
"Xia Re terluka? Jika begitu, cepat kirim tabib kerajaan untuk memeriksa nya!"
"Yang Mulia, itu... Sepertinya tidak perlu,"
Pangeran Fan Zui bangkit dari duduknya, menatap tajam Kasim Jiang.
"Tunangan ku terluka? Dan kau mengatakan tidak perlu memanggilkan tabib untuk nya?!" Tanya Pangeran Fan Zui marah.
Kasim Jiang menghela nafas pelan, pria setengah baya itu baru saja menceritakan kejadian saat di kediaman Xia tadi.
"Mohon ampun, Yang Mulia, tapi ini adalah permintaan nona Xia Re. Sebelum saya kembali, nona Xia Re memberi tahu saya, jika masalah keluarga nya, tidak perlu kerajaan membantu, nona Xia Re juga meminta agar kerajaan tidak perlu memanggilkan tabib untuk nya,"
"Nona Xia Re juga mengatakan, biar masalah ini, kediaman Xia selesaikan dengan kediaman Mo." jelas Kasim Jiang.
Pangeran Fan Zui berdecak, kemudian kembali duduk.
'Mo Kai? Dia! Aku tidak akan memaafkan nya! Berani sekali mencelakai calon istri ku!' batin Fan Zui.
"Jika begitu, kita biarkan kediaman Xia menyelesaikan nya dengan kediaman Mo." Final Raja Fan Yan.
"Xia Re? Apakah dia wanita cantik yang berhasil mendapat perhatian kakak Zui?" Tanya Fan Yuyang pada kembaran nya yang duduk di sampingnya.
"Benar. Dia putri keempat keluarga Xia, seorang putri sah." Jawab Fan Yuying.
"Ibunda, lalu bagaimana dengan acara minum tehnya?" tanya Permaisuri Fan Lunglai para ibu mertuanya.
Fan Yu'er menatap sekilas menantunya. "Acara minum teh ini hanyalah alibi untuk dapat bertemu dengan nya. Namun, karena dia tidak bisa, maka aku akan mengatur kembali."
"Ibunda, bagaimana jika dalam lima hari lagi? Lima hari lagi juga merupakan hari ulang tahun Anda?" Usul Fan Lunglai.
Fan Yu'er terdiam sejenak berpikir.
"Hmm... Benar. Kasim Jiang, segera urus undangan untuk hari ulang tahun ku."
"Baik, Yang Mulia,"
...***...
"Shuzu, Mixu... Terima kasih pada kalian berdua. Maaf, karena ku, kalian terluka,""
"Nona, kami sangat tersanjung dengan Anda. Namun, kami tidak berhak menerima permintaan maaf dan terima kasih Anda, Ini sudah menjadi tugas kami! Ya 'kan, Mixu?"
"Benar, Nona! Kami tidak akan membiarkan mereka menindas Nona!"
Xia Re tersenyum tipis. "Sekali lagi, terima kasih,"
Namun, Xia Re kembali menampilkan wajah dinginnya.
"Oh, ya? Di mana Shizu? Aku belum melihatnya sama sekali,"
Shuzu terdiam. Apakah dia harus memberi tahu pada Nona nya? Jika ia melihat Shizu pergi dengan seseorang yang entah siapa? Apakah dia harus memberi tahu gelagat aneh dan mencurigakan saudari nya?
"Mungkin Shizu sedang membantu di dapur, atau di tempat mencuci," jawab Mixu.
"Hmmm... Baiklah. Kalian juga harus kembali bekerja,"
"Baik, Nona. Kami izin pergi."
Xia Re menghela nafas berat. Shizu? Di mana dayangnya itu?
"Lin Xi!"
Sekelebat, seorang pria muncul tiba-tiba dalam kamar Xia Re.
"Lin Xi memberi hormat kepada Nona pemimpin,"
"Bacakan laporan mu,"
"Baik, Nona. Hari ini, Shizu pelayan Anda pergi meninggalkan kediaman, pergi dengan seseorang berpakaian serba hitam."
Xia Re mengerutkan keningnya mendengar laporan anak buahnya yang memang ia tugaskan untuk mengawasi Shizu.
"Pergi dengan seseorang berpakaian serba hitam? Apa kau melihat wajah seseorang itu?"
"Maaf, Nona. Saya tidak melihat wajahnya, karena seseorang itu memakai jubah hitam, bahkan memakai tudung hitam, begitu juga dengan pelayan Anda yang memakai tudung hitam."
Xia Re terdiam sesaat.
"Shizu? Apa kau benar-benar berkhianat?"