Reinkarnasi Sang Mafia

Reinkarnasi Sang Mafia
Eps.40


Dimalam hari di Kediaman Besar Keluarga Xia.


-Paviliun Hyoung Sensei


Hyoung Sensei, laki-laki itu tampak memikirkan apa yang dikatakan gadis tadi, Meilang.


"apa aku harus melakukan itu. tapi,,, Ah!! Sial." ujarnya Frustasi.


-Flashback


"Tuan, Saya dapat membantu, Anda." ujar Meilang seraya berjalan mendekat kearah Hyoung Sensei.


"membantu?" beo Hyoung Sensei.


"benar. Saya tau, Anda sedang memikirkan Nona Xia Re dan Putra Mahkota."


"Bagaimana kau tau!?" tanya Hyoung Sensei seraya menatap lekat gadis didepannya itu.


"Anda tidak perlu tau. yang jelas, saya akan membantu, anda."


"bagaimana?" tanya Hyoung Sensei sedikit ragu.


Meilang tersenyum tipis. ia membisikkan sesuatu pada Hyoung Sensei.


"APA!! tidak, aku tidak setuju!" ujar Hyoung Sensei setelah mendengar rencana Meilang.


"Tapi, tidak ada rencana lain, Tuan." ujar Meilang.


Hyoung Sensei membuang nafasnya kasar.


"memang tidak ada rencana lain. tapi, Pangeran Lee Taeyon Jin, dia..."


"aku tidak bisa. aku tidak bisa membiarkan Xia Re menikah dengan laki-laki lemah dan bodoh seperti Pangeran Taeyeon." ujar Hyoung Sensei.


"itu saja yang dapat anda lakukan jika anda tidak mau Nona Xia Re menikah dengan Putra Mahkota." ujar Meilang.


'Aku harus membuat Hyoung Sensei terpedaya. agar... aku bisa selamanya disisi Tuan.' Batin Meilang.


-Flashback Off


"Tidak ada rencana lain. aku harus mendiskusikannya dengan Paman dan Kakek." gumamnya seraya keluar dari Paviliunnya.


-Disisi lain.


Xia Re, gadis itu membalikkan badannya, ia terkejut kala laki-laki bertopeng itu ada dibelakangnya.


"Hallo, Nona." ujar laki-laki bertopeng itu seraya mencabut pedangnya yang tertancap di perut Sa Bo.


"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Xia Re.


"Tentu saja menjaga jodohku." ujarnya seraya menendang Sa Bo agar tidak menjadi penghalang.


Xia Re mendatarkan wajahnya, lalu ia melirik kearah Bawahannya.


"kalian urus para binatang itu. aku akan pergi." ujar Xia Re seraya menarik tangan laki-laki bertopeng itu keluar.


Xia Re berjalan keluar seraya menarik tangan laki-laki bertopeng itu.


'Bukk'


Xia Re mendorong tubuh laki-laki itu hingga membentur pohon.


Xia Re menarik kerah baju laki-laki bertopeng itu seraya berkata.


"siapa sebenarnya kamu! kenapa kamu mengenalku!? Jawab."


"waktu itu Saya sudah menjawabnya, bukan...." ujar laki-laki bertopeng itu santai.


Xia Re menatap tajam laki-laki didepannya itu.


"itu tidak mungkin. kau bukan Heavenku!" ujar Xia Re.


laki-laki itu terkekeh seraya menarik tubuh Xia Re kedalam dekapannya.


Laki-laki bertopeng itu membisikkan sesuatu pada Xia Re.


"apa kau tidak percaya." bisiknya pada Xia Re.


"Gadis kecilku. dulu, saat kau pertama kali belajar beladiri, kau mengompol karena takut." bisiknya lagi.


'Deg'


wajah Xia Re memanas, ia mendorong pelan laki-laki bertopeng itu.


"a-apa yang kau katakan. a-aku... i-ini sudah larut malam. lebih baik aku kembali. terima kasih karena menolongku." ujar Xia Re seraya pergi.


laki-laki bertopeng itu tersenyum dari balik topengnya.


"Heavenku, ya?" gumamnya.


Fan Zhuang. Laki-laki itu tengah menyelinap masuk kedalam Paviliun Xi Re.


"aku harus cepat memberi tahu Xia Re." gumamnya seraya memanjat tembok Paviliun Xia Re.


"susah... sekali... Hufh..." gumamnya masih mencoba memanjat tembok.


tak lama kemudian...


"Hufh.. akhirnya" gumamnya seraya bernafas lega saat dirinya berhasil memanjat tembok. tapi,


"ti-tinggi sekali."


keringat dingin mulai bercucuran membasahi wajah tampannya. ia menatap takut kebawah.


"ba-bagaimana ini... Xia Re, tolong aku." gumamnya berharap.


"Apa yang kau lakukan disini!" Fan Zhuang menatap kesumber suara.


"Kau!!"