
Gelombang monster iblis telah berhenti setelah Hydra dikalahkan oleh Riki dan robot canggihnya.
Namun, misi Riki di dunia tersebut tiba-tiba dinyatakan telah selesai meskipun ia belum bertemu Raja Iblis.
[Hitung mundur kembali ke dunia utama : 3 jam - 45 menit - 50 detik]
"Apa yang terjadi?" tanya Riki sangat heran.
Posisi Riki sudah berhasil tiba di kastil raja iblis, tapi semua penghuninya sudah tidak ada.
"Saya mendeteksi adanya energi Lilith," kata Lala.
"Mungkinkah ini alasan sistem mulai menghitung mundur?" ujar Riki menyimpulkan situasinya.
"Host, sistem mendeteksi adanya kekacauan di dunia utama!" kata Lala khawatir.
Riki merasa tidak rela untuk kembali, dia masih ingin bermain dengan robot-robotnya.
"Lala, apa yang terjadi selanjutnya setelah aku kembali dan meninggalkan tubuh ini?" tanya Riki.
"Jiwa pemilik tubuh akan kembali dan memulai kembali dari awal," jawab Lala.
"Kenapa begitu? Bukannya aku menjalankan misi untuk merubah kehidupannya?" kata Riki heran.
"Akibat perbuatan Roki, semua menjadi kacau. Meski begitu, Host telah membantu pemilik tubuh kembali ke jalur kehidupannya yang seharusnya," terang Lala.
"Apa maksudnya?" tanya Riki tidak paham.
"Alur kehidupan pemilik tubuh alias Richie harusnya menjadi penyihir jenius yang nantinya dapat mengalahkan raja iblis dan menikahi gadis tercantik di kerajaan, yaitu Iris," jelas Lala.
Jika Roki tidak muncul, peran ini harusnya dilakukan oleh Riki dan misinya baru selesai setelah memasuki hari pernikahannya.
Namun, gara-gara Roki muncul dan Riki juga terlalu berbuat seenaknya, plotnya jadi berubah sehingga ia hanya bisa memperbaiki alurnya saja.
Semua hal yang terjadi selama Riki ada di dunia ini akan diatur ulang dan kehadirannya menjadi seolah-olah tidak pernah ada.
[Hitung mundur kembali ke dunia utama : 2 jam - 05 menit - 02 detik]
"Waktuku semakin berkurang, aku harus memanfaatkannya semaksimal mungkin!" ujar Riki tampak bergegas meninggalkan kastil.
Oh iya nih. Keadaan kastil cukup berantakan, keadaannya seperti telah terjadi pembantaian.
Menurut analisa Lala dan sistem, ini adalah perbuatan Roki yang sengaja ingin merampas kristal sihir milik raja iblis.
Setelah meninggalkan kastil raja iblis, rupanya Riki bergegas menemui Iris untuk terakhir kalinya.
"Iris, ayo ikut aku!" ajak Riki.
"Ke mana?" tanya Iris penasaran.
Riki membawa Iris ke tempat sepi agar bisa berduaan dengannya.
"Host, apa kamu akan melakukan sesuatu yang tak senonoh?" tanya Lala dengan pipi memerah.
"Hei, aku tidak akan melakukan hal seperti itu!" sergah Riki. "Ya kurasa punya sedikit pikiran ingin melakukannya."
"Richie, ada apa? Kenapa kamu malah melamun?" tanya Iris.
"Maaf, barusan ada sesuatu yang sedikit menggangguku," jawab Riki seraya menyentil Lala.
"Host! Aku bukan serangga!" ujar Lala kesal.
"Diamlah! Aku ingin berduaan dulu dengan Iris," sahut Riki, keduanya bicara lewat telepati.
"Pasti mau melakukan yang aneh-aneh!" ujar Lala kesal seraya terbang menjauh.
"Iris, sebenarnya aku..." Belum sempat selesai bicara, Riki malah terganggu oleh pemberitahuan yang muncul.
[Hitung mundur kembali ke dunia utama : 00 jam-05menit-15 detik]
"Kok tersisa lima menit lagi? Perasaan barusan masih tersisa satu jam lebih," gumam Riki heran.
"Haha. Aku sengaja mempercepat waktunya untuk membalasmu, Host!" kata Lala dari jauh.
"Apa yang ingin kamu katakan?" tanya Iris makin penasaran.
"Sudah tidak ada waktu lagi!" kata Riki sambil menarik Iris lebih mendekat dengannya.
Tanpa menahan diri lagi, Riki segera mencium bibirnya Iris dengan penuh kelembutan dan cinta.
Rasanya seperti segalanya berhenti sejenak saat mereka saling menyatu dalam ciuman itu.
Beberapa saat kemudian, Riki melepaskan bibirnya dari Iris dan menatapnya dengan penuh arti. "Aku mencintaimu, Iris."
Iris terdiam sejenak, terkejut dan terharu dengan pernyataan Riki.
Namun, ia juga merasakan kebahagiaan dan cinta yang begitu besar. Ia menggenggam tangan Riki erat.
"Aku juga mencintaimu, Riki. Aku sudah menunggu kata-kata itu dari kamu," ucapnya dengan suara bergetar.
Mereka lalu saling memeluk erat, dan akhirnya waktu Riki telah habis di dunia tersebut.
"Meskipun akhirnya Iris tidak akan lagi mengingatku, tapi aku ingin mengungkapkan perasaanku sebelum pergi," kata hati Riki merasa sedih untuk berpisah.
[Waktu Anda telah habis]
Riki mulai memasuki keheningan dan kesadarannya mengambang di ruang hampa dengan cahaya putih menyilaukan.
Di dalam ruang hampa tersebut, ia mulai melihat kilas balik tentang perjalanannya sejauh ini.
Riki mulai bingung apakah semua itu adalah mimpi atau ingatan tentang perjalanan yang sudah ia lalui.
Keheningan tersebut akhirnya pecah ketika ia samar-samar mendengar suara yang tak asing lagi di telinganya.
"Lia, bangunkan anak itu!" ucap suara tersebut, membangunkan Riki dari ruang kehampaan.
"Apa yang terjadi? Apa aku juga kembali ke titik awal?" gumam Riki heran.
Riki melihat ke sekelilingnya dan teringat bahwa momen tersebut adalah hari di mana ia mendapatkan sistem.
"Ke mana peri Lala?" Riki bingung tidak melihat Lala lagi.
"Riki, apa kamu semalam begadang untuk belajar lagi?" tanya Pak guru Han, terlihat lebih ramah dan lembut.
"Ada apa, Riki? Apa kamu merasa tidak enak badan?" tanya Lia, teman sebangkunya.
Riki masih belum bisa keluar dari kebingungannya, ia melihat sikap orang-orang yang dikenalnya berubah total.
"Pak Han, sepertinya Riki sedang sakit!" ucap Lia.
"Benarkah? Kalau begitu, antar dia ke UKS," jawab Pak Han.
"Baiklah," ucap Lia, kemudian ia menarik tangan Riki untuk pergi ke ruang UKS.
Setiba di ruang kesehatan, mulai memikirkan apa yang sebenarnya terjadi saat ini.
"Bagaiman kondisinya, Pak Yud?" tanya Lia.
"Riki baik-baik saja. Ia hanya kelelahan dan perlu lebih banyak istirahat," jawab Pak Yudi yang memeriksa kondisi kesehatan Riki.
Riki memutuskan untuk istirahat sejenak karena kepalanya memang merasa lumayan pusing.
Beberapa saat kemudian, Riki baru saja bangun setelah ia sempat ketiduran karena sakit kepala.
Ia pun berjalan keluar ruang kesehatan karena kondisinya sudah lebih baik dan kebetulan waktu sudah memasuki jam istirahat.
Namun, Riki terkejut ketika semuanya benar-benar telah terbalik.
"Kenapa posisi laki-laki dan perempuan terbalik?" gumam Riki heran.
Dunianya sudah berubah. Sekarang kaum wanita yang melakukan pekerjaan pria begitu juga sebaliknya.
Sepulang sekolah, Riki mencoba memastikan dengan berjalan-jalan ke beberapa tempat.
Semua wanita memakai pakaian serba hitam dan berlengan tato, sementara para pria memakai baju berwarna-warni dengan aksesoris feminin.
Riki melihat wanita-wanita sedang bekerja di konstruksi, mengangkat barang berat, dan mengendarai truk pengangkut.
Di sisi lain, pria-pria tampak mengurus rumah tangga, mengasuh anak-anak, dan berbelanja di pasar.
Riki merasa sangat bingung dengan perubahan ini. Ia tidak tahu apa yang terjadi dan bagaimana bisa semuanya berubah begitu drastis.
Riki tidak tahu apa yang harus dilakukan. "Bagaimana ini? Aku harus menemukan Lala!" ucapnya panik.
Namun, Riki yang tergesa-gesa malah menyeberang sembarangan dan sebuah mobil tampak akan menabraknya.
"Ah! Tidak!" Mobil tersebut sudah sangat dekat dan Riki tidak akan sempat untuk menghindar.
Bersambung.