Reinkarnasi Sang Mafia

Reinkarnasi Sang Mafia
Episode 73


"Rere, melangkah perlahan saja,"


Xia Re mengangguk. Dengan di bantu sang sepupu, Xia Re melangkah dengan tangan memegangi perutnya.


"Nona! Apa yang terjadi pada Anda?"


Shuzu menghampiri Tuan nya, kemudian membantu Hyoung Sensei membawa Tuan nya.


Tidak jauh berbeda dengan Xia Re, Xia Rang juga di bantu Xia Mo Jensong menuju paviliun nya.


"Rere, Sensei-ge akan segera memanggilkan tabib untuk mu,"


Xia Re tersenyum menanggapi. Kemudian menggenggam tangan sepupu nya.


"Terima kasih, Sensei-ge, dan juga yang lain, tapi, jangan khawatir kan Rere, Rere baik-baik saja. Lebih baik, Sensei-ge dan yang lainnya cepat panggilkan tabib untuk kakak Rang, dia jauh lebih membutuhkan."


Mereka yang berada di sana tersenyum sendu ke arah Xia Re.


"Maafkan, Ayah, Xia Re. Ayah sudah gagal menjaga dan melindungi mu,"


Xia Re menggeleng. "Tidak, ini bukan salah Ayah, tapi ini salah Tuan Muda Mo Kai,"


Mendengar nama Mo Kai, membuat mereka yang berada di sana mendadak mengeluarkan aura gelap.


"Rere, kamu tenang saja. Kakek mu ini, pasti akan membuat perhitungan dengan keluarga Mo itu!"


"Benar, kami juga!" Imbuh Xia Jensung dan Hyoung Sensei.


"Tuan, Nona, tabib Yang sudah datang,"


Mereka yang berada di sana menatap ke arah Shuzu, kemudian beralih menatap ke arah Tabib Yang. Seorang Tabib terkenal.


"Baiklah, biarkan tabib memeriksa mu, Xia Re. Kami akan pergi ke paviliun kakakmu,"


Xia Re mengangguk. Kemudian Xia Fang, dan yang lainnya kecuali Shuzu dan tabib Yang keluar dari kamar Xia Re.


***


"Tuan, keadaan nona Xia Re tidak terlalu buruk, lukanya juga sudah di obati. Saya juga sudah menuliskan resep obat dan salep untuk nona Xia Re."


Xia Tong menerima resep yang di tulis tabib Yang. Kemudian memperhatikan resep tersebut sekilas.


"Terima kasih Tabib Yang,"


"Keadaan nona Xia Rang cukup buruk, Tuan. Terutama di bagian wajah, sepertinya luka tersebut akan membekas."


"Terima kasih, Tabib Wu."


Kedua Tabib itu mengangguk, kemudian memberi hormat dan pergi.


"Mixu, bagaimana ini bisa terjadi pada Nona kita?"


"Kusir yang menunggangi kuda Nona, bukankah orang Nona Xia Rang? Shuzu, apakah mungkin–"


"J4lang! Berani sekali kalian pelayan rendahan memfitnah kakakku!"


Mereka yang berada di sana sontak menatap ke arah Xia Rong yang menampar Mixu, pelayan Xia Re. Perempuan itu sudah kembali setelah beberapa hari berada di istana untuk pemeriksaan.


"Mohon ampun, Nona. Saya hanya mendengar, jika Nona saya di serang, kemudian kusir yang membawa nona kami bermasalah. Sementara, kusir tersebut bukankah orang dari paviliun Nona Xia Rang?"


"Kau!?"


Tangan Xia Rong melayang, hendak kembali menampar Mixu. Namun, kehadiran seseorang membuat tangannya berhenti di udara.


"Ada apa ini?"


***


Seekor burung phoenix terbang masuk ke dalam sebuah hutan. Tak lama kemudian, burung phoenix itu hinggap di bahu seorang pria.


"Sudah kembali? Apa tugasmu sudah selesai?"


Seakan mengerti apa yang di katakan pria barusan, burung phoenix api itu berkicau. Pria tersebut tersenyum tipis, mendengar burung phoenix itu bercerita.


"Baiklah, tugasmu sudah selesai. Kau boleh pergi,"


Burung Phoenix itu kembali terbang, tapi tidak pergi, hanya berpindah tempat ke sebuah pohon besar.


"Aku akan pergi, selagi aku pergi jagalah tempat ini." Kata pria itu pada burung phoenix.


"Tuan? Apa Anda akan pergi?"


Seorang pria lainnya muncul, berjalan menghampiri pria tersebut.


"Ya, sudah waktunya aku pergi."


Kata pria tersebut sembari memakai jubah hitam bercorak merahnya.


"Aku ingin menemui seseorang, sekaligus–bertemu dengan tuan putri iblis kami."