
***
Di rumah sakit.
"Bagaimana dok? apakah hasilnya sama seperti sebelumnya?" tanya Luna kepada dokter yang sudah selesai melakukan pemeriksaan kesehatan padanya.
"Hmmm, selamat ya Ibu Luna, kau sudah hamil dan kehamilan mu sudah berumur satu bulan, apakah akhir-akhir ini Ibu mengalami sebuah perubahan di tubuh Ibu?" tanya dokter itu ramah.
"Ha ... hamil? iya sih akhir-akhir ini aku sering merasa kelelahan dan malas bergerak, ta ... tapi bukan kah orang hamil biasanya akan muntah-muntah? atau mengidam misalnya? apakah dokter yakin aku hamil?" tanya Luna masih merasa terkejut atas kabar yang baru saja ia terima dari dokter itu.
Karena bagaimanapun ini adalah fenomena baru di hidup Luna, dan yang Luna tahu dari film-film sinetron yang ia tonton, ibu hamil biasanya akan mengidam yang aneh-aneh dan akan muntah-muntah.
"Pemeriksaan tidak mungkin salah Ibu Luna, setiap Ibu-ibu hamil mengalami gejala yang berbeda-beda, kalau untuk mengidam mungkin akan terjadi pada kehamilan 3 bulan ke atas. Dari keadaan tubuh Ibu yang Ibu Luna jelaskan barusan menandakan bahwa Ibu Luna harus banyak-banyak istirahat dan olahraga, jangan stress dan memikirkan banyak hal dulu. Karena usia kandungan Ibu masihlah sangat rentan," jelas dokter itu menjelaskan pada Luna apa yang harus Luna lakukan.
Luna hanya bisa melongo menerima Informasi dari dokter itu. Saat ini yang ada dipikirannya adalah apakah dia bisa menjadi ibu yang baik nanti.
"Nak, ehhem, agak sedikit aneh aku memanggil 'nak', walaupun Ibu masih sangat muda tapi Ibu berjanji akan berusaha sekuat tenaga untuk menjadi Ibu yang baik nanti. Ibu tidak akan membiarkan mu mengalami apa yang Ibu alami,"
"Oh ya, kamu punya ayah yang sangat possesive dan arogan, nanti kalau kau sudah besar kau harus berani berdebat dengannya. Hehe, Ibu sangat tidak sabar menantikan kehadiran mu, jika kau ada, ayah dan Ibu pasti sangat bahagia,"
Ucap Luna mengelus-elus perutnya yang masih belum menandakan adanya kehamilan disitu.
Saat ini Luna mengalami perasaan campur aduk, perasaan terkejut saat tiba-tiba dokter mendiagnosis dirinya hamil. Namun, ada perasaan bahagia bahwa Tuhan sudah mempercayakan seorang anak untuknya.
Luna juga yakin, dengan adanya bayinya itu kehidupannya akan menjadi lebih baik. Dengan adanya bayinya itu nanti, Luna pasti bisa melupakan pria kejam yang menyiksanya dahulu.
"Ah, Ibu berpikir banyak lagi, Ibu harus memakan makanan yang sehat sekarang, Ibu juga akan rajin berolahraga, demi anakku sayang Ibu akan melakukan segalanya. Hemm, kapan yah kita beritahu pada ayahmu? pasti dia akan sangat senang," ucap Luna sudah tersenyum binar di wajahnya.
Saat ini Luna memang sudah berada di mansion Winston, dia sudah kembali sedari tadi dari rumah sakit.
Mengetahui jika dirinya hamil membuat Luna menjadi protektif pada dirinya sendiri, demi menjaga bayinya Luna tidak akan keluyuran ke luar dulu.
***
Di kantor Winston.
Saat ini, Winston, Rean dan Sean sedang berada di ruangan kerja Winston.
"Tenang saja Bos, semua sudah selesai. Aku bahkan membawakan seorang saksi yang sangat kuat! kali ini musuh mu itu akan habis sampai mati," ucap Sean dengan senyuman yang sangat menyeramkan seperti seorang iblis.
"Kau tidak berubah, sangat tertarik menghancurkan musuh! baiklah aku percaya padamu, tiga hari lagi pemilihan akan dilakukan, malam sebelumnya kita harus mengejutkan semua orang mengenai Urek Heit!" ucap Winston sembari geleng-geleng melihat ekspresi menyeramkan dari Sean tadi.
"Rean, bagaimana dengan tugasmu?" tanya Winston melanjutkan pertanyaannya pada Rean.
"Sama seperti Sean, semuanya sudah selesai Bos! tinggal menunggu hari H saja, aku yakin hal ini akan mengejutkan Urek Heit!" jawab Rean dengan gaya yang serius seperti biasa.
"Baiklah berarti kita hanya akan menunggu waktu saja sampai melihat Urek hancur!" decak Winston tidak sabar menunggu hari itu.
***
Di kediaman Nixon.
Nixon merasa sudah ada yang aneh dengan pamannya. karena tadi pamannya sempat menelepon dirinya lagi dan menanyakan pertanyaan yang dulu ia pernah tanyakan.
Urek kembali menanyakan perihal apakah Nixon sedang merencanakan sesuatu.
"Apakah paman sudah menemukan sesuatu? ah tidak, tidak, rencana ini tidak boleh gagal hanya karena keraguan ku, aku harus mempercayai Winston untuk rencana yang ia usulkan itu!" decak Nixon dalam dirinya.
Karena memang hari pemilihan semakin dekat, Nixon harus lebih berhati-hati. Tidak boleh memperlihatkan keraguan kepada pamannya itu.
***
Jangan lupa di Like dan komen yah 🤗
Dan mampir ke karya author yang baru : Terikat Tali Pernikahan ~
Lope yu ❤️