Simpanan Pria Arogan

Simpanan Pria Arogan
Terulang Lagi


***


Didalam ruangan yang besar, lampu yang redup hanya di terangi rembulan dari luaran kaca, membuat malam itu begitu indah dan romantis, dua sejoli yang sedang di mabuk cinta sedang merebahkan diri, berharap pasangan nya memberikan kenyamanan agar kelelahan yang dihadapi hari itu bisa di lupakan.


"Sayang, apakah kau tahu dulu Ibuku sangat suka membelai rambutku saat aku hendak tidur, Ibuku sangat baik dan kembut, sewaktu aku kecil ayahku sangatlah keras, dia sering memukul ku jika aku tidak melakukan apa yang dia inginkan, tetapi setiap kali ayah ku melakukan kekerasan padaku, Ibuku akan memasang badan nya untuk ku, dia adalah pahlawan ku. Aku sangat merindukan nya."


Winston memecah keheningan malam dengan cerita yang memilukan di hati nya, dia merasa sangat nyaman dengan Luna, dia ingin berbagi apa pun dengan dirinya.


"Aku jadi sangat penasaran dengan ibumu, pasti dia adalah wanita yang sangat hebat dan cantik, apakah suatu saat nanti aku bisa bertemu dengan ibumu?


Luna merasa penasaran dengan sosok ibunda Winson, menurut Luna, pastilah ibu Winston orang yang sangat tegar dan kuat..


"Kau tidak akan pernah bisa bertemu dengan ibuku sayang."


Winston memberikan jawaban yang singkat, tetapi sebetulnya hati nya sedang dirundung kesedihan, entah mengapa hari ini Winston begitu merindukan sosok ibunya itu.


"Kenapa? apakah karena aku adalah simpanan mu? jadi, aku tidaklah pantas?"


Luna menjawab dengan kesal, dia melonggarkan pelukan Winston.


"Sayang, pemikiran mu jangan terlalu sempit, aku hidup di dunia yang jauh lebih suram dan gelap dari pada yang kau bayangkan. Aku tidak ingin dunia luar mengetahui jika kau adalah wanitaku, saat ini, masih banyak yang harus aku benahi. Jadi, tolong tunggu lah sebentar saja dan percayalah padaku, mulai dari sekarang dan seterusnya hanya kau lah satu-satunya yang akan menjadi wanitaku."


Winston memberikan penjelasan pada Luna, agar Luna mengerti dan tidak berpikiran dangkal.


"Winston, kau tahu aku adalah wanita yang biasa-biasa saja, aku tidak memiliki apapun di dunia ini, jadi saat kau memberikan perhatian yang lebih padaku, aku merasa sangat bahagia."


"Ternyata ada yang menerima ku di dunia ini, walaupun hanya menyandang status sebagai simpanan, aku sudah merasa bahagia, setiap kali kau membuatku berdebar, aku selalu menepis perasaanku padamu, aku takut jika pada saat kau meninggalkanku maka hanya aku yang akan terluka, seperti saat kau mencium gadis di restoran, saat itu aku sadar jika dirimu dan diriku berada di posisi yang berbeda, aku sadar, tapi hanya dengan sebuah ciuman sudah bisa membuat ku terluka, jadi Winston jika kau hanya ingin bermain-main denganku, ku mohon hentikan."


Luna mengeluarkan kekesalan dalam hatinya, dia ingin Winston berhenti berbuat baik padanya apabila memang Winston hanya main-main dengan nya.


"Sayang, apakah selama ini kau mengira aku bermain-main dengan mu? perhatian ku selama ini hanya sebuah permainan? apakah kau sebodoh itu sampai tidak bisa membedakan? aku tidak pernah bermain-main dengan mu, aku selalu serius dengan segala tindakan ku."


Winston sudah terduduk di kasur mengikuti Luna yang memang sedari tadi sudah duduk saat meluapkan isi hatinya.


"Jika kau memang benar-benar serius denganku, kau tidak akan menjadikanku simpananmu, kau pun pasti tidak akan menolak ku bertemu dengan ibumu."


"Sayang, suatu saat nanti kau akan tahu mengapa aku menjadi kan mu simpanan dan menyembunyikan hubungan kita, dan mengapa kau tidak bisa bertemu dengan ibuku, bukan karena posisimu, tapi karna ibuku sekarang sudah berada di surga."


Winston tertunduk, wajahnya terlihat sangat sendu, baru kali ini Luna melihat sisi Winston yang terlihat lemah.


Mendengar respon dari Winston membuat Luna merasa bersalah, pandangan Luna kepada Winston sekali lagi berubah.


Untuk pertama kalinya Luna tergerak untuk memeluk Winston, di peluknya tubuh bidang Winston dan di usap nya rambut Winston dengan lembut.


"Sayang, kau sudah bekerja keras, kau sangat hebat, lihatlah, kau sekarang adalah salah satu pengusaha terkaya, aku yakin ibumu pasti bangga sekali padamu, jadi saat kau memikirkan ibumu kau harus bahagia, jangan bersedih, bayangkan bagaimana perasaan ibumu jika beliau tahu kau bersedih jika mengingatnya?"


Luna mencoba menghibur Winston, di peluknya erat tubuh Lelaki itu, di usapnya rambut Winston dengan sangat lembut, Luna merasa saat ini yang dibutuhkan Winston adalah sebuah pelukan dan hiburan yang tulus.


mendapati Perlakuan dari Luna membuat Winston terkejut, baru kali ini Luna berinisiatif memeluk dirinya. bayangan kesedihan akan ibunya seketika sirna..


"Sayang, apakah kau tahu sekarang kau sedang menggodaku? padahal aku sedari tadi sudah menahan ini."


Winston sekarang sudah membalas pelukan Luna dengan sangat erat, dan dia sudah menciumi bagian tubuh Luna yang terbuka.


..


Winston mendekatkan wajah Luna pada wajahnya, di pandangi nya wajah Luna dengan penuh perasaan, di ciumnya wajah Luna secara bertahap, dan tentu saja ciuman itu berakhir di bibir Luna.


diciumnya dengan sangat Lembut dan penuh perasaan bibir Luna itu.


"Sayang, aku benar-benar mau kamu sekarang, apakah kau masih belum yakin padaku?"


Winston sungguh sangat ingin melakukan itu dengan Luna saat ini, ini merupakan sensasi baru bagi Winston, dia merasa sangat tertantang untuk menaklukkan Luna.


"Bagaimana ini? astaga, hei tubuhku apakah kau masih milikku? kenapa tidak ada penolakan sedikit pun, kau harus menolak nya! dasar kau tubuh penghianat!" gumam Luna merasa kesal.


Bagaimana tidak, tubuh Luna benar-benar tidak menolak sedikit pun, malah kebalikannya, dia seolah menikmati kegiatan yang sedang di lakukan Winston terhadap nya.


"Bagaimana sayang? jawab aku, jika kau masih belum menjawabku maka akan aku anggap sebagai iya."


karena tidak menerima jawaban membuat Winston benar-benar memulai aksinya, tetapi Winston tetap berhati-hati karena Ia tahu ini akan menjadi kali pertama untuk Luna.


Karena merasa malu, Luna sedikit menutup mulut nya agar tidak mengeluarkan suara,


"Ini tidak bisa dibiarkan, aku punya prinsip ku sendiri, aku harus mengakhiri ini." Gumam Luna.


"Sayang, lihatlah aku ... aku tidak akan berbohong bahwa sesungguhnya aku pun menginginkan mu, tapi aku punya prinsip ku sendiri, saat waktunya tiba aku akan dengan senang hati melakukan nya dengan mu, tapi aku merasa ini bukanlah waktu yang tepat."


Luna mencoba menjelaskan sehalus mungkin, berharap Winston tidak akan merasa kesal, karena ini sudah yang ke tiga kali nya Luna menolak melakukan hal itu dengan Winston..


padahal sebenarnya Luna memang belum siap sama sekali untuk hal-hal seperti ini, mungkin memang benar jika Luna sudah mulai tertarik dengan Winston, tetapi jika percaya dan mencintai mungkin memang belum, karena itu lah Luna harus tetap menjaga harga dirinya sebagai seorang Wanita.


"Ah, sudah kuduga kau akan mengatakan itu, tapi karena aku adalah pria gentleman, maka aku akan menghargai keputusan mu sayang, tapi kau harus berjanji padaku, kau harus menjaganya untukku."


Winston benar-benar harus meredam keinginan nya lagi hari ini.


Setelah mendapatkan jawaban seperti itu dari Winston, Luna mengira malam itu akan berakhir dengan damai sentosa tapi buktinya, Winston tetap melanjutkan aksinya.


"Sayang, kamu bilang tidak akan melakukan itu padaku, tapi kenapa kau tetap melanjutkan nya?" Luna bertanya sambil menutup wajahnya karena malu.


"Sayang, aku memang berjanji tidak melakukan itu, tapi aku tidak pernah berjanji untuk hal ini, aku hanya ingin memeriksa tubuhmu saja." Winston melempar senyuman yang sangat nakal pada Luna.


"Tenanglah sayang, aku tidak akan melakukan sampai hal itu, kali ini kau nikmati saja, malam ini masih sangat panjang. Haha," Winston benar-benar menikmati pemandangan yang berada di depan matanya ini.


Benar saja, Winston tidak memperdulikan penolakan Luna, tidak ada satu inchi pun dari Tubuh Luna yang luput dari ciuman Winston.


malam ini Luna benar-benar dihabisi oleh nya.


[ Notes ]


ini cerita nya di per lembut ungkapan nya dan adegan nya di hapus sebagian dari versi yang aslinya, karena ga lulus review terus, haha


semoga para pembacaku sudah di usia dewasa semua ya, jadi buatlah ini sebagai Edukasi ke sisi yang Positif hehe 🙈


Love you~ Author