Sistem Murid Bodoh

Sistem Murid Bodoh
40 : S1 tamat.


Riki tersentak bangun dan kembali berada di dalam situasi yang berulang kali terulang, yaitu ketiduran dalam kelas.


Ketika gurunya hendak berteriak untuk membangunkannya, Riki sudah bangun duluan dan berjalan keluar kelas.


"Mau ke mana?" tanya Pak Han heran.


"Saya kebelet, Pak," jawab Riki.


Riki terlihat linglung, dia bingung apakah semua yang telah ia alami itu hanya sebuah mimpi?


Lala, Sistem, Roki, dunia lain, semua menjadi membingungkan dan samar-samar dalam pikirannya.


Riki telah kembali ke dunia normal sepenuhnya. Tidak ada lagi sistem, misi, ataupun pemberitahuan tentang poin skill.


Ketika memasuki jam istirahat, ia rebahan di tempat favoritnya dan Lia juga datang menghampirinya.


"Riki, apa kamu sedang banyak masalah? Kenapa kamu terlihat tidak fokus sejak di kelas tadi?" tanya Lia khawatir.


"Apa ini dejavu?" gumam Riki.


Lagi, dia merasakan bahwa obrolannya dengan Lia pernah terjadi sebelumnya, tapi kapan?


Pada saat itu juga Otto muncul lagi dan mencari masalah dengannya.


Otto kembali mengoceh dan menantangnya, tapi Riki benar-benar mengabaikannya.


"Riki, kalau kamu laki, lawan aku!" tantang Otto, tapi Riki hanya mengabaikan dan berjalan melewatinya.


Otto yang kesal akhirnya menarik Riki dan langsung memukul wajahnya dengan penuh amarah.


Namun, Riki tidak membalas atau marah, ia malah terlihat seperti tidak peduli sama sekali.


Akhirnya Otto hanya melepaskannya dan tidak ada keinginan lagi untuk memarahinya ketika melihat keadaannya Riki yang seperti itu.


Meski begitu, aksinya memukul Riki di sekolah tersebut segera dilaporkan oleh Lia pada Pak Han dan ia pun mendapat hukuman dari pihak sekolah.


Dalam benaknya, Riki sudah yakin bahwa semua yang terjadi tentang sistem dan lainnya itu hanya mimpi.


"Bodohnya aku! Kenapa aku berpikir semua hal tidak masuk akal seperti itu beneran terjadi?!" pikir Riki.


Riki mulai beranggapan bahwa itu hanyalah mimpi yang disebabkan hobinya yang suka membaca cerita fiksi.


Sepulang sekolah, Riki kembali merasakan perasaan dejavu ketika muncul pria gempal datang untuk membeli mie ayam.


Orang tuanya memang membuka usaha jualan mie ayam karena rumah mereka di pinggir jalan.


Ketika mie ayam sudah disajikan di meja pria gempal itu, Riki segera menegurnya agar tidak memakannya.


"Kenapa?" tanya pria gempal tersebut.


"Bang Smile, aku lihat mienya dikasih kecap asin lagi oleh ayahku. Jadi, rasanya bakalan asin," jelas Riki.


Ibunya sudah membumbuinya, tapi ayahnya tidak tahu dan membumbui mienya lagi.


"Eh, kenapa kau tahu namaku?" kata pria tersebut heran.


Namun, pria bernama Smile itu tetap penasaran dan akhirnya mencicipi mie ayamnya.


"Busettt!! Beneran asin!" ujarnya sambil mengeluarkan kembali mie yang sudah dimasukan mulutnya.


Untungnya pria gempal berpenampilan sangat kaya anak geng jalanan itu tidak marah karena sudah Riki peringatkan sebelum memakannya.


"Sayang, apa kamu menambahkan bumbunya lagi ketika aku lagi mengambil sumpitnya?" tanya Ibunya pada suaminya, ayah Riki.


Akhirnya mereka membuatkan yang baru untuk mengganti mie ayam yang asin tersebut.


Samar-samar Riki teringat bahwa sebelumnya pernah bertarung dengan pria gempal tersebut.


Namun, lagi-lagi Riki hanya menganggapnya sebagai dejavu.


Karena tidak terjadi masalah apapun, seperti orang marah-marah, atau ada sistem yang membuatnya jadi jago masak, Riki pun hanya kembali ke kamarnya saja.


Di kamar, Riki langsung rebahan tanpa mengganti pakaian seragam sekolahnya terlebih dahulu.


Rasanya hening, hampa, dan seperti ada yang hilang.


Riki merasa pada saat ia bermalas-malasan begini harusnya ada yang mengomeli dia, tapi siapa?


Karena bosan, Riki akhirnya membuka aplikasi novel yang biasa dia baca sebelumnya.


Kemudian, ia heran menemukan cerita novel yang sebelumnya tidak ada di akunnya.


"Kapan aku pernah cerita ini?" kata hati Riki heran.


Akhirnya Riki mulai membaca novel berjudul 'Sistem Murid Bodoh' tersebut karena penasaran.


"Tulisannya kacau, alurnya kagak jelas, dan terlalu banyak hal yang nyeleneh!" ujar Riki setelah selesai membacanya.


Meski begitu, semua alur dalam cerita novel tersebut membuat ingatan yang samar-samar itu mulai menjelas.


"Apa yang terjadi kalau aku tertarik?" kata Riki penasaran.


Dari layar hapenya tiba-tiba muncul portal dimensi dan ada sebuah tangan menariknya masuk ke dalam.


"Jika kamu tertarik, tentu saja kamu akan bertemu aku lagi!" ucap sosok yang menariknya masuk, yang ternyata adalah Shin Yun'er.


Ternyata Riki bertemu lagi dengan Yuer, gadis dari dunia dewa.


"Jadi ini maksud Lala kalau aku bisa bertemu denganmu lagi?" kata Riki teringat dengan ucapan Lala.


"Eh? Lala?" Riki mulai mengingat semuanya lagi.


"Apa kamu merindukan Lala?" tanya Shin Yu'er.


Riki benar-benar bingung. Dia tidak tahu lagi tentang situasinya saat ini. Kenapa ia bertemu gadis naga ini lagi? Dan apa yang terjadi setelah ia berhasil mengalahkan Roki dan Lilith?


Melihat kebingungan Riki, Shin Yu'er segera menjelaskan apa yang sedang terjadi.


"Riki, dirimu yang di sini hanyalah kloningan!" jelas Shin Yu'er.


"Hah? Lalu, bagaimana dengan diriku yang asli?" tanya Riki terkejut.


"Tenang saja, apa yang terjadi pada dirimu di sini akan sampai kepada dirimu yang asli, tapi sebagai mimpi," lanjut Yu'er.


"Terus, kenapa kau mengkloning diriku dan membawaku ke sini? Tempat apa ini?" tanya Riki bingung.


"Aku akan jelaskan, tapi sebelum itu, aku ingin tanya apakah kamu ingin bertemu dengan Lala lagi?" tanya Yu'er.


"Tentu.. tentu aku ingin bertemu lagi dengannya!" kata Riki yang ternyata sangat merindukannya.


"Haha. Kamu beruntung, aku berhasil membawa sisa-sisa jiwa Lala juga ke dunia ini," kata Yu'er.


"Memangnya ini dunia apa? Di mana Lala?" tanya Riki tak sabar.


"Satu satu dong nanyanya!" jawab Yu'er.


Yu'er pun mulai menjelaskan bahwa dunia ini adalah dunia buku dan dunia dewa juga sebenarnya adalah dunia buku.


Kemudian, Riki diberi kesempatan untuk memperbaiki setiap alur cerita yang kacau di dunia buku.


Dia akan mendapat sistem seperti sebelumnya dan juga akan ditemani oleh Lala.


"Saya akan memberimu kesempatan untuk melakukan petualangan lagi dengan Lala. Juga, kali ini, petualanganmu tidak akan mengganggu dunia nyata karena hanya terjadi di dunia buku. Ini semua adalah hadiah untuk Riki setelah berhasil menyelamatkan dunia dari kehancuran," jelas Yu'er.


Secara teknis, ini mirip seperti berpetualang di dunia mimpi. Meski begitu, semua makhluk di dunia buku juga hidup. Jadi, Riki harus menghargai dan tidak sembarang melakukan hal yang dapat merenggut nyawa mereka.


Namun, yang paling penting, Riki dapat bertemu dengan Lala lagi.


"Baiklah, aku setuju!" kata Riki sangat senang.


[Ding] [Sistem Aktif]


[Transfer berhasil]


Riki pun segera membuka mata dan ia kembali ke dunia cerita sihir.


Dunia tersebut mirip dengan dunia sihir saat ia bertemu dengan Roki untuk pertama kalinya.


"Host!" panggil Lala langsung memeluknya.


"Lala!" jawab Riki, sangat senang dan terharu dapat bertemu dengan Lala lagi.


Setelah saling melepas rasa rindu, Riki akhirnya mulai mencari tahu tentang dunia sihir tersebut.


"Dunia ini memang mirip dengan dunia itu. Tapi, di sini kamu tidak akan menemui Irish lagi dan orang-orangnya juga berbeda," jelas Lala.


Riki tersenyum, "Apa monster iblis juga ada?" tanyanya.


"Monster dan iblis memang ada, tapi murni hanya sebuah makhluk yang sesuai dengan cerita fantasi," jawab Lala.


Jadi, monster-monster di sini tidak ada pengaruh dari Roki dan Lilith sehingga mereka terbilang normal.


Keganasan, kekuatan, dan lainnya, hanya seperti monster yang ada pada cerita-cerita fantasi umumnya.


Riki juga mendapat sistem dan poin skill, itu juga murni untuk meningkatkan kemampuan dan kekuatannya saja.


Intinya, meskipun ada misi untuk merubah alur cerita, itu tidak menjadi prioritas utama.


Sebenarnya, daripada disebut misi, itu lebih tepat disebut kuasa untuk mengubah cerita yang ada di dunia ini.


Riki memiliki banyak pilihan, seperti ikut alur cerita utama, atau hanya menjadi karakter tambahan alias figuran saja.


"Aku ingin menjadi karakter figuran saja!" pilih Riki.


...***S1 tamat***...