
"Jonathan Van Allent!" Casey Minor melanjutkan pengumuman setelah setengah jam beristirahat selama pelantikan Manajer Kota. "20 tahun. Terkenal Diam-Diam Pembangkang. Bakat fisik, Capoeira dan racing. Bakat spiritual, ketajaman insting dan intuisi. Lulus peringkat tiga dengan nilai keberanian tertinggi ketiga. Dengan ini, Jet-1 menentukan, Jonathan Van Allent sebagai Paravisi!"
"Jun Andreas! 33 tahun. Terkenal sebagai Dewa Samudera Antartika." Dewi Samudera berhenti sesaat seraya menutupi mulutnya dengan punggung tangannya menahan senyum.
Jun Andreas tersipu menatap gadis itu dari seberang ruangan. Wajah putihnya seketika mulai merona ketika debar jantungnya mendadak cepat. Dalam hatinya ia bertanya-tanya, siapa yang memberinya julukan itu. Kenapa hatinya mendadak berbunga-bunga mendengar julukan itu ditujukan kepadanya. Julukan itu terdengar seperti pasangan Dewi Samudera.
Dewi Samudera mendadak salah tingkah ketika pandangannya beradu dengan Jun Andreas. Gadis itu menelan ludah dan melanjutkan. "Bakat fisik, ahli beladiri, menguasai alat musik dan panahan. Bakat spiritual, ahli visi. Lulus peringkat satu dengan nilai ketenangan di atas rata-rata. Dengan ini Jet-1 menentukan Jun Andreas sebagai: Paravisi!"
"Wisnu Habel Putra Pandu!"
"Panjang sekali," komentar beberapa orang dari bangku penonton.
Casey Minor melanjutkan, "33 tahun. Terkenal sebagai Play Boy Cap Kapak." Casey Minor berhenti sejenak. Kemudian berdeham. Ia hampir tak sanggup menahan tawa.
Seisi ruangan kembali tergelak.
"Bakat fisik, ahli Panahan dan Soundsystem. Bakat spiritual, Hipnotis. Lulus peringkat satu dengan nilai DIKTAKTOR nomor satu. Dengan ini, Jet-1 menentukan Wisnu Habel Putra Pandu sebagai: Guardian Warrior!"
"Awas jangan gombalin Ninja Hatori kalo udah mulai dinas!" Ryan Gunawan melontarkan lelucon ke arah Wisnu Habel saat pria itu melangkah ke depan podium.
Pria itu hanya menyeringai menanggapi lelucon-lelucon konyol yang dilontarkan padanya.
"Ika Apriani!" Susana mendadak berubah gaduh ketika Dewi Samudera baru mengumumkan nama Ika Apriani.
Semua orang sudah tahu kabar mengenai aksi heroik yang dilakukan gadis itu. Bahkan penduduk kota Artland. Seminggu sebelumnya Ika sempat menjalani persidangan terkait tuduhan pembunuhan berencana atas Monica Debora. Tapi penduduk kota melakukan demo besar-besaran untuk membela kasus Ika. Suara terbanyak membantah tuduhan mengenai tindakan Ika yang dianggap sebagai kasus pembunuhan berencana. Penduduk kota sependapat bahwa tindakan Ika merupakan aksi perlindungan terhadap masyarakat.
"Terkenal sebagai Talent Cengeng Rekomendasi!" Dewi Samudera melanjutkan. Bahkan ketika julukan itu ditautkan pada dirinya, tepuk tangan semua orang tetap menyemangatinya. "Bakat fisik, kemampuan tarik suara dan panahan. Bakat spiritual, peruntungan baik di atas rata-rata. Lulus peringkat satu dengan nilai peruntungan baik tanpa saingan. Dengan ini, Jet-1 menentukan Ika Apriani sebagai: Master!"
Tepuk tangan bergemuruh mengalahkan dukungan untuk Mathew Minor. Gelar Master yang diterimanya merupakan anugerah tertinggi dalam Program Minority Academy. Kedudukannya setara dengan pejabat tinggi sederajat Wali Kota dalam istilah umum. Wewenangnya sama dengan Mathew Minor dalam pemerintahan kota. Namun jangkauannya hanya mencakup Program Minority Academy.
Ika menangis histeris. Sulit baginya untuk mempercayai kenyataan ini. Anugerah ini terlalu besar baginya. Ia bahagia. Tapi bahkan tak sanggup membendung kebahagiaan itu hingga serasa ingin meledakkan semua gedung. Gadis itu kini ditarik ke depan podium dengan pengawalan khusus. Mulai sekarang ia harus terbiasa dengan pengawalan itu. Karena beberapa waktu ke depan, ia akan selalu dalam pengawalan. Seperti ketika ia menjalani program pendidikan Minority Talent.
"Awas saja kalau kau berani sombong setelah menjabat," bisik Ester Maria ketika memeluknya untuk memberinya dukungan dan ucapan selamat.
Ika menanggapinya dengan isak tangis. Gadis itu betul-betul tidak bisa berkata-kata.
Keempat sahabatnya berhimpun memeluknya seperti kebiasaan mereka. Lalu menggiringnya keluar barisan bangku penonton.
Dan berikut adalah data Talent yang lulus dalam Program Minority Academy yang tidak diceritakan:
Adam Martinez
Usia: 20 tahun
Julukan: Tidak Ada!
Bakat Fisik: Racing dan menguasai alat musik
Bakat Spiritual: intuisi
Lulus peringkat 2 dengan nilai ketenangan tertinggi nomor 2
Jet-1 menentukannya sebagai: Paravisi
Luciana Adam
Usia 22 tahun
Julukan: Perempuan Cacat Karakter
Bakat Fisik: menguasai alat musik dan panahan
Bakat Spiritual: intuisi
Lulus peringkat 3 dengan nilai keberanian nomor 3
Jet-1 menentukannya sebagai: Paravisi
Dewi Samudera
Usia: 25 tahun
Julukan: Manusia Transparan
Bakat Fisik: Ahli Senjata dan Beladiri
Bakat Spiritual: Ahli Visi dan Mistik
Lulus peringkat 1 dengan nilai mistis nomor 1
Jet-1 menentukannya sebagai: Paravisi Rekomendasi
Casey Minor
Usia: 21 tahun
Julukan: Tidak Ada!
Bakat Fisik: Ahli Strategi dan menguasai Perangkat Lunak
Bakat Spiritual: Ahli Visi dan Mistik
Lulus tanpa pelatihan!
Jet-1 menentukannya sebagai: Paravisi Rekomendasi
Deasy Deanson
Usia: 22 tahun
Julukan: Deasy Dengkur
Bakat Fisik: rekor tidur
Bakat Spiritual: Ahli Visi
Lulus peringkat satu dengan nilai rekor tidur terlama
Jet-1 menentukannya sebagai: Paravisi
Topan Maulanna
Usia: 31 tahun
Julukan: Tidak Ada!
Bakat Fisik: Ahli Senjata & Beladiri
Bakat Spiritual: Hipnoterapi
Lulus tanpa pelatihan!
..._...
Dan berikut adalah data Paravisi angkatan pertama:
Athena
Usia: 28 tahun
Keahlian Fisik: Beladiri dan Ahli Strategi juga Ahli Senjata
Keahlian Spiritual: Bakat Visi dan Mistik
Pangkat: Kapten Paravisi
Senja Terakhir
Usia: 25 tahun
Keahlian Fisik: Beladiri dan Ahli Senjata
Keahlian Spiritual: Ahli Visi dan Mistik
Pangkat: Paravisi
Valentine
Usia: 30 tahun
Keahlian Fisik: Ahli Senjata dan Metode
Keahlian Spiritual: Ahli Visi, Mistik, & Pengobatan Alternatif
Pangkat: Paravisi
Evan Jeremiah
Usia: 31 tahun
Keahlian Fisik: Ahli Senjata & Beladiri, Racing & Otomotif
Keahlian Spiritual: Ahli Visi dan Hipnotis
Pangkat: Paravisi
Ryan Gunawan
Usia: 29 tahun
Keahlian Fisik: Beladiri & Racing
Keahlian Spiritual: Hipnotis
Pangkat: Paravisi
Raden Agung Tirtayasa Putra
Usia: 19 tahun
Keahlian Fisik: Beladiri & Senjata
Keahlian Spiritual: Ahli Visi dan Hipnotis
Pangkat: Paravisi Platinum
Gilang Wibisana
Usia: 30 tahun
Keahlian Fisik: Ahli Senjata
Keahlian Spiritual: Hipnotis
Pangkat: Paravisi
Dion Markus
Usia: 33 tahun
Keahlian Fisik: Racing, Beladiri & Senjata
Keahlian Spiritual: Hipnotis
Pangkat: Guardian
Martin Hernandez
Usia: 34 tahun
Keahlian Fisik: Racing & Beladiri
Keahlian Spiritual: Hipnotis
Pangkat: Paravisi
Ardian Kusuma
Usia: 35 tahun
Keahlian Fisik: Beladiri & Senjata
Keahlian Spiritual: Ahli Visi & Hipnotis
Pangkat: Paravisi
..._...
Semuanya berakhir manis seperti kisah lain pada umumnya. Kecuali jika Senja Terakhir dan Ester Maria tetap bersikeras untuk membunuh penulis.
PS: Dear, Senja Terakhir dan Ester Maria. Jangan harap!
Kota Artland masih memiliki banyak kisah dari berbagai tempat di seluruh penjuru Artland. Kisah menarik dari setiap orang tidak akan berhenti hanya sampai di sini. Masih banyak kisah lain yang datang dari luar Minority Center.
...📍...
...Minority Talent: TAMAT...
_______________________________________
Serial Artland: Bersambung...