Sistem Murid Bodoh

Sistem Murid Bodoh
38 : Menaklukkan sisa menara dengan pasukan robot


[+10 Poin Skill telah ditambahkan]


[+10 Poin Skill telah ditambahkan]


[+10 Poin Skill telah ditambahkan]


[+10 Poin Skill telah ditambahkan]


[+10 Poin Skill telah ditambahkan]


[+10 Poin Skill telah ditambahkan]


[+10 Poin Skill telah ditambahkan]


"Host, lagi-lagi kamu menggunakan cara curang tapi efektif!" singgung Lala.


"Tidak masalah! Aku merindukan dunia lamaku yang normal!" jawab Riki.


Riki hanya membawa pesawat atau markasnya menuju lokasi tower menara, lalu ia mengirimkan pasukan robotnya.


"Tidak ada yang bisa mengalahkan kemajuan teknologi canggih!" ujar Riki sangat bersemangat.


Dia hanya perlu memantau pertempuran robot-robot melalui layar besar di ruang kontrol markasnya.


Riki duduk di kursi yang nyaman di tengah-tengah ruang kontrol. Di depannya, terdapat layar besar yang memantulkan aksi pertempuran antara dua robot canggih.


Riki mengamati dengan penuh antusiasme, karena dia percaya bahwa teknologi adalah kekuatan terbesar yang akan menguasai dunia.


Setelah menggunakan poin skill untuk menjadi ahli teknologi yang brilian, Riki telah menghabiskan waktu dan upayanya untuk menciptakan robot-robot canggih ini.


Dengan sentuhan jenius dan inovasinya, dia yakin bahwa tak ada yang bisa mengalahkan temuan dan kemampuannya dalam mengembangkan teknologi canggih ini.


Pertempuran berjalan dengan cepat dan menegangkan. Robot-robot yang diciptakan Riki menyerang monster iblis di menara dengan kecepatan dan ketepatan yang luar biasa.


Merekalah perwujudan teknologi Riki yang paling maju, yang dirancang untuk menaklukkan musuh-musuhnya dengan sempurna.


Melalui layar besar di hadapannya, Riki bisa melihat seberapa efektif teknologi yang dia ciptakan.


Dia merasa bangga dan puas melihat robot-robotnya beraksi. Setiap strategi dan fitur yang dia kembangkan ternyata berhasil.


Namun, saat pertempuran semakin berlanjut, sesuatu yang tak terduga terjadi.


Monster bos yang sebelumnya sempat terpojok, tiba-tiba mengeluarkan serangan balasan yang tidak terduga.


Robot-robot Riki mengalami kerusakan serius, dan beberapa bahkan hancur berkeping-keping di medan perang.


"Itu monster bos dari menara terakhir dan ia telah mengaktifkan mode berseker. Kamu harus turun tangan langsung!" kata Lala.


Riki akhirnya harus turun tangan dan segera mengenakan kostum armor besinya yang canggih.


"Baiklah, ayo habisi monster iblis itu!" ujar Riki dengan semangat. Ia segera melangkah maju menuju menara terakhir yang menjadi tempat monster tersebut berada.


Sesampainya di dalam menara, Riki melihat monster bos yang sangat kuat berdiri tegak di tengah ruangan. Monster itu memiliki tubuh besar dan kuat, dengan kulit berwarna hitam pekat dan taring yang tajam. Matanya berapi-api, menunjukkan kemarahan dan niat jahat yang kuat.


Riki menghadapi monster bos tersebut dengan penuh kesiapan. Ia mengaktifkan setiap fitur yang ada di kostum armornya, menghasilkan pakaian pelindung yang terbuat dari logam yang sangat kuat. Pedang panjang Riki juga telah diisi dengan tenaga magis yang kuat.


"Kamu tidak akan bisa menghentikanku, monster!" seru Riki sambil menunjukkan pedangnya kepada monster bos tersebut.


Monster itu mengeluarkan suara menggertakkan gigi dan melepaskan serangan pertamanya.


Riki dengan sigap menghindari serangan itu dan langsung membalasnya dengan pukulan bertubi-tubi menggunakan pedangnya.


Monster bos tersebut menjawab dengan serangannya sendiri, melontarkan serangan api dan energi yang menghantam ke arah Riki.


Namun, Riki tidak kendur. Ia menghindari setiap serangan monster dengan keahlian dan kemampuan tempurnya yang tangguh. Ia terus menyerang monster itu dengan pukulan dan sayatan yang kuat, berusaha melemahkan monster tersebut.


Saat pertarungan semakin sengit, Riki merasakan energinya mulai menipis.


Namun, tekadnya tidak goyah. Ia tahu bahwa harus ada cara untuk mengalahkan monster bos tersebut.


Dengan konsentrasi yang tinggi, Riki mencoba mengingat kembali pertarungan-pertarungan sebelumnya dan mencari celah kelemahan monster itu.


Setelah beberapa saat, Riki melihat tanda-tanda kelemahan pada tubuh monster bos itu. Ia segera merumuskan rencana serangan terakhirnya.


Dengan mengumpulkan semua tenaganya, Riki melontarkan serangan terbesar yang ia miliki, mendaratkan pukulan keras ke titik kelemahan monster bos tersebut.


Monster itu mengeluarkan teriakan yang keras, menandakan bahwa serangan Riki berhasil menghancurkannya. Monster bos akhirnya jatuh tak berdaya ke lantai, tak bernyawa lagi.


[+100.000 Poin Skill telah ditambahkan]


[Total : 1.000.000 Poin Skill]


"Semua menara sudah ditaklukan, tapi kenapa dunia ini belum berubah?" tanya Riki heran.


Lala menjawab dengan hati-hati, " Jangan Lupa tentang Roki, versi alternatif dari dirimu, Riki. Sekarang dia di dimensi lain dan memiliki kekuatan yang sangat besar. Mungkin, untuk mengubah dunia ini, kita harus mengalahkan Roki."


Baru saja Riki berniat untuk mencarinya, Roki justru sudah muncul untuk menyerangnya duluan.


"Ternyata aku salah menilaimu. Harusnya aku tahu kalau kau sebagai versi dari diriku yang lain, pasti sangat cerdas sepertiku!" kata Roki sedikit memuji.


Pertarungan antara Riki melawan kembarannya, Roki dari dimensi lain, akhirnya tak terhindarkan.


Roki memiliki kemampuan yang menyulitkan karena bisa menggunakan portal dimensi untuk menyerangnya.


Tampak Riki terus mencoba untuk mengantisipasi serangan Roki. Setiap kali Roki membuka portal dimensinya, Riki dengan cepat bergerak untuk menghindari serangan tersebut.


[100 Poin Skill telah digunakan]


Dia mengerti bahwa jika terkena serangan dari dimensi lain, dampaknya bisa sangat merugikan dirinya.


Namun, Riki menyadari bahwa menghindari serangan tidaklah cukup. Dia juga harus mampu melawan dan melumpuhkan Roki.


Dengan ketajaman penglihatan dan kecepatan gerakan yang dimilikinya, Riki berusaha untuk menemukan celah dalam pertahanan Roki.


[100 Poin Skill telah digunakan]


[100 Poin Skill telah digunakan]


[100 Poin Skill telah digunakan]


Roki terus memanfaatkan portal dimensi untuk melepaskan serangan-serangannya.


Roki meluncurkan serangan-serangan yang sulit diprediksi, dengan mengubah arah dan elemennya dalam sekejap.


Pertarungan mereka berlangsung di udara telat di atas tower menara terakhir yang perlahan runtuh.


[100 Poin Skill telah digunakan]


[100 Poin Skill telah digunakan]


Riki dengan cermat melihat pola serangan Roki dan menemukan celah untuk melawan balik.


Dengan pukulan yang presisi dan gerakan yang lincah, Riki mampu memanfaatkan kejutan dan kebingungan yang ditimbulkan oleh serangan Roki melalui portal dimensinya.


[100 Poin Skill telah digunakan]


[100 Poin Skill telah digunakan]


Seiring berjalannya pertarungan, Riki semakin mengerti pola dan kebiasaan Roki, memungkinkannya untuk mengambil keuntungan dan membalas serangan Roki dengan serangan yang tak terduga.


[100 Poin Skill telah digunakan]


[100 Poin Skill telah digunakan]


[100 Poin Skill telah digunakan]


[100 Poin Skill telah digunakan]


Pertarungan ini berlangsung cukup lama, tetapi akhirnya Riki berhasil menumbangkan Roki.


Kecekatan, ketajaman, dan ketekunan Riki memberikan kelebihan baginya dalam menghadapi penggunaan portal dimensi oleh Roki.


"Pertarungan ini tidak terlalu sulit karena aku dapat memahami pemikiran Roki," ucap Riki bernapas lega.


Namun, sosok iblis wanita bernama Lilith tiba-tiba muncul.


"Riki, aku punya penawaran bagus untukmu," ucapnya ketika ia muncul.


"Tidak! Jangan dengarkan dia, Riki!" ujar Lala.


Bersambung.