
Fan Zhuang. Laki-laki itu tengah berduduk diri dirumah makan KeyTong.
maniknya sedari tadi menatap kearah ruangan Xia Re.
"Hufh..." ia menghela nafas panjang.
"Mixu bagaimana jika kita membelikan beberapa makanan ringan untuk Nona."
"wah, kau benar, Shizu."
"Shizu, bukankah itu pangeran kelima?" ujar Mixu kala melihat Fan Zhuang.
Shizu mengikuti arah pandang Mixu, dan benar saja. ia melihat Fan Zhuang.
"ayo kesana." ujar Mixu seraya menarik tangan Shizu.
"Kami memberi hormat pada pangeran kelima." ujar Mixu dan Shizu bersamaan.
Fan Zhuang mendongakkan kepalanya. ia menatap heran kepada dua perempuan didepannya itu. apa dia terlihat mencolok, padahal dia sudah menyamar.
"siapa kalian?" tanyanya.
"hamba Mixu, dan ini Shizu. kami adalah dayang Pribadi Nona Xia Re." ujar Mixu.
"Pangeran, apa Pangeran sedang menunggu Nona?" tebak Shizu.
"jadi, kalian dayang Xia Re. apa Xia Re sudah kembali." tanya Fan Zhuang.
Mixu dan Shizu saling berpandangan dan mengangguk.
"Hufh..." Fan Zhuang bernafas lega.
"tinggal menunggu sore hari." gumam nya.
"kalau begitu, kami izin pamit. Yang Mulia."
"iya."
Disisi lain. Xia Re, gadis bercadar itu tengah berlari menuju Rumah makan KeyTong.
"Tuan, apa anda yakin jika Fan Zhuang ada disana?" tanya Tong Tong.
"Aku yakin." ujar Xia Re.
"sudahlah, Tong Tong. mereka berdua itu sehati. Keyla yakin jika Fan Zhuang ada dirumah makan KeyTong, karena keduanya sehati." ujar Xiahantu membuat Tong Tong mendatarkan wajahnya.
"Dasar, Hantu gentayangan." gumamnya.
Xia Re tidak menghiraukan perkataan kedua makhluk berterbangan itu. ia fokus berlari menuju Rumah makan KeyTong.
Tak lama kemudian Xia Re sampai di Rumah makan KeyTong. ia segera masuk dan memacari keberadaan Fan Zhuang. dan...
"Ketemu." gumam Xia Re kala melihat Fan Zhuang.
Xia Re dengan segera berjalan kearah Fan Zhuang.
"Pangeran jelek." panggilnya.
Fan Zhuang mendongakkan kepalanya, ia menatap lekat perempuan bercadar didepannya itu.
"Gadis jelek." gumamnya.
'Greppp'
Xia Re membelalakkan matanya kala Fan Zhuang tiba-tiba memeluknya.
"Pangeran jelek. apa yang kau lakukan." kesal Xia Re.
Fan Zhuang melepaskan pelukannya. ia menatap Xia Re.
"kau kemana saja!?" tanyanya.
"itu tidak penting. ada yang ingin aku sampaikan padamu. ayo..." ujar Xia Re seraya menarik tangan Fan Zhuang menuju ruangan pribadinya.
"Apa yang ingin kau sampaikan, Re?" tanya Fan Zhuang.
Xia Re menghela nafas panjang, lalu berkata."kau berjanji tidak akan panik?"
Fan Zhuang mengangguk.
"Luan Xian diculik."
'deg'
"A-apa!?"
"iya, dia diculik. oleh Tunanganmu." Fan Zhuang mengepalkan tangannya.
"Mei Terian..." gummanya kesal.
"kau tidak usah khawatir. aku sudah menemukan tempat sembunyi mereka."
"dimana?" tanya Fan Zhuang.
"Hutan."
"Aku akan menyiapkan pasukan untuk menyelamatkan Luan Xian."
Xia Re menghela nafas kasar mendengarnya.
"jangan." ujar Xia Re.
"jangan?" beo Fan Zhuang.
"aku punya rencana sendiri." ujar Xia Re seraya tersenyum Devil dibalik cadarnya.
"Xia Re, lalu apa yang akan kita lakukan?" tanya Fan Zhuang.
"Mark..." Panggil Xia Re pada bawahannya.
Tak lama kemudian. Mark menghadap Xia Re dengan Tiga laki-laki dibelakangnya.
"Kami menghadap Nona pemimpin." ujar Keempatnya.
"Persiapkan diri kalian. kita segera berangkat kesana." ujar Xia Re.
"Baik, Nona."
"Mei Terian, berani kau menyentuh kunciku.... cari Mati." gumam Xia Re.
"Ayo, Tuan. bunuh para penjahat itu!!!" teriak Tong Tong kegirangan.
Mei Terian gadis itu baru saja keluar dari gubuk. ia tidak menyadari Fui Go yang sedari tadi mengawasinya.
setelah kepergian Mei Terian, Fui Go menyelinap masuk kedalam. ia dapat melihat 20 penjaga berbadan besar yang menjaga didalam, 15 penjaga dibelakang gubuk dan 5 orang penjaga didepan.
"jumlah penjaga 40 orang." gumamnya.
Fui Go menatap kearah Luan Xian yang masih pingsan.
Luan Xian, gadis itu mulai membuka matanya.
'di-dimana aku... kenapa aku terikat seperti ini!' batinnya.
"Mmmmhhh... Mmmhhhh..." ia mencoba memberontak tapi sia-sia saja.
"Eh! dia sudah bangun rupanya." ujar salah satu penjaga.
"sudahlah, biarkan saja. dia tidak akan bisa memberontak." ujar penjaga lainnya cuek.
"Mmmhhhh... Mmmhhhh..." berontak Luan Xian lagi. salah seorang penjaga yang kesal pun berjalan kearah Luan Xian.
'Plakk'
sebuah tamparan keras mendarat di pipi mulus Luan Xian.
"Diamlah! atau kami akan membunuhmu Sekarang." ancam penjaga itu.
'hikss... bagaimana ini...' batinnya.
"shtt.. shtt.." Luan Xian mendongakkan kepalanya keatas.
'siapa laki-laki itu?' batinnya.
Malam hari telah tiba. Xia Re, Fan Zhuang dan keempat anak buah Xia Re baru sampai didepan hutan.
"Xia Re, bagaimana ini. Malam hari sudah tiba." ujar Fan Zhuang.
"kau tenang saja. kalian pergilah lebih dulu." ujar Xia Re pada bawahannya.
"Baik, Nona. kami pergi dulu."
Wushh...
Wushh...
Wushh...
"Pangeran jelek, berpeganganlah padaku." ujar Xia Re seraya mengulurkan tangannya.
Fan Zhuang dengan ragu menerima uluran tangan Xia Re.
"Xia Re, apa yang ingin-- Aahhhh" Fan Zhuang begitu terkejut kala Xia Re membawanya Loncat dari pohon kepohon lainnya.
'entah ini perasaan ku atau bukan. tapi, gerakan ku semakin lincah.' batin Xia Re.
Fan Zhuang dan Xia Re pun sampai ditempat yang Xia Re katakan.
Disana sudah ada Fui Go, Mark dan tiga bawahan Xia Re.
"Bagaimana?" tanya Xia Re pada Fui Go.
"jumlah penjaga 40. 20 didalam, 5 berjaga diluar dan 15 dibelakang.
"Menarik. kita buat seakan-akan mereka dibunuh. kalian paham."
"Paham, Nona."
"Fui Go apa kau siap melawan penjaga didepan?" tanya Xia Re.
"siap, Nona." jawab Fui Go semangat.
"bagus. Mark kau selamatkan Luan Xian. dan kalian bertiga lawan yang dibelakang. mengerti!?"
"Di Mengerti, Nona." mereka pun mulai melakukan aksinya.
Saat Xia Re hendak menyelinap masuk kedalam. Fan Zhuang menghalanginya.
"lalu apa yang aku lakukan?"
"kau disini saja. jika kau melawan, jangan salahkan aku jika Luan Xian terluka." ujar Xia Re dingin.
Fui Go memunculkan diri didepan para penjaga didepan.
"siapa kau!?" tanya salah satu penjaga.
"Tidak perlu banyak basa basi. rasakan ini... Hyaaah!"
Zrangggg...
Keempat penjaga didepan terkejut kala melihat teman mereka dibunuh.
"Kau!!!!" kesal salah satu penjaga, lalu menyerang Fui Go. ketiga penjaga itu pun ikut menyerang Fui Go.
Xia Re ia tersenyum Smirk dibalik cadarnya.
"memang pantas menjadi tangan kananku." gumam Xia Re lalu masuk kedalam gubuk.
"Tuan, berhati-hati lah. para penjaga itu sangat-- A-apa.."
Zrangggg...
Tong Tong terkejut kala melihat Xia Re yang langsung memenggal kepala salah satu penjaga.
"Tuanku, tidak takut sama sekali." gumamnya.
"Siapa kau, berani kau membunuh teman kami!" ujar salah satu penjaga seraya bersiap menyerang Xia Re.
"sudah, ayo kita bunuh saja!"
"Hyaaah..." mereka semua menyerang Xia Re bersamaan.
"Cih, dasar Sampah!!!" ujar Xia Re seraya melayangkan Tendangannya pada beberapa penjaga.
'Buggh'
"Sial. Mati kau--" saat penjaga itu hendak menyerang Xia Re dari belakang tiba-tiba saja sebuah pedang menusuknya.
'jleb'
"A-apa.." penjaga itu membalikkan badannya.
"Berani menyentuh Keylaku, Cari Mati!"
Xia Re membalikkan badannya kala mendengar seseorang menyebut namanya.
"laki-laki bertopeng itu lagi." gumamnya.
"Bagaimana ini. mereka semua sudah dibunuh." bisik salah seorang penjaga pada temannya.
yah, dari 20 penjaga. hanya tinggal 7. 4 terluka, 3 masih bertahan. sisanya Mati.
"Sepertinya kita berjodoh." ujar laki-laki bertopeng itu pada Xia Re.
entah mengapa mendengar ucapan itu membuat Xia Re tersenyum dibalik cadarnya.
"Sepertinya." ujar Xia Re.
"Nona, biarkan aku menghabisi sisanya." ujar laki-laki bertopeng itu.
ketujuh penjaga yang masih hidup itu merinding.
"ba-bagaimana ini..."
"tidak harus bagaimana. kalian sampaikan salamku pada Pangeran Neraka. aku akan menjaganya." bisik laki-laki bertopeng itu.
Zrangggg...
Zrangggg...
Xia Re takjub kala melihat ketujuh penjaga itu mati dalam sedetik.
"Kyaaa... Dia sama sadisnya dengan anda, tuan. andai aku perempuan, aku sudah jatuh hati padanya." ujar Tong Tong.
"benar-benar menarik." gumam Xia Re.
sementara, Luan Xian mencoba untuk melepaskan ikatan ditangannya.
"Biar saya bantu, Nona." Luan Xian menatap laki-laki didepannya.
"anda tidak perlu takut. saya bukan orang jahat." ujar Mark seraya melepaskan ikatan ditangan Luan Xian.
"terima kasih." ujar Luan Xian.
"hm. mari ikut saya, Nona." ujar Mark seraya keluar lebih dulu.
Xia Re dan laki-laki bertopeng itu masih berada didalam gubuk itu.
"Berhati-hatilah kedepannya." peringat laki-laki bertopeng itu.
saat laki-laki bertopeng itu hendak pergi. Xia Re menahannya.
"Siapa kamu, apa kamu... Alfa." tanya Xia Re sendu.
laki-laki bertopeng itu menghentikan langkahnya. ia terdiam lalu tersenyum dibalik topengnya.
"Jaga dirimu..." ujar laki-laki bertopeng itu seraya pergi.
Xia Re tersenyum getir. tangannya mengepal, tubuhnya bergetar.
"Apa itu benar-benar kau..." gumamnya.