Serial ArtLand: MINORITY TALENT

Serial ArtLand: MINORITY TALENT
Prahara Rantai Besi


Bulu kuduk Ester tiba-tiba meremang. Ia mengedar pandang ke sekeliling ruangan dengan tatapan gelisah. Meneliti satu per satu para Guardian yang berjaga di sekeliling ruangan itu. Entah apakah semua orang dalam ruangan itu juga merasakannya atau tidak. Tapi Ester merasa gedung itu bergetar di bawah kakinya. Seperti gempa.


Tak lama suasana di luar gerbang bergemuruh. Menjadikan bangunan itu terasa seperti gunung merapi yang sedang erupsi.


"Nomor 2, Free Style!" Seorang Guardian berteriak di tengah aksi para pengendara sepeda motor modifikasi. Nomor 2 adalah Reyhan Ibrahim.


Reyhan Ibrahim menghela napas. Ia menaikan gas kemudian mengayunkan bagian depan sepeda motornya dan menahannya di udara lalu membuat gerakan memutar dengan bertumpu hanya pada ban belakangnya. Dalam beberapa putaran ia berhasil merobohkan pengendara lain di sekitarnya.


"Nomor 13, Siding!" Guardian memberi aba-aba untuk Naomi.


Lima orang pengendara liar tengah melesat ke arah Reyhan Ibrahim dengan teknik Drag Race. Naomi melesat ke arah mereka dan memiringkan tubuhnya dalam-dalam dan membanting sepeda motornya ke posisi Sliding dan menabrakan dirinya.


Drakk!


Dua pengendara terpelanting.


Begitu juga Naomi.


Sekitar seratus pengendara berhasil melewati Reyhan Ibrahim dan sampai di depan gerbang. Mereka berusah merobohkan gerbang itu dengan menabrak-nabrakkan sepeda motor mereka. Beberapa dari mereka meninggalkan kendaraannya dan memanjat gerbang.


Seorang pengendara menggeram dan menerjang ke arah Naomi dengan melambungkan sepeda motornya dalam posisi Jumping.


Naomi menjerit. Ia mengangkat sebelah tangannya melindungi kepala.


Tiba-tiba seorang pengendara lain juga melambungkan sepeda motornya, menerjang pengendara itu. Jenis sepeda motor yang dikendarainya sejenis dengan sepeda motor Naomi. Tapi pakaian yang kenakannya berbeda dengan seragam Naomi. Dari model pakaian yang dikenakannya Naomi sudah bisa menebak orang itu adalah salah satu dari Paravisi.


Dan benar saja, pengendara itu mendaratkan sepeda motornya tak jauh dari tempat Naomi, kemudian menurunkan masker di wajahnya. Ryan Gunawan menoleh ke arah Naomi dan berteriak. "Ambil motornya sekarang!" Ia memerintahkan.


Naomi melompat dari tempatnya dan berlari ke arah sepeda motornya yang tergeletak di dekat trotoar. Lalu kembali menjerit ketika tubuh Reyhan Ibrahim terpelanting ke arahnya.


Dua orang Guardian melompat ke arah mereka, membantu Reyhan Ibrahim berdiri.


Dua orang pengendara bertubuh besar tiba-tiba menggotong salah satu sepeda motor modifikasi dan melemparkannya ke arah mereka.


Jeritan Naomi kembali melengking. Disusul suara ledakan logam yang mendengking. Kemudian suara berderak yang memekakan.


Sepeda motor modifikasi itu mendadak terlempar ke arah yang berlawanan. Membuat semua orang tersentak dan ketakutan. Seketika suasana berubah mencekam.


Naomi dan Reyhan Ibrahim masih tercengang di tempatnya.


Seseorang berpakaian seperti Paravisi bertengger di atas sepeda motor sport dengan rantai besi tersampir di bahunya.


Ryan Gunawan juga tercengang menatap sosok itu.


Tubuhnya tidak lebih besar dari Naomi. Tapi kehadirannya membuat waktu seolah terhenti. Seperti sedang menghadapi suatu kuasa besar yang mendadak bangkit dari kegelapan. Semua orang tercengang. Bagaimana tidak, sepeda motor berukuran lebih besar dari tubuhnya bisa terpelanting jauh dari kerumunan.


Jika ia merupakan salah satu dari Paravisi, hanya ada satu orang yang paling mungkin bertubuh kecil, yaitu Agung Tirtayasa. Tapi Ryan Gunawan tahu persis di mana tepatnya Agung Tirtayasa berada sekarang.


Orang misterius itu melangkah turun dari sepeda motornya dan mendekat ke arah kerumunan, kemudian menurunkan rantai dari bahunya.


Lalu semua orang mulai memekik begitu menyadari apa yang akan dilakukannya.


Perempuan itu mengayunkan rantai di tangannya dan memutarnya di udara menyerupai badai kemudian mulai mencambuki semua orang dengan membabi buta meninggalkan suara-suara ledakan yang mengerikan. Rantai itu melecut-lecut menyerupai putingbeliung, menyeret apa saja yang dikenainya.


Para pengendara itu kalang kabut dan berhamburan ke segala arah. Ratusan tubuh dan sepeda motor terpelanting ke sana kemari. Menjadikan semuanya terlihat seperti mimpi.


Perempuan misterius itu terlihat seperti iblis!


Para Guardian memanfaatkan kesempatan itu untuk menyerang sebagian pengendara yang masih mencoba menyerang Naomi dan Reyhan Ibrahim.


Naomi dan Reyhan Ibrahim masih mematung saling berpandangan dengan wajah pucat. Tubuh mereka mendadak tidak dapat digerakan. Pemandangan itu terlalu mengerikan dan di luar nalar.


Lalu dalam hitungan detik, perempuan itu telah berhasil membuat ratusan orang rebah ke tanah. Perempuan itu melirik beberapa pengendara yang berhasil melarikan diri kemudian menyampirkan rantai besi itu dan melilitkannya di bahunya. Lalu berjalan ke arah sepeda motornya dan berlalu dari tempat itu dalam kecepatan tinggi. Memburu mereka yang lari.


Ryan Gunawan masih tercengang memandanginya hingga sosok itu menghilang di kelokan. Dia pasti Athena. Ryan menyimpulkan. Tapi kemudian menyadari masih ada hal yang harus ia lakukan.


Sejumlah pengendara yang tadi sudah mencapai gerbang beberapa di antaranya telah berhasil masuk ke pekarangan dengan memanjat gerbang dan berhadapan dengan Ethan Hernandez dan Adam Martinez juga sejumlah Guardian.


Ryan Gunawan memacu sepeda motornya ke arah gerbang dan berhadapan dengan sedikitnya 80 orang pengendara yang tersisa. Seketika nyalinya menciut mengingat mereka tak segan-segan menjadikan sepeda motornya sendiri sebagai senjata. Serentak Ia memutar sepeda motornya dan berbalik arah.


Beberapa pengendara melihat Ryan dan mengejarnya. Sebagian masih mencoba membobol gerbang.


Menyadari hal itu, Naomi dan Reyhan Ibrahim serentak meraih sepeda motornya masing-masing dan mengejar Ryan Gunawan.


Beberapa Guardian juga menyusul mereka.


Ethan Hernandez dan Adam Martinez baru saja berhasil menghabisi pengendara yang berhasil menyusup.


Tak lama kemudian pintu gerbang berhasil dijebol. Para pengendara itu serentak menerobos ke dalam dan menerjang ke arah Ethan Hernandez dan Adam Martinez dengan sepeda motornya.


Ethan Hernandez dan Adam Martinez memasang kuda-kuda. Tapi jumlah mereka terlalu banyak. Membuat lutut keduanya gemetar tak terkendali.


Tiba-tiba dua orang berpakaian paravisi melesat dari dalam gedung mengendarai sepeda motor sport dan menjegal para pengendara itu dengan teknik Sliding.


Ethan Hernandez dan Adam Martinez memekik bersamaan. Dari mana mereka muncul? Keduanya bertanya-tanya.


Sejurus kemudian, para perusuh itu sudah tumbang kemudian tak berkutik dihabisi para Guardian.


Kedua Paravisi itu meninggalkan sepeda motornya di pekarangan. "Amankan semua Anak Aset ke ruang Personality Class!" Salah satu dari paravisi itu memerintahkan. "Program sudah diambil alih kembali!" Lalu Paravisi itu memperlihatkan lencana Athena.


Para Guardian itu serentak merunduk hormat kemudian bergegas mengumpulkan Anak-anak Aset.


Ethan Hernandez dan Adam Martinez masih mematung di tempatnya. Memperhatikan para Guardian itu berlari ke sana ke mari.


Kedua Paravisi itu kemudian menghampiri mereka dan menurunkan masker dari wajahnya. Martin Hernandez dan Dion Markus menyeringai ke arah mereka.