Simpanan Pria Arogan

Simpanan Pria Arogan
Apakah Kau Mencintaiku?


***


"Karena kau sudah jauh-jauh datang kesini dan mengatakan hal yang sangat manis ditelinga ku, aku tidak akan melepaskan kesempatan emas ini," bisik Winston melepaskan ikatan rambut Luna.


"Kau sedang menggodaku kan sekarang? masalah Nixon akan aku lupakan sesaat. Saat ini aku harus fokus memuaskan mu, agar kau tidak akan selingkuh dengan siapapun lagi," bisik Winston sembari menggendong Luna ke kasur.


"Winston, bisakah kita tidak melakukannya dulu? aku datang kemari memang murni karena merindukan kamu saja. Aku sedang tidak menggodamu," Luna mencoba menghentikan Winston yang sudah melepaskan bajunya itu. Karena memang Luna sungguh tidak berniat menggoda Winston, dia hanya merasa sangat merindukan Winston saat ini.


"Tidak bisa, aku pasti sudah membuatmu ketagihan akan hal ini. Aku sangat yakin dengan hal itu, buktinya ucapan dan reaksi tubuhmu sungguh berbeda," goda Winston membisik sembari mencium Luna dari mata, turun ke pipi dan berakhir di bibirnya.


"Winston, ahhh, apakah kau mencintaiku?" tanya Luna ditengah kegiatan panas yang mereka berdua sedang lakukan.


"Cinta? aku tidak tahu, tapi jika perasaan yang ada dalam diriku ini disebut cinta maka mungkin iya, aku sudah mencintai mu. Baiklah sudah cukup berbicaranya sayang, mari kita fokus untuk hal ini dulu, aku ingin kita menikmatinya bersama," ucap Winston langsung menutup mulut Luna dengan ciuman agar Luna tidak berbicara lagi.


Saat ini, Winston sangat menikmati olahraga panas itu. Karena kebahagiaan yang meluap-luap, dia sungguh mencurahkan segala perasaannya pada setiap sentuhan dan tindakan yang ia lancarkan terhadap Luna.


Setelah beberapa jam akhirnya merekapun menghentikan kegiatan itu.


***


"Sayang, saat kau bersama dengan Nixon apa yang dia ucapkan padamu? sampai dia memeluk kamu seperti itu?" tanya Winston sembari mengelus wajah Luna yang berada di hadapannya itu.


"Dia mengatakan bahwa aku mengingatkannya dengan seseorang yang sedang ia cari, aku, aku juga langsung menampar dia kok saat dia tiba-tiba memelukku," jelas Luna sejujur-jujurnya pada Winston. Dia sudah tidak ingin Winston salah pahaman padanya.


"Kenapa kau sangat tidak bisa diatur Luna? kau belum kenal baik dengan Nixon, bagaimana jika dia berbuat hal yang jahat padamu? kau selalu saja membuatku khawatir!" ketus Winston memandangi Luna yang sedang tertunduk itu.


"Maafkan aku Winston, aku berjanji tidak akan sembarangan bertemu dengan orang lain lagi, termasuk Nixon," jawab Luna menunduk.


Sekarang Luna sudah melupakan niatnya untuk berpisah dari Winston, Luna merasa menjalin hubungan dengan Winston tidaklah buruk. Apalagi sekarang sepertinya Luna sudah tidak bisa jauh dari Winston.


Luna ingin sepenuhnya percaya dan menurut, perjalanan berliku-liku yang mereka lalui sudah cukup menguatkan hubungan mereka.


***


"Winston, mengenai ibumu, bagaimana jika semua kejadian memilukan itu bukan salah ayahku malah hal itu bersumber dari aku? apakah kau akan menceraikan aku? apakah kau akan membenciku?" Luna bertanya dengan pelan, dia ingin menceritakan semuanya pada Winston. Semua yang dikatakan pamannya untuknya.


Mendengar hal itu membuat Winston keheranan. Dipandangi nya wajah Luna dengan lekat.


"Sayang, apakah kau ingat saat kau hilang dibawa oleh Rendi? saat itu aku sadar, saat ini hal yang paling menakutkan bagiku adalah kehilangan dirimu. Jadi sebenarnya tentang kematian ibuku dan tentang masa lalu mu sekarang tidak masalah lagi bagiku."


"Selama kau tidak meninggalkan aku, selama kau tetap berada di sisiku, aku tidak akan menceraikan mu ataupun melepaskan mu. Jika kau berada di sisiku aku yakin bisa melalui semuanya," Winston berbicara dengan lembut sembari memeluk Luna di dalam pelukannya.


Mendengar hal itu sungguh membuat Luna terharu, ternyata selama ini dia bersama dengan orang yang tepat. Ternyata selama ini dia disayangi oleh orang yang tepat.


Karena Luna sudah memutuskan tidak akan merahasiakan apapun lagi dari Winston, dia pun menceritakan seluruh kisah yang ia alami. Tentang ingatannya yang hilang, juga tentang kasus ayahnya.


Luna juga memutuskan untuk mencari cara untuk mengembalikan ingatannya yang hilang itu, Luna merasa tetap harus mengungkapkan kebenaran melalui ingatannya itu.


***


Winston tidak ingin hal itu membebani Luna, biarlah masa lalu itu dilupakan, lebih baik memikirkan masa depan saja.


"Aku juga sempat berpikir seperti yang kau ucapkan, tapi setelah aku pikirkan kembali, pelaku dari semua kekacauan ini mungkin sedang bahagia dan melupakan dosanya. Aku hanya ingin tahu siapa pelakunya, masalah yang lain akan aku pikirkan lagi nanti," balas Luna memberikan penjelasan, mengapa dia sangat ingin mengembalikan ingatannya itu.


"Baiklah jika itu yang kau inginkan, aku akan membantu mu mencarikan dokter yang paling bagus untuk mengingat kembali ingatan mu yang hilang," ucap Winston sembari mencium dahi Luna.


Saat ini, mereka berdua berbicara seperti pasangan normal pada umumnya. Winston juga sudah sedikit berubah, sifat arogansi dan possesive nya sedikit demi sedikit ia kesampingkan jika bersama dengan Luna.


Bagi Winston Luna sama seperti penyihir, karena Luna berhasil menyihir Winston dan mengendalikan perasaannya. Saat ini yang paling penting bagi Winston hanyalah Luna seorang.


***


Keesokan harinya di rumah sakit.


Hari ini Luna sudah memiliki janji bertemu dengan dokter spesialis yang dipilihkan oleh Winston untuknya, dia ingin cepat mengetahui cara mengingat kembali ingatan yang sudah hilang.


"Dok, jadi apakah ada cara untuk mengembalikan ingatanku kembali?" tanya Luna kepada dokter yang sedang berkonsultasi dengannya itu.


"Hmmmm, Ibu Luna, untuk hal ini tidak bisa dipastikan Ibu. Karena memang ingatan yang hilang itu juga sudah terjadi sangat lama. Tapi kita akan mencoba sebaik mungkin, Namun untuk hasil akhirnya tergantung pada kemampuan otak Ibu Luna sendiri," jelas dokter itu pada Luna.


Karena memang jika ingin mengembalikan ingatan itu butuh waktu yang sangat bervariatif, bisa sangat cepat juga bisa sangat lama. Jadi membutuhkan kesabaran yang ekstra. Terkadang bisa juga ingatannya tidak akan kembali, tergantung kondisi pasien.


Hal itu disanggupi oleh Luna, dia memang sangat ingin mengembalikan ingatannya yang hilang itu. Dia ingin mengetahui kebenarannya dibalik semua rahasia yang belum terungkap itu.


Sesuai persetujuan Luna, mereka pun melakukan percobaan pertama untuk mengembalikan ingatan Luna, yaitu melakukan hipnotis dan menanyakan Luna dari alam bawah sadarnya. dokter itu percaya ingatan di otak memang bisa dilupakan sementara tapi, alam bawah sadar akan tetap mengingat dan mengatakan segalanya.


Di kantor Winston.


***


Hari ini Winston sedang dalam mood yang sangat bagus, saat Luna berinisiatif datang sendiri ke mansionnya membuat Winston sangat bahagia. Winston sangat yakin jika Luna sudah jatuh hati padanya.


Semua kegiatan kantor seperti meeting berjalan dengan sangat lancar, sekarang semuanya terlihat sangat indah bagi Winston. wajahnya sangat berbinar sedari tadi saat sampai di kantor.


"Rean, apakah kau tahu apa itu cinta?" tanya Winston dengan senyum yang sangat merekah diwajahnya.


"Emmmm, aku, emmm, sepertinya tidak Bos," jawab Rean kebingungan. Sejak kapan bosnya ini membicarakan hal-hal seperti cinta kepadanya. Padahal dulu Winston sangat membenci hal itu.


"Tentu saja kau tidak mengetahuinya, kau harus mulai mengencani seorang gadis mulai sekarang. Rasanya tidak terlalu buruk," balas Winston sembari berpangku tangan tersenyum kearah Rean yang berada di hadapannya itu.


"Ehem, na ... nanti akan saya pertimbangkan Bos, saya kesini mau melaporkan perihal perusahaan Wira. Besok Lusa kita ada pertemuan dengan Wira Hermanto disitu kita akan melakukan puncak rencana kita. Untuk sisanya serahkan saja pada saya dan Sean," ucap Rean dengan serius. Karena memang tujuannya hari ini menjumpai Winston adalah untuk membicarakan perihal penghancuran Wira Hermanto.