
***
Setelah Rean membawa Lou keluar, Winston berjalan mendekat kearah Luna, dan dilihatnya bibir Luna yang berdarah dan air mata Luna yang belum mengering.
"Kau sungguh membuatku sangat marah dan khawatir!" ucap Winston sembari memeluk Luna dengan sangat erat.
"Ahh ... panas ... panas." Ucap Luna hendak melepaskan pakaian yang ia kenakan.
Luna membuka matanya sebentar, dilihatnya Winston sedang memeluk dirinya.
"Ah ... lepaskan aku! dasar kau brengsek! kau jahat. Kau sama saja dengan mereka semua, kalian hanya ingin membuat aku menderita! huhu." Luna menangis dengan tersedu-sedu sembari memukul-mukul dada Winston.
"Aku sudah tidak memiliki apapun, kenapa kau tega mencampakkan ku? kenapa kau tega padaku?" tangisan Luna makin keras.
Ditengah tangisannya yang begitu pilu, obat yang ia konsumsi tetaplah bereaksi. Luna merasa sangat kepanasan, ada yang aneh pada dirinya.
"Winston ... tolong aku, ada yang aneh dalam diriku. Aku Mohon, tolong aku. Ahhhh," ucap Luna sudah merasa tidak tahan dengan gejolak yang ada pada dirinya.
"Tunggu sayang, tahanlah dulu sebentar, aku tidak ingin melakukannya di tempat seperti ini dengan mu." Ucap Winston sembari menggendong Luna ala bridal style hendak kembali ke mansionnya.
Disepanjang perjalanan, Luna terus saja mencoba melepaskan pakaiannya, tetapi ditahan oleh Winston. Dia tidak ingin supir yang membawanya ini melihat tubuh Luna.
"Ahh ... Winston, kenapa kau belum menolongku? aku merasa sangat panas! kenapa kau begitu jahat padaku? bahkan saat aku menderita seperti ini, kau tetap tidak mau menolong aku! huhu." Luna menangis lagi.
"Sabar sayang, sebentar lagi kita akan sampai. Tunggulah sebentar." Balas Winston sembari menahan tangan Luna yang hendak melepaskan pakaiannya.
"Ahhh ... tolong aku ... tolong, Ini panas sekali." Bisik Luna ditelinga Winston.
Melihat reaksi dari Luna sungguh membuat Winston panik. "Berapa lama lagi kita akan sampai? buat mobil ini dalam kecepatan penuh! kalau tidak, akan ku pecat kau!" teriak Winston ke supirnya dengan nada yang sangat keras.
"Baik Bos, sekitar 5 menit lagi kita akan sampai." Balas supirnya itu dengan nada yang bergetar, sungguh dia sangat ketakutan saat Winston meneriakinya tadi.
Benar saja, setelah Lima menit berlalu mereka benar-benar sampai di mansion Winston. Dengan cepat, Winston menggendong Luna ke dalam kamar mereka. Karena memang, Luna sudah sangat tidak tahan akan reaksi obat yang dia konsumsi.
Sesampainya di dalam kamar, Winston meletakkan Luna ke atas kasur, lalu Winston pergi mengambil peralatan P3K. Ia hendak mengobati luka dibibir Luna.
Tetapi sebelum pergi, tangan Luna sudah langsung menangkap Winston.
"Tolong aku, ini sangat panas." Ucap Luna sembari melepaskan pakaian Winston dan mencium Winston dengan begitu liar.
"Tunggu ... tunggu, jangan memaksakan diri, bukankah kau belum ingin melakukannya? tahanlah sebentar, aku akan cari cara menghilangkan efek obatnya." Ucap Winston pada Luna, Winston khawatir jika melakukannya sekarang malah akan membuat Luna menyesal dan bersedih.
"Ahh, aku sudah sangat tidak tahan. Ada yang aneh dengan tubuhku, pokonya kau harus menolong ku. Kalau tidak, aku akan meminta bantuan orang lain." Balas Luna sembari menanggalkan pakaiannya sendiri dihadapan Winston.
Mendengar kata 'orang lain' sungguh membuat hati Winston panas. Disergapnya Luna yang sudah tidak berbusana itu.
"Kau memang sangat pandai membuatku marah gadis kecil, jangan salahkan aku jika nanti kau menyesal." Bisik Winston ke telinga Luna.