Simpanan Pria Arogan

Simpanan Pria Arogan
Hukuman


***


"Win ... Winston, kumohon lepaskanlah dia, dia sungguh belum menyentuhku sama sekali, ini semua adalah rencana dari Hani. Adik sepupuku."


Ucap Luna gemetaran saat melihat pria itu sudah lemas dan tergeletak tak berdaya.


"Sial! wanita sialan itu, ternyata peringatan ku belum cukup untuk nya ya? kita lihat saja bagaimana aku akan mengurusnya!" decak Winston geram dan melemparkan gelas berisi wine yang berada ditangannya.


"Buang dia keluar, jangan pernah lagi biarkan dia muncul dihadapanku!" perintah Winston pada anak buahnya untuk membawa pria itu keluar.


"Sayang, apakah kau sudah lihat? itulah akibat dari perbuatanmu tadi malam, bukankah aku sudah mengatakan padamu jika kemana pun kau pergi, kau harus mengabari ku?


Kenapa kau bisa berada di hotel malam itu?"


Sekarang Luna yang di interogasi oleh Winston.


"Ma ... maafkan aku Winston, tapi aku sudah mencoba menghubungi mu. Tetapi tidak bisa tersambung, jadi aku menghubungi Rean.


Aku kira dia sudah memberitahukannya padamu. Malam itu aku hanya ingin menyanggupi permintaan dari Hani, karena katanya dia ingin meminta maaf padaku."


Luna menjawab sejujur mungkin, dia merasa sudah tidak dapat menutupi apapun dari Winston lagi.


"Sial, kenapa Rean tidak memberitahu aku? lihat saja akan ku potong bonusnya tahun ini!" decak Winston merasa kesal pada assisten nya itu.


"Sayang, kau sepertinya harus belajar bela diri. Aku akan mendaftarkanmu besok, dan kau tidak bisa menolak. Bagaimana mungkin kau dengan bodohnya bisa masuk kedalam perangkap seseorang!" ketus Winston pada Luna, sungguh kemarahannya belum juga padam. Padahal barusan dia sudah memberikan pelajaran pada pria yang mau menodai Luna.


"Sayang, apakah kau takut padaku? kalau ingin takut sepertinya sudah terlambat. Aku tidak akan melukaimu, dan tidak akan mempertontonkan hal seperti tadi jika kau menurut padaku." Winston sekarang sedang berjalan kearah Luna duduk.


Ditariknya Luna agar duduk di pangkuannya. "Jadi sayang kedepannya kau harus lebih hati-hati, aku tidak pernah main-main saat mengatakan aku bisa melakukan hal yang di luar bayanganmu jika kau membuatku marah." Bisik Winston pada telinga Luna.


"Kau sudah mengertikan sekarang?" Winston memang sengaja menghukum Luna dengan cara ini. Dia ingin Luna lebih berhati-hati kedepannya, karena tidak mungkin Winston bisa menyelamatkan Luna setiap saat. Jadi menurut Winston, Luna harus diberikan sedikit penekanan. Agar Luna lebih bisa menjaga dirinya sendiri.


Mendengar bisikan dari Winston sungguh membuat Luna ketakutan dan merinding, yang bisa ia perbuat sekarang hanyalah menyanggupi permintaan dari Winston.


Saat melihat Luna mengangguk membuat Winston merasa puas.


"Sayang kau terlihat sangat menggemaskan saat menjadi penurut. Gadis baikku memang harus menjadi gadis yang penurut, jika kau terus menuruti aku, aku akan memberikan segalanya padamu." Ucap Winston sembari memeluk Luna dalam dekapannya.


"Sayang, apakah kau masih ingat cara bermain yang tadi malam? aku sangat suka permainan mu. Sangat liar dan menggoda." Goda Winston pada Luna yang sedari tadi sedang ketakutan..


"APA? enak saja, aku tidak mau! tapi aku takut menolaknya huhu. Berfikir lah Luna, gunakan otakmu untuk menolak permintaan si mesum ini." Gumam Luna dalam hati.


"Sayang, Bisakah kita tidak melakukannya dulu? aku masih merasa syok atas kejadian tadi malam, dan juga badanku terasa ngilu dan pegal." Balas Luna dengan ekspresi paling menggemaskan yang ia miliki.


"Cih, sial! kenapa dia imut sekali? ingin ku makan dia saat ini juga. Tapi tahan Winston, dia bilang badannya sedang pegal, jangan memaksanya dulu." Gumam Winston dalam hati.


"Bagian yang mana yang pegal sayang? akan aku berikan kau service terbaik ku." Goda Winston sembari memberikan senyuman nakalnya, tangannya pun sudah menjelajah kemana-mana.


"Tidak ... tidak ... tidak usah! istirahat sebentar saja pasti sudah sembuh." Balas Luna secara spontan.