Poin Skill telah ditambahkan]


[+10 Poin Skill telah ditambahkan]


[+10 Poin Skill telah ditambahkan]


Riki memeriksa bahwa jumlah poinnya sudah mencapai 12.000 poin lebih setelah menggunakan ide-ide tersebut.


Sumber energi dari armor Riki adalah kristal sihir khusus yang memiliki kapasitas penyimpanan energi yang besar dan dapat diisi ulang energinya ketika habis.


Riki mengisi ulang energi tersebut menggunakan Poin Skill, sementara robotnya mengisi ulang atau charge dengan cara menyerap kristal sihir yang dijatuhkan monster iblis.


Namun, Riki beserta semua orang yang bertempur untuk menjaga perbatasan tampak mulai kelelahan dengan lamanya pertempuran yang tak kunjung usai.


Meski monster iblis belum berhasil menembus benteng, tapi sudah banyak prajurit dan penyihir yang gugur.


Pemandangan dari area luar benteng terlihat seperti lautan monster dan jumlah mereka tampak tak kunjung berkurang sedikitpun.


"Sampai kapan ini akan terus berlangsung?" pikir Riki mulai frustasi.


Kemudian, Riki mencoba bertanya pada Lala karena benteng tersebut tidak mungkin dapat bertahan lebih lama lagi.


"Riki, gelombang monster iblis tidak akan pernah berhenti sebelum kamu mengalahkan bosnya," jelas Lala.


Riki mulai menyadari kalau monster-monster iblis itu terus saja meregenerasi dan terus bertambah banyak meskipun telah dikalahkan serta diambil kristal sihirnya.


"Tidak ada pilihan lain! Aku harus mencari bosnya dan segera mengalahkannya untuk mengakhiri semua ini!" kata Riki bertekad.


Riki dan robot tempurnya kemudian terbang melewati lautan monster iblis tersebut sambil menghadapi monster iblis jenis Wyvren yang terus menghadang mereka.



[+15 Poin Skill telah ditambahkan]


[+15 Poin Skill telah ditambahkan]


[+15 Poin Skill telah ditambahkan]


[+15 Poin Skill telah ditambahkan]


Setelah perjuangan yang cukup sengit menerobos lautan monster itu, Riki akhirnya tiba di lokasi monster bos itu berada.



"Lala, apakah itu bosnya?" tanya Riki sedikit tegang.


"Benar. Itu adalah Hydra!" jawab Lala.


"Tembak!" ujar Riki mencoba menyerang kepala monster itu, tapi tembakannya tidak terlalu memberi dampak.


"Menghindar!" ujar Lala ketika monster itu menyerang balik.


Riki sedikit heran, Hydra yang ia hadapi saat ini berbeda dengan Hydra yang ia baca dari mitologi.


"Apa karena ini dunia berbeda?" pikirnya.


Satu kepala mengeluarkan serangan sihir api, yang lainnya mengeluarkan sihir angin, tanah, air, dan lainnya.


Dar!


Satu robot Riki terkena serangan dan langsung meledak.


"Alpha 3!" teriak Riki sangat terkejut melihat robotnya hancur.


Riki dengan tiga robot yang tersisa segera menghujani monster itu dengan tembakan laser.


"Kenapa tidak mempan?" kata Riki heran.


Hydra mulai menyerang balik, masing-masing kepalanya dapat mengeluarkan serangan berbeda.


Kepala ke-1 : Serangan api.


kepala ke-2 : Serangan angin.


Kepala ke-3 : Serangan tanah.


Kepala ke-4 : Serangan air.


Kepala ke-5 : Serangan petir.


Kepala ke-6 : Serangan asap beracun.


Kepala ke-7 : Sihir serangan es.


Kepala ke-8 : Sihir penyembuh.


Kepala ke-9 : Sihir pertahanan.


"Apa ada cara untuk mengalahkannya?" ucap Riki mulai frustasi.


Setiap kali berhasil menghancurkan satu kepala, kepala tersebut akan tumbuh lagi atau beregenerasi.


Masalah Riki tidak sebatas itu, pasukan wyvern dan monster iblis banteng juga berdatangan untuk membantu bosnya.


"Riki! Kami datang!" teriak Iris yang tiba-tiba datang bersama pasukannya.


"Iris, ini terlalu berbahaya!" ujar Riki memintanya tidak mendekat.


"Riki, apa kamu lupa kalau aku adalah kesatria?" singgung Iris. "Hidup dan matiku adalah untuk melindungi kerajaan. Tapi, saat ini, aku juga ingin melindungimu!"


Riki merasa tersentuh dengan ucapan Iris. "Baiklah, aku bisa serahkan urusan wyvern dan monster lainnya padamu!" ucap Riki.


Kemudian Riki kembali fokus pada monster Hydra yang berada di hadapannya.


"Lala, apakah monster itu memiliki kelemahan?" tanya Riki.


"Kamu harus mengincar kepala yang memiliki kemampuan penyembuhan dan kepala yang memiliki kemampuan pertahanan terlebih dahulu," jawab Lala.


Riki merasa itu adalah hal yang sulit karena kepala lainnya terus melindungi kedua kepala tersebut.


Monster Hydra itu kembali melancarkan serangan beruntunnya dan kali ini robot tempur Alpha-1 yang terkena.


"Tidak! Yamette!" teriak Riki sangat sedih melihatnya hancur.


"Padahal aku sudah menyayangi mereka seperti anakku sendiri," kata Riki terlihat sangat marah.


Riki pun mengepalkan tangannya dan bertekad untuk mengerahkan semuanya.


"Aktifkan serangan penuh kode 45!" ujar Riki penuh amarah.


Fokus beralih ke tempat Alus dan rekan-rekannya yang berada di bangunan mirip hangar pesawat, mereka terkejut melibat semua mata robot tiba-tiba menyala karena sistemnya aktif.


Kembali ke tempat Riki. Puluhan robot tempur sudah tiba di lokasi tersebut dan menunggu perintah selanjutnya dari Riki.


Tidak hanya itu, Mochi dan Gon juga turut dipanggil olehnya.


"Yang penting kelemahannya itu adalah kepalanya. Jadi, aku hanya perlu menghancurkan semua kepalanya sekaligus!" kata Riki sebelum akhirnya memerintahkan semuanya untuk menembak.


Siu!!!!


Siu!!!!


Riki benar-benar menghujani monster Hydra tersebut oleh tembakan laser dan rudal tanpa ampun.


"Berhenti!" kata Riki menyudahi tembakan robot-robotnya.


[Ding! 1.000 Poin Skill telah ditambahkan setelah mengalahkan Hydra]


[ Total : 24.000 Poin Skill]


"Ya ampun! Kamu bukan hanya menghancurkan kepalanya, tapi benar-benar melenyapkannya!" ujar Lala terkejut melihatnya.


Namun, Riki tengah mewek setelah memungut sisa-sisa bagian tubuh dari Alpha 1 dan Alpha 3 yang hancur.


Meski begitu, Iris yang datang menghampirinya setelah mengalahkan lawannya, akhirnya bisa membuat Riki untuk berhenti menangis lebay lagi.


"Sayang! Kabar baik! Setelah Hydra itu kalah, jumlah monster iblis mulai berkurang karena setelah berhenti beregenerasi," teriak Iris langsung memeluknya.


Lala sedikit ilfil melihat ekspresi tuannya yang aneh ketika dipeluk seorang gadis cantik.


"Kenapa aku merasa tuanku semakin tidak waras?" gumam Lala.


Bersambung.