Simpanan Pria Arogan

Simpanan Pria Arogan
Kasus yang di tutupi


Klub king.


***


Permainan bilyard yang mereka sepakati pun dimulai, permainannya dimulai oleh Nixon. Dalam permainan ini, siapa yang memasukkan bola lebih cepat maka ia lah yang memenangkan permainan ini.


"Wah, aku semakin hari semakin ahli dalam hal ini, haha ... sepertinya, kau harus mengenalkan aku dengan gadis itu Winston."


Ucap Nixon sembari melempar senyuman liciknya, karena memang sesuai perjanjian mereka, jika Nixon menang maka Winston harus mengenal kan Luna pada Nixon.


"Heh? kau percaya diri sekali Nixon, apa kau pernah melihat ku kalah? bahkan di dalam permainan kecil seperti ini pun aku tidak akan pernah kalah!" ketus Winston dengan senyuman yang meremehkan.


Dan benar saja, Winston lah yang memenangkan permainan tersebut.


"Hahaha, sungguh sobatku ini memanglah yang terbaik, aku mengakui mu sobat." Respon Nixon sembari meminum alkohol yang berada di tangannya.


"Nixon, kita sudah selesai memainkan permainan membosankan ini. Cepat sebutkan apa mau mu! dan kuperingatkan sekali lagi, jangan memanggilku sobatmu. Aku mual mendengar nya."


Winston langsung menanyakan perihal maksud Nixon mengundangnya malam ini. Dia tidak ingin berlama-lama bersama dengan pria licik yang ada di hadapannya itu.


"Sungguh intuisi yang sangat bagus Tuan Winston. Aku ingin kau membantuku memenangkan pemilu tahun ini, dan tentu saja kau akan kubantu meloloskan segala sesuatu yang kau lakukan di perdagangan dunia bawah."


Sekarang Nixon sudah menampilkan wajah yang sangat serius. Dia juga ingin segera mengatakan apa maksud dari undangannya pada Winston ini.


"Hahaha, kau sangat licik Nixon, kau sungguh bisa melakukan apa saja untuk mencapai tujuanmu, termasuk meminta bantuanku. Kau tahu kan aku orang yang tidak suka bertele-tele? apa yang bisa kau tawarkan padaku? kalau masalah perdagangan dunia bawah, aku sudah memiliki solusinya, kau seperti tidak mengenal ku saja!"


balas Winston sembari menghisap rokok dan duduk di kursi seperti seorang raja, sungguh karisma dan auranya benar-benar tidak dapat terbendung.


"Aku bisa menawarkanmu informasi mengenai ibumu ..." belum sempat Nixon melanjutkan ucapannya.


"Sekali lagi kau menyebutkan masalah ibuku, akan ku lobangi kepalamu saat ini juga!" suara Winston terdengar sangat berat dan menyeramkan. Saat ini, Ia sangatlah serius akan perkataannya. Nixon benar-benar telah melewati batas. Winston sangatlah tidak menyukai jika ada orang lain yang membahas Perihal ibunya.


"Tenanglah Winston, kali ini Informasi yang kuberikan mungkin akan sangat membantumu, jadi tolong dengarkan aku." Karena Nixon melihat Winston tidak memberikan respon, dengan Keberanian yang sangat kuat Nixon melanjutkan pembicaraannya.


"Gadis yang sedang bersama denganmu sekarang, apakah kau tahu orangtuanya di hukum mati?"


"Tentu saja aku tahu, jika kau hanya ingin membicarakan omong kosong terhadapku, aku akan pergi sekarang!" ketus Winston kesal, karena ia merasa Nixon hanya membuang-buang waktunya saja.


"Tunggu dulu, aku belum melanjutkan pembicaraanku, tolong dengarkan sebentar." Nixon ingin Winston mendengarkan mengenai penyelidikannya mengenai orangtua Luna.


"Apakah kau tahu jika yang di hukum mati hanyalah ayahnya? dan ibunya bunuh diri karena stress? dan apakah kau tahu mengapa ayahnya di hukum mati? karena kasus kematian ibumu berhubungan langsung dengan ayah Luna.


Kasusnya disembunyikan dan dikunci dari umum, aku belum tahu siapa yang menyembunyikannya. Tetapi karena kuasa ayahku, aku bisa membaca kasus itu."


Mendengar ucapan Nixon sungguh membuat Winston sangat marah, Winston belum pernah semarah ini sebelum nya. Winston marah dengan keadaan dan juga takdir.


Wanita yang ingin ia jadikan masa depan adalah anak dari seorang kaki tangan yang membunuh ibu tercintanya. Seorang ibu yang merupakan kekuatan Winston untuk bertahan hidup hingga sekarang.


"Ini tidak mungkin, ini tidak boleh terjadi! mengapa harus Luna? tidak! jadi selama ini aku telah menampung dan menolong seorang anak dari pembunuh ibuku? pembunuh yang merenggut nyawa ibuku?" tubuh Winston bergetar. Ia mengingat-ingat bagaimana dirinya memanjakan Luna, bagaimana ia membuat hidup Luna bahagia.


Kebencian dan kemarahan yang meluap-luap sedang Winston rasakan sekarang. Ia sudah tidak mengingat janjinya dengan Luna. Yang Winston lihat dari Luna sekarang adalah bahwa Luna adalah seorang yang harus ia hancurkan.


***


Melihat gerak gerik bos nya itu sungguh membuat Rean kebingungan, setelah Winston keluar dari klub king tadi, wajahnya terlihat sangat marah. Rean yakin, Winston telah mengalami sesuatu saat bersama Nixon tadi.


..


"Cih, setelah mendapatkan Informasi itu, dia langsung pergi begitu saja. Sepertinya hal itu cukup mengguncangnya, tapi baguslah dengan begitu aku ada kesempatan untuk mendekati kucing kecil itu." Gumam Nixon yang masih berada di klub king tersebut.


Setelah dalam perjalanan beberapa menit sampailah Winston di mansionnya.


"Sayang kau sudah pulang?" sambut Lily dengan wajah yang begitu ceria.


"Sudah ..." jawab Winston ketus karena memang mood nya sedang hancur saat ini.


"Sayang, apakah kau sedang ada masalah? maafkan aku jika menganggu dirimu." Lily sedang berpura-pura lemah untuk mendapatkan perhatian Winston, dia sedang menampakkan wajah yang sedih di hadapan Winston.


"Lily, maafkan aku, aku sedang sangat lelah. Sebentar lagi ayahmu akan datang, biarkanlah aku istirahat dulu. Agar nanti ayahmu tidak kecewa padaku. jadi, hal itu tidak akan mengganggu pertunangan kita." Respon Winston pada Lily yang sedang memeluknya itu.


Karena Winston masih membutuhkan peran Lily saat ini, Winston masih mau menggali lebih dalam perihal siapa sebenarnya yang membayar ayah Luna untuk melakukan pembunuhan itu! dan siapa yang mampu mengunci kasus itu dari publik? Sungguh teka-teki itu masih terngiang-ngiang di otak Winston.


2 hari setelahnya


***


Luna melakukan perkuliahannya dengan baik. Dia juga sudah tidak menjauh dari Rendi, karena Rendi memang lah hanya ingin berteman dengan dirinya saja ...


Yang Luna herankan adalah bahwa Winston sama sekali tidak menghubunginya. Dia juga tidak pulang ke apartemennya, dan dua hari yang lalu, Rean juga menghubungi Luna agar tidak perlu ke kantor Winston lagi.


..


"bukankah ini lelaki tampan yang kemarin datang kesini?"


"Iya benar, dia yang menjemput Luna waktu itu di depan gerbang ..."


"Wah, sangat serasi ya mereka, sepertinya Luna hanyalah mainan! haha." itulah gosip yang Luna dan rendi dengarkan sepanjang perjalanan.


Sontak hal itu membuat Rendi marah dan ingin menghampiri orang-orang yang membuat gosip tersebut Namun dihalangi oleh Luna, Luna tidak ingin ada keributan yang baru lagi.


Karena memang merasa penasaran atas gosip yang baru ia dengarkan, Luna berinisiatif membuka ponselnya dan melihat berita utama hari ini.


Sungguh potret utama yang terlihat sudah bisa menggambarkan apa yang terjadi! terlihat Winston sedang digandeng oleh seorang wanita cantik memakai gaun yang begitu indah. Dari judulnya yang begitu besar Luna langsung tahu jika tadi malam telah terlaksana pertunangan Winston dengan gadis cantik itu.


Jari Luna bergetar, dia sudah tidak sanggup memegang ponselnya lagi. Ada perasaan aneh yang berkecamuk di hatinya, seperti ditusuk. Dan rasanya sangat sakit.


Luna mengingat malam yang dirinya lalui bersama dengan Winston. Sungguh, Luna telah di permainkan olehnya, kata-kata manis yang selama ini Winston ucapkan, janji-janji yang mereka sebutkan semua nya hanyalah kebohongan.


Luna tersungkur dan menangis. Hatinya sangat sakit, sampai dia tidak peduli sedang menangis dengan hebat dihadapan Rendi.


Luna merasa hidup dan perasaannya di permainkan oleh Winston.