Simpanan Pria Arogan

Simpanan Pria Arogan
Kehancuran Urek Heit


***


Malam sebelum pemilihan.


Sekarang Urek sedang berkumpul dengan semua sanak saudaranya dan beberapa rekan bisnis dan juga beberapa wartawan. Mereka melakukan perjamuan makan di sebuah kapal pesiar yang sangat mewah.


Urek begitu percaya diri bahwa dia akan memenangkan pemilihan itu, jadi dia melakukan perayaan itu.


"Halo semuanya, saya sangat tidak menyangka jika besok saya akan mencalonkan diri menjadi seorang presiden. Saya berjanji akan menjadi pemimpin yang hebat dan akan membawa negara ini ke masa depan yang lebih cerah," ucap Urek dalam pidatonya.


Tentu saja pidatonya disambut meriah oleh orang-orang yang berkumpul disitu.


semua bertepuk tangan, melihat itu memberikan sebuah kebanggaan tersendiri bagi Urek.


Urek tidak tahu jika acara perayaan kali ini merupakan bagian dari rencana Winston. Tentu saja peranan Nixon dalam rencana ini hanyalah sebagai mata-mata.


Urek yang sedang sibuk oleh perayaan di kapal pesiar yang mengambang di perairan itu akan memberikan Winston waktu untuk melancarkan aksinya.


Winston sudah melakukan Perjumpaan pers sendiri di sebuah gedung. Perjumpaan itu dihadiri oleh para petinggi negara yang sudah diatur oleh Rean, juga beberapa saksi yang sudah di atur oleh Sean.


"Jadi saya melakukan perjumpaan pers ini adalah untuk mengungkapkan kejahatan seseorang. Seseorang yang sudah mengambil nyawa ibuku, seseorang yang begitu bejat yang juga suka menyiksa anak kecil!" tegas Winston dengan suara yang lantang dihadapan semua para audiens yang hadir.


Apalagi para pejabat petinggi negara yang diundang itu, mereka begitu terkejut.


Semua orang menjadi sangat ricuh, apalagi para wartawan sudah menanyakan banyak sekali pertanyaan.


"Disamping itu dia juga merencanakan sebuah rencana yang sangat besar! setelah dia nanti terpilih menjadi presiden dia akan melancarkan bisnis-bisnis ilegal juga pembangunan bangunan-bagungan juga pabrik-pabrik di daerah yang sudah di lindungi! dia berencana menghancurkan negara ini dan memperkaya dirinya sendiri!" tegas Winston lagi yang membuat para orang-orang yang hadir disitu semakin kebingungan.


"Tuan Winston, siapa kah orang itu? dan apakah bapak punya buktinya?" teriak salah seorang wartawan dari arah depan Winston.


"Tentu saja, apakah kau meragukan aku?" tanya Winston dengan pandangan yang begitu tajam membuat wartawan itu terdiam dan bergetar tertunduk.


"Rean, kau lanjutkan menjelaskan semua bukti-bukti yang sudah kita kumpulkan!" sahut Winston pada Rean, karena saat ini Winston ingin pergi ke tempat Urek dan memberikan pelajaran secara langsung padanya.


"Baiklah untuk penjelasan lebih lanjut akan dijelaskan oleh asisten saya." ucap Winston langsung undur diri dari podium itu.


Kemudian Rean pun maju dan menjelaskan semua kejahatan Urek dengan menghadirkan saksi-saksi.


Yang pertama adalah mengenai pembunuhan dan penculikan yang di lakukan oleh Urek.


Rean pun memberikan kode pada bawahannya untuk membawa Nonik naik ke atas podium.


Nonik yang memang di selamatkan oleh Rean tempo hari dari ledakan mobil pun dihadirkan disitu.


Saat melihat Nonik semua orang menjadi sangat terkejut, tiba-tiba semuanya menjadi ricuh dan berisik.


"Bukankah dia sudah dinyatakan meninggal dalam kecelakaan?"


"Iya, sepertinya akan ada berita besar!"


Itulah omongan para wartawan yang memang khusus diundang untuk hadir di situ.


Sedangkan para pejabat tinggi negara yang sedang duduk di ruangan itu merasa sangat terkejut, mereka sangat penasaran dengan saksi-saksi yang akan di tunjukkan pada mereka.


***


Nonik pun menjelaskan seluruh kejahatan Urek.


"Urek mencoba membunuh saya karena saya tahu kejahatan yang ia lakukan 12 tahun silam. Dia telah menculik seorang anak perempuan yang tidak lain adalah keponakan saya. Ini adalah brosur pencarian keponakan saya itu!" sahut Nonik menunjukkan brosur seorang anak kecil yang di nyatakan hilang tertulis di brosur itu.


"Masalah belum berakhir sampai disitu, Urek juga membunuh Lea, ibu kandung dari Winston karena telah membawa anak kecil ini kembali kepada ibunya. Saat malam itu aku melihat kejadian nya dengan sangat jelas. Urek menenggelamkan Lea dengan begitu sadis, karena sangat ketakutan aku hanya bisa bersembunyi. Tapi ternyata Urek mengetahui jika saya bersembunyi dan mengancam saya untuk mengkambing hitamkan Gonzales sebagai pembunuh Lea. Sebagai buktinya saya masih memiliki beberapa bukti SMS dan rekaman telepon dari Urek yang mengancam saya untuk menutup mulut!" jelas Nonik berterus-terang.


Setelah Rean menyelamatkan hidupnya, dia memang sudah berjanji untuk mengungkapkan kejahatan Urek Heit.


Setelah itu muncul juga beberapa saksi yang di bawa oleh Sean dari luar negeri. Beberapa orang yang sudah sepakat untuk membocorkan rencana besar Urek Heit.


Orang itu akhirnya mau bekerjasama dengan Sean setelah Sean menjamin keselamatan hidupnya.


Orang itupun menjelaskan rencana-rencana ilegal yang akan Urek lakukan saat terpilihnya Urek menjadi presiden.


Tentu saja hal itu dibuktikan oleh berkas-berkas yang masih dimiliki oleh nya, yang tertulis jelas beberapa poto kopi perjanjian ilegal antara Urek dan pebisnis luar yang ilegal. Bukti itu pun diperkuat oleh beberapa email dan kunjungan yang sudah di retas oleh Sean.


***


"Masa kehancuran untuk Urek akhirnya tiba, tunggu lah, aku akan melobangi kepalamu sebentar lagi!" decak Winston dalam perjalanan menuju kapal pesiar Urek. sembari memantau berita heboh dari layar ponselnya.


***


Sedangkan Urek yang sedang bersenang-senang diganggu oleh utusan kepercayaannya.


"Pak, ada masalah besar," decak pria itu pada Urek.


"Masalah apa?" jawab Urek kebingungan.


"Sebaiknya kita bicarakan diluar saja Pak," sahut pria itu sudah dengan ekspresi yang begitu khawatir.


Melihat itu Urek semakin kebingungan.


Dia pun mengikuti saran bawahannya itu untuk sebentar keluar dari kericuhan pesta yang berada di dalam.


Setelah berada diluar betapa terkejutnya Urek melihat headline utama di berita.


"Sial! bubarkan semua orang! hubungi semua anggota kita dan kita lakukan pertemuan sekarang!" decak Urek buru-buru.


"Baik Pak!" jawab bawahannya itu sopan.


Tapi semua sudah terlambat semua yang akan terjadi malam ini sudah menjadi rencana Winston.


Para undangan pun disuruh pergi semua. sedangkan Urek langsung menelepon seseorang.


"Bagaimana dengan gadis itu? apakah sudah kau bereskan?" ucap Urek dengan nada yang pelan namun semua tubuhnya sudah bergetar.


Bagaimana tidak, setelah melihat berita itu Urek sudah tahu jika hidup dan karir nya sudah hancur.


"Sudah saya urus Pak, dia sedang bersama saya sekarang," jawab seseorang dari telepon itu.


"Bagus! jika ingin aku hancur maka lebih baik hancur bersama-sama! tunggu kabar dariku, jangan membiarkannya lepas!" ucap Urek yang langsung ingin pergi ke rumahnya mengambil seluruh perlengkapan.


Urek memang ingin pergi melarikan diri dulu untuk saat ini. Untuk rencana selanjutnya bisa dipikirkan nanti.


Tetapi setelah Urek turun dari kapal menggunakan kapal berukuran kecil yatch, dia sangat terkejut melihat beberapa orang sudah menanti nya di tepi pantai.


Urek bisa melihat seseorang yang duduk di sebuah kursi bersilang kaki dan menghisap rokok memandang sinis kearahnya. Tapi, Urek langsung tahu jika pria itu adalah pria yang tadi ia lihat di berita yaitu Winston. Seseorang yang membongkar semua rencana jahat dan rahasianya. Seseorang yang seharusnya ia bunuh dahulu, namun karena ayah Winston langsung membawa Winston pindah dan memberikan pengamanan yang sangat tinggi, membuat Urek tidak mampu membunuh Winston saat remaja dulu.


"Cepat putar balik!" teriak Urek dengan wajah yang sudah memerah.


"Mohon maaf Pak, tapi kita sudah dikepung oleh yatch yang lain," jawab bawahannya itu.


Tring ... Tring ... Tring


Bunyi ponsel Urek membuyarkan ketakutan Urek, Urek bisa melihat jika diwaktu yang bersamaan Winston sedang memegang ponsel genggamnya.


Urek memilih untuk menjawab, karena Urek sudah tahu jika yang menghubungi nya adalah Winston.


"Jika kau tidak ingin kapalmu kuledakkan dari sini, sebaiknya kau turun dari kapal itu! penakut!" decak Winston dingin dan langsung mematikan ponselnya.


"Sialan!" decak Urek menyerah dan memilih untuk turun dari yatch nya itu.