Simpanan Pria Arogan

Simpanan Pria Arogan
Malam Panas ( II )


Di hotel X.


Anggota Geng Lou dan Winston sedang berkumpul merayakan kerjasama antara Winston dan Lou, disana juga ada Rena yang sedang menggandeng mesra Lengan Winston.


"Nak Winston, aku sangat bahagia sekarang. Ternyata kau akan menjadi menantuku, aku yakin bisnis kita akan makin besar kedepan nya." Ucap Lou sembari menyodorkan segelas Minuman pada Winston.


"Haha, Tuan Lou benar sekali, aku sudah sangat tidak sabar menantikan apa yang akan terjadi selanjutnya." Respon Winston sembari memberikan senyuman palsu pada Lou dan putrinya Rena, dan juga menerima minuman yang disodorkan oleh Lou.


Disalah satu ruangan Hotel.


"Jangan mendekat! jika kekasih ku tahu, maka kau akan dibunuh olehnya." Sungguh, Luna sekarang sedang sangat tidak berdaya akibat obat yang telah Hani berikan padanya.


"Haha, mulutmu ternyata masih bisa berbicara juga yah, apakah kau tahu jika kau sangat cantik? sungguh membuatku bergairah." Respon Pria itu hendak mendekati Luna yang sedang bergerak mundur ke tepian kasur.


"Jangan mendekat! sudah kukatakan, jika kekasihku tahu maka kau akan dihabisi oleh nya." Sungguh Luna sedang sangat ketakutan.


"Haha! memangnya kau pikir kekasihmu masih mau padamu, jika malam ini kau kunodai dan videonya kusebarkan di media sosial? dia pasti akan mencampakkan mu, dan merasa jijik padamu!" jawab pria itu dengan sinisnya sembari menanggalkan pakaian yang ia kenakan.


"Tidak ... tidak ... tidak, benar saja, jika Winston mengetahui hal ini, apa yang akan terjadi? Luna tahu jika Winston sangat menginginkan dirinya, dan jika Luna sudah ternodai apakah yang akan Winston perbuat?"


Sesaat setelah pria itu mendekati Luna dengan tatapan buas, Luna terperanjat kaget, dia sangat Lemah. Diraihnya apapun yang dapat ia raih, di lemparkannya ke arah pria itu. Tetapi, tidak juga pria itu menghentikan aksi nya, malah semakin buas.


Sampai pada satu titik, Luna dapat meraih satu beda tumpul yang keras diatas meja dekat kasur, dan Luna segera menghantamkan benda keras yang ia dapat ke kepala pria bejat itu dengan sangat keras.


Hal itu sontak membuat pria itu kesakitan dan tidak sadarkan diri. Dari kepalanya bercucuran darah yang banyak sekali. Tapi, Luna tidak menghiraukannya, Luna segera menyelamatkan dirinya sembari berjalan tertatih keluar ruangan.


Lou yang tadi sedang pergi ke luar, melihat seorang gadis yang begitu cantik sedang berjalan dengan begitu lemah. Disuruhnya anggotanya mengambil gadis itu untuk membawakannya pada dirinya.


Luna yang merasa sangat kepanasan dan lemah akibat reaksi obat dalam tubuhnya tidak bisa berbuat banyak.


Lou segera membawa Luna ke ruangannya tadi, dia merasa sangat beruntung, malam ini mendapatkan gadis yang cantik.


"Mari sayang, masuk keruangan ini. Nanti akan kulepaskan kau dari penderitaan mu." Ucap Lou pada Luna.


"Tolong ... tolong aku." Hanya itu yang terucap dari mulut Luna.


Samar-samar Winston mendengar suara perempuan yang ia kenali, dan betapa terkejutnya Winston saat mendapati Luna sedang dipapah oleh Lou masuk ke ruangan mereka. Dan wajah Luna terlihat sangat pucat, badannya terlihat begitu lemah dan ada darah dibibirnya.