Reinkarnasi Sang Mafia

Reinkarnasi Sang Mafia
Eps.42


Pagi hari dipaviliun Xia Re. tampak gadis cantik itu tengah berendam dikolamnya.


"Nona, apa anda sudah selesai?" tanya Shuzu.


"belum." sahut Xia Re.


"Haish, kenapa Nona berendam sangat lama?" gumam Shuzu.


"benar. bagaimana jika nanti Nona sakit." timpal Mixu.


"kalian berharap Nona sakit?"


"Eh!?" Mixu dan Shuzu terkejut kala tiba-tiba Shizu masuk.


"kau ini mengagetkanku saja." kesal Mixu.


"Terserah. ini makanan untuk Nona. aku akan pergi keluar." ujar Shizu seraya berjalan keluar.


"mau kemana?" tanya Shuzu.


"keluar." jawab Shizu.


"iya, kami tau. tapi keluar kemana?" tanya Mixu.


"Pasar." jawab Shizu lalu keluar.


Mixu dan Shuzu mendatarkan wajah mereka.


"dasar, Es."


-Paviliun Xia Rang


Xia Rang, manusia Minus akhlak itu tengah menyesap tehnya.


"Nona, sepertinya Selir Fui dan Nona Fui akan segera kembali." ujar bawahan Xia Rang-- Sixuan.


"hm. sudah kembali, ya?" gumam Xia Rang.


"Sixuan, panggil Xia Rong kemari." perintah Xia Rang.


"Baik, Nona."


tak lama kemudian Xia Rong datang kepaviliun Kakaknya.


"ada apa, kak?" tanya Xia Rong.


"kau pasti sudah mengetahui perihal kepulangan Selir Fui dan Xia Fui." ujar Xia Rang.


"iya." jawab Xia Rong.


"adik, bukankah ini kesempatan kita untuk memanfaatkan Xia Fui."


"kau benar, kak. kita bisa memanfaatkan Xia Fui!" ujar Xia Rong girang.


"lalu, apa rencanamu, kak?" tanya Xia Rong.


"rencananya adalah..."


-Paviliun Xia Re


Hyoung Sensei. Tampak laki-laki tampan itu tengah memasuki paviliun sepupu tersayangnya.


"Rere..." Panggilnya.


Xia Re, ia segera memakai cadarnya dan menemui sang sepupu.


"Sensei..." Ujar Xia Re seraya memeluk laki-laki tampan itu.


"Sensei..." Gumam gadis cantik itu.


"Rere, bagaimana keadaanmu?" Tanya Hyoung Sensei lembut.


"Aku baik-baik saja, kak. Aku senang karena kakak mengunjungi ku." Ujar Xia Re jujur.


Yah! Jujur saja, gadis itu sangat merindukan laki-laki ini. Bagaimanapun, laki-laki ini sudah seperti kakak baginya.


"Aku juga senang. Maaf, ya! Maaf karena Sensei jarang bermain denganmu." Ujar Hyoung Sensei seraya mengacak-acak rambut Xia Re gemas.


"Kalau begitu, kita bermain sekarang saja, Sensei." Ujar Xia Re.


"Xia Re, apa kau lupa. Hari ini kita semua akan menyambut kepulangan Selir Fui dan Xia Fui." Ujar Hyoung Sensei.


Xia Re menaikkan sebelah alisnya terangkat.


'Selir Fui? Apa mungkin, Fui Fang?'batinnya.


Xia Re kembali teringat Tentang apa yang dikatakan Sa Bo waktu itu.


-Flashback


"sekarang beri tahu padaku, siapa yang menyuruhmu!" ujar Xia Re penuh penekanan.


"Se.. selir Fui Fang." jawab Sa Bo.


-Flashback Off


'apa mungkin... Selir Fui Fang juga terlibat dalam pembunuhan ini?' batin Xia Re bertanya.


"Tapi, aku tidak yakin jika Selir Fui juga ikut terlibat." Ujar Xiahantu tiba-tiba muncul.


"Dalam ingatanku, Selir Fui tidak jahat sama sekali. Justru, Xia Fui lah yang selalu jahat padaku dan adikku." Jelas Xiahantu.


Xia Re tampak menarik nafas panjang.


'rumit sekali.' batinnya Frustasi.


"Rere, ada apa?" Tanya Hyoung Sensei membuyarkan lamunan Xia Re.


"Ah! ti-tidak apa, kak." Ujar Xia Re kikuk.


"Lalu, kapan kita bisa bermain. Aku merindukan masa-masa kita..." Ujar Xia Re manja.


"Tuanku... Anda adalah Dewi berhati iblis." Ujar Tong Tong.


Xia Re mendatarkan wajahnya. Bisa-bisanya Tong Tong menyamakan dirinya dengan iblis. Walau, sebenernya dia adalah--


Reader: Xia Re adalah apa Thor?


Sansan: ti-tidak ada, hehe.(Anjay keceplosan) oke skip!


Xiahantu, ia tampak terdiam setelah mendengar ucapan Tong Tong.


"Sudahlah, Re. Kau tidak perlu cemberut seperti itu. Nanti sore kau ikutlah denganku dan Hyoung." Ujar Jensung tiba-tiba datang.


Xia Re dan Hyoung Sensei menatap Jensung.


"Sensei, Sensei dan Kak Sung mau kemana?" Tanya Xia Re.


"Kita akan pergi ke pasar." Jawab Hyoung Sensei.


"Hanya pasar..." Gumam Xia Re.


"Tapi, jika Rere ikut. Sensei akan membawa Rere ketempat yang indah."


Xia Re mendongakkan kepalanya menatap bingung Hyoung Sensei.


"Kemana?"


"Rahasia."


-Kediaman Keluarga Xia


Aula Kediaman Xia


Xia Fang, Xia Tong, Hyoung Sensei dan yang lainnya tengah menanti kedatangan Selir Fui Fang dan Putrinya, Xia Fui.


Tak lama kemudian, Sebuah Kereta kuda yang membawa Selir Fui dan Xia Fui tiba.


seorang wanita cantik dan gadis cantik keluar dari Kereta kuda tersebut.


'hm. jadi, dia adalah Xia Fui. dia sangat membenciku karena dia mengira aku merebut monyet jelek itu.'batin Xia Re.


"selamat datang kembali selir Fui." ujar Gong Rong seraya berjalan kearah selir Fui.


"Tuan Besar." Fuia Fang membungkukkan badannya begitu juga Xia Fui.


"baguslah jika kalian kembali dengan selamat." ujar Xia Tong lalu melangkah pergi.


"Terima kasih, Tuan besar." ujar Fui Fang dan Xia Fui.


"kalau begitu, mari masuk. Fui Fang." ujar Xia Fang melangkah masuk.


mereka pun mulai membubarkan diri. Xia Fui, ia mencari keberadaan Xia Re.


"apa dia Xia Re?" gumamnya saat melihat seseorang bercadar yang juga tengah menatapnya.


"kakak, Fui. lama tidak berjumpa. bagaimana jika kita mengobrol dipaviliunku." ajak Xia Rong.


Xia Fui sebenernya tidak terlalu menyukai Xia Rong. tapi, sudahlah.


Xia Re, ia tersenyum miring dari balik cadarnya.


"aku ingin lihat. bagaimana kau memanfaatkan dia, Xia Rong." gumam Xia Re lalu melangkah pergi.


-Malam hari tiba


Semua keluarga Xia tengah menikmati makan malam bersama terkecuali Xia Re, Hyoung Sensei dan Xia Jensung.


"Ayah, dimana Kak sepupu, Hyoung?" ujar Xia Fui kala tidak melihat keberadaan Hyoung Sensei.


"sepertinya mereka tengah pergi bersama, Putriku." ujar Gong Rong.


Xia Fui mengepalkan tangannya. sejak kapan Xia Jensung dekat dengan gadis itu. dan kenapa, kenapa Hyoung Sensei selalu dekat dengan gadis itu, kenapa bukan dirinya.


"Kakak, bagaimana? apa kau mau bekerjasama denganku?" bisik Xia Rong pada Xia Fui.


'tak ada pilihan. aku harus menerima tawaran Xia Rong!" batin Xia Fui.


tentu saja. hal itu tak luput dari pandangan Selir Fui.


'putriku, ibu sudah memperingati mu...' batinnya.


"Wah... disini sangat indah sekali kakak." ujar Xia Re girang kala Hyoung Sensei dan Jensung membawanya menaiki sebuah kapal.


"kau senang, Rere?" tanya Jensung.


Xia Re mengangguk lalu memeluk kedua laki-laki didepannya itu.


"terima kasih. Rere sangat senang." ujarnya.


Xia Re melepaskan pelukannya. saat ia menatap kedua laki-laki didepannya itu. maniknya tidak sengaja melihat laki-laki bertopeng.


"Rere, ada apa?" tanya Hyoung Sensei kala melihat adik sepupunya terdiam.


"kau melihat apa, Rere?" Hyoung Sensei dan Jensung mengikuti arah pandang Xia Re.


"Eh!