
***
Flashback penyelamatan Nonik.
Nonik yang sudah panik saat api semakin besar menuju arahnya sudah berteriak histeris. Suhu panas yang sudah mulai terasa membuatnya takut setengah mati. Api belum sampai padanya tapi panasnya sudah mulai terasa.
"TOLONG!" Teriakan Nonik yang sangat kuat menggema di tengah hutan yang rindang itu. Namun, karena lokasi mereka agak jauh dari keramaian membuat tidak seorang pun yang mendengarkan teriakan nya.
"AHHHH!" teriak Nonik saat melihat api semakin cepat menjalar dan sudah hampir sampai kearahnya.
"Cklek!" seseorang seperti sedang berusaha membuka mobil itu dengan sangat hati-hati dan teliti.
Dan benar saja, Nonik bisa melihat seseorang membuka mobil itu dari luar, tanpa merusak pintunya.
"Diam dan ikuti aku jika ingin selamat!" itulah ucapan pria yang Nonik tidak kenal itu.
Dengan sangat cepat dan tertatih Nonik bergegas keluar dari mobil itu, karena memang tangannya masih terborgol membuat Nonik tidak leluasa untuk bergerak.
Pria yang tadi menyelamatkan Nonik dari kobaran api itu menuntun Nonik masuk ke dalam sebuah mobil yang terparkir dengan sangat tersembunyi di dekat mobil yang sedang terbakar itu.
Selagi Nonik berjalan menuju mobil itu, Nonik bisa melihat beberapa pria membawa seseorang yang terlihat sudah kehilangan nyawanya menggantikan dia di mobil itu.
Nonik masih tidak bisa mencerna apa yang terjadi padanya dan apa saja yang baru ia lihat itu.
Dengan gemetaran Nonik hanya bisa mengikuti pria tadi masuk ke dalam mobil. Lalu segeralah Nonik melihat orang yang ia kenal yaitu assistennya Winston, Rean sedang berada di mobil itu.
Semua kejadian ini memang sudah di prediksi oleh Winston, makanya dia menyuruh assistennya itu memasang penyadap di tubuh Nonik tempo hari.
Lalu dari situ, Rean memberikan penjelasan mengenai rencana mereka. Tapi, setelah semua itu selesai Nonik tetao harus melanjutkan proses hukum di kepolisian.
Hal itu tentu saja di setujui oleh Nonik. Daripada dia tersiksa mati terbakar di mobil, lebih baik mengikuti rencana Winston saja.
(Notes : Mayat yang digunakan untuk mengganti kan Nonik adalah mayat kriminal yang dibeli dari rumah sakit kepolisian untuk mengelabui Urek | Serem banget sih astaga, author yang buat tapi author yang merinding sendiri, biasalah ya dunia para mafia. Sok tau lagi aku dunia para mafia kekmana - Author yang masih kebingungan kok bisa buat cerita kayak gini)
Flashback off.
Urek yang salah perkiraan mengenai rencana Winston mau tidak mau sudah jatuh kedalam perangkap Winston. Urek sebenarnya sudah mencurigai sesuatu, namun Urek tidak tahu jika masalah itu akan datang secepat itu.
Urek sungguh kalah dalam kecepatan, Winston sudah satu langkah berada di depan Urek.
***
"Anak muda yang sangat berapi-api!" itulah perkataan Urek sesaat setelah dirinya turun dari Yatch yang sudah dipinggirkan di dermaga dekat pantai itu.
Urek seolah mengetahui jika hidupnya sudahkah hancur, jika dirinya sungguhlah jatuh kedalam perangkap Winston.
"Ho? kau tidak usah memujiku Urek Heit, aku hanya ingin memberikanmu pelajaran berharga setelah kau berani menculik istriku dahulu dan membunuh ibuku!" decak Winston dengan nada yang sangat menekan.
Sungguh saat melihat Urek, Winston ingin langsung menembak kepalanya dan membunuhnya saat itu juga, tapi Winston ingin memberikan hukuman yang lain. Hukuman yang akan membuat Urek memohon untuk mati.
"HAHAHAHA!" Urek tiba-tiba tertawa dengan sangat lantang. Seolah dirinya tidak takut untuk mati, seolah dia memiliki kartu as untuk menghancurkan Winston bersama dengan dirinya.
"Anak muda, kau masih terlalu naif! rencana mu memang sangat hebat! tapi kau membuat sebuah kesalahan fatal! kau menghasut keponakanku untuk menjadi mata-mata. Hahaha!" Urek kembali tertawa seolah-olah dirinya merasa sudah menang dari Winston.
Memang malam itu untuk berjaga-jaga Urek telah menculik Luna, karena dari hasil penyelidikan nya dia mengetahui jika Luna sudah mengingat ingatan nya kembali. Juga Luna memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Winston, pria remaja yang dahulu ia incar untuk dibunuh. Semua benang merah itu membuat Urek yakin ada sesuatu yang aneh. Makanya Urek berjaga-jaga menculik gadis yang bernama Luna itu.
***
Anak buah Urek menyamar menjadi pelayan yang bekerja di mansion Winston, dengan keahlian yang mereka miliki, mereka berhasil menembus keamanan ketat yang sudah Winston perintahkan untuk melindungi Luna.
Saat itu memang Winston tidak merasa jika Urek akan menangkap Luna. Jadi keamanan di mansion itu sama seperti keamananan yang biasa.
Karena menurut Winston, Urek masih belum mengetahui dengan pasti apa rencananya dan siapa yang menargetkan dirinya itu.
Itulah kesalahan fatal Winston dalam rencananya itu, dia tidak menduga jika Urek se peka itu terhadap masalah.
Sesuai dengan perintah Urek. Para anak buahnya mampu menculik Luna dengan cara membius Luna dan membawanya kabur dari mansion itu.
Saat itu memang Luna hendak pergi ke sebuah swalayan untuk membeli sesuatu, karena Winston sedang amat sibuk membuat Luna membelikan apa yang dia inginkan itu sendiri.
Saat sudah bersiap-siap dan hendak pergi, Luna di kejutkan oleh beberapa pelayan yang tidak ia kenali, dan saat itulah penculikan itu terjadi. Sangat senyap sampai bisa mengelabui semua orang yang ada di mansion itu.
***
"Kau sangat percaya diri untuk seseorang yang akan mati sebentar lagi!" ucap Winston masih tidak mengetahui jika Istrinya sudah di culik oleh Urek.
"Berikan ini padanya!" ucap Urek pada bawahannya yang ikut turun bersamanya dari Yatch itu.
Alangkah terkejutnya Winston melihat Luna yang berdiri di sebuah papan kecil diujung sebuah kapal, jika melangkah sekali saja pasti akan langsung jatuh kedalam lautan.
"Luna?" decak Winston dengan wajah yang sangat ketakutan, tubuhnya bergetar dan matanya terbelalak.
"Winston selamat kan aku, tolong, anak kita," teriak Luna dengan air mata yang sudah mengalir dengan sangat deras.
Bagaimana tidak, tadi dia masih berada di mansion dan tiba-tiba saat ini dia sudah berada di kapal, ditengah lautan bersama orang yang sangat menakutkan.
"Anak? tunggu-tunggu, apa yang kau bicarakan?" tanya Winston semakin ketakutan.
"Winston, aku hamil, kita akan memiliki anak, selamatkan aku. Aku tidak ingin anakku tenggelam bersamaku disini, tolong!" teriak Luna yang sudah sangat ketakutan. Dia sangat tegang, jika keseimbangannya goyah maka dia akan langsung terjatuh ke dalam lautan itu.
"Apa? kalian semua cari tahu letak Luna sekarang!" teriak Winston pada para anggotanya yang berada disitu.
Melihat Bosnya sangat ketakutan dan hampir menangis membuat semua orang panik, dan sedang melacak keberadaan Luna.
"Sudah terlambat Winston, dia berada di tengah lautan sekarang, jika pun kau menemukan lokasinya pasti anak buahku sudah menenggelamkan nya. Sungguh kisah cinta yang tragis, istrimu akan mati bersama anak mu! hahaha!" tawa Urek terlihat seperti orang gila. Dia mentertawakan keadaan Winston itu.
"Sayang, tunggu sebentar ya, bertahanlah. Jaga anak kita dengan baik, aku akan datang menyelamatkan mu! tunggu sebentar lagi," ucap Winston dengan wajah yang sangat ketakutan.
Segera Winston langsung menodongkan senjata api ke kepala Urek.
"Apa maumu? jangan pernah berani menyentuh istri dan anakku, atau kau akan kuberikan jadi makanan ikan!" ancam Winston dengan amarah yang sudah meledak.
"Haha, hidupku sudah hancur anak muda! aku hanya ingin membawamu hancur denganku, setelah semua pengungkapan mu itu menurut mu apakah aku masih ingin hidup? bunuh lah aku! dan menderita lah karena istrimu akan mati sebentar lagi!" bisik Urek dengan ekspresi yang serius tapi bibirnya menunjukkan senyuman sinis.
Urek seperti sudah kehilangan kewarasannya. Semua rencananya telah di hancurkan oleh Winston.
Sesaat setelah Urek mengatakan itu. Terdengar suara teriakan dari dalam video yang tersambung dengan ponsel yang tadi diberikan oleh Urek pada Winston.
"Ahhhh!" teriak Luna saat dirinya sudah di jatuhkan oleh anak buah Urek ke dalam lautan.
Di dalam lautan yang dingin dan gelap itu, Luna memegangi perutnya. Dingin nya suhu air lautan itu membekukan tubuhnya yang sudah tidak berdaya itu.
Setelah lama berdiri di kayu papan yang kecil, tubuh Yona sudah kehilangan energi dan kekuatan.
"Tidak, Tuhan aku mohon padamu, selama hidup ini aku belum pernah meminta apapun, tapi kali ini tolong aku. Anakku tidak bersalah, tolong aku. Juga suamiku, jika aku pergi dia akan sengsara. Tolong selamatkan aku Tuhan, aku mohon padamu, kali ini saja tolong selamatkan aku demi orang-orang disekitar ku! aku mohon!"
Nafasnya sudah tersengal-sengal, untuk saat-saat yang terakhir Luna mengingat wajah suaminya. Seseorang yang sudah menyelamatkan dirinya dahulu saat kecil dan kembali menyelamatkannya saat sudah dewasa juga.
"Apakah perpisahan menyedihkan ini akan menjadi akhir bagi kita? aku dan kau apakah memang tidak di ijinkan untuk bahagia? maafkan aku Winston meninggalkan mu seperti ini, jika aku tahu akan seperti ini pastinya aku akan menunjukkan perasaanku padamu, aku akan menyanyangi mu lebih lagi,"
Bayangan Winston berputar-putar di kepala Luna. Pelan tapi pasti dia tenggelam semakin dalam. Matanya pelan-pelan tertutup, untuk saat ini Luna merasa tidak seorangpun yang akan mampu menemukannya di dalam lautan gelap itu.
***
"TIDAK!!! AAAHHHHHH!!" Winston berteriak seperti orang yang gila sesaat setelah melihat sendiri istrinya terjatuh kedalam lautan yang gelap dan dirinya tidak bisa melakukan apapun.
Winston langsung tersungkur ke pasir yang berhamparan luas itu. Lalu langsung dilihatnya Urek yang sedang tersenyum seperti menikmati penderitaan Winston.
Winston langsung menyeret Urek ke dalam laut dan menenggelamkan nya dengan tangannya. Sesekali menarik kepala Urek agar membuat Urek tersiksa.
"Ini sama seperti aku menenggelamkan ibumu, kita sangat mirip anak muda!" ucap Urek saat kepalanya di naikkan keatas.
"TIDAK! TIDAK! TIDAK! KAU HARUS MATI! KAU HARUS MATI!" teriak Winston seperti orang gila merendam Urek di lautan itu.
"Bos!" teriak Sean saat urusannya sudah selesai di gedung yang tadi. Yang tinggal di gedung itu hanyalah Rean.
"Jangan bunuh dia Bos, dia tidak pantas kau bunuh! aku sudah menemukan kapal yang ditunggangi oleh Nyonya Luna, sebaiknya kita kesana dulu," ucap Sean yang sudah mengetahui segala situasi yang terjadi.
Mendengar itu Winston kembali menyadarkan dirinya, dia langsung melempar Urek yang sudah pingsan itu dan menyerahkan nya ke anak buah nya dahulu.
Segera Winston pergi menaiki kapal pribadinya yang sudah disiapkan oleh Sean. Mereka langsung pergi dengan kecepatan penuh menuju kapal yang sudah di lacak oleh Sean itu.
Setelah beberapa saat, sampailah Winston dan Sean ke kapal yang berada di tengah laut itu.
Sean dan anak buahnya langsung masuk ke dalam kapal dan cek segala isi di dalam kapal itu. Namun, anehnya semuanya kosong melompong, bahkan orang-orang nya Urek pun tidak ditemukan disitu.
Sedangkan Winston langsung melompat kedalam lautan yang hitam itu. Dia langsung menyelam dan mencari keberadaan istrinya namun tidak dia temukan, sampai Winston hampir tersapu arus lautan yang memiliki tekanan tinggi. Untung saja anak buah Winston dengan sangat sigap menyelamatkan Winston yang sudah terjatuh pingsan itu.
Karena tidak menemukan apa-apa mereka pun kembali dengan anak buahnya. tetapi Sean tetap tinggal dan memanggil bala bantuan yang lain.
Sean sangat tahu betapa penting Luna bagi Winston, jadi Sean masih berusaha mencari Luna ditengah laut yang gelap itu.