
"Bagaimana, putri ku?"
"Tentu saja berhasil, Ibunda! Aku yakin, kali ini rencana kita pasti berhasil!" Seru perempuan itu dengan senyum penuh kemenangan.
Wanita di hadapannya tersenyum puas mendengar laporan nya.
"Kamu memang hebat, putri ku. Sangat dapat di andalkan!" Seru wanita itu memuji putri nya.
"Tapi Ibu, aku akan pergi untuk memastikan sendiri jika rencana kali ini berhasil." Ucap perempuan itu pada sang ibunda nya.
"Untuk apa, putri ku? Sudah pasti rencana kita berhasil. Lagi pun, Tuan Muda Mo Kai juga bekerja sama dengan kita kan?" Ucap wanita itu.
Perempuan itu berjalan membelakangi ibunda nya.
"Karena Mo Kai bekerja sama dengan kita, itulah alasan ku untuk melihat secara langsung Ibunda. Karena, Mo Kai sangat tidak bisa di percaya," ucap perempuan itu.
Wanita itu mengerutkan keningnya tidak mengerti. "Apa maksud mu, Xia Rang?"
Xia Rang berbalik, kembali berjalan mendekati ibunda nya, Gong Rong.
"Tatapan Mo Kai kepada Xia Re saat festival bunga di kerajaan, terlihat jelas jika Mo Kai jatuh hati pada perempuan itu." Jelas Xia Rang.
Gong Rong tertegun. "Maksud mu–ah, ya! Kau benar, Putri ku. Ibunda juga melihat nya, aish... Mengapa ibunda begitu ceroboh....,"
Gong Rong memijat pelipisnya. Apakah rencana nya kali ini tetap akan gagal? Huh.
Xia Rang tersenyum licik. "ibu, tenang lah. Putri mu ini sudah memiliki cara," ucapnya.
Gong Rong mendongakkan kepalanya menatap Xia Rang, Putri nya.
"Benarkah? Apa itu, putri ku?" Tanyanya.
Xia Rang mendudukkan dirinya di samping ibunda nya, kemudian membisikkan rencananya.
"Seperti ini, Ibu...."
Gong Rong tersenyum licik. "Bagus, putri ku... Kau tenang saja, ibu akan mengurus semuanya." Ucap Gong Rong.
"Jika begitu, aku akan segera pergi, ibunda....,"
"Pergilah putri ku... Jangan lupa, kamu bawa beberapa orang bayaran. Pastikan jika rencana kali ini berhasil, bu*nuh Mo Kai sekalian!"
Kemudian, Xia Rang menyelinap keluar dari paviliun ibu nya. Ia sengaja kembali dengan cepat ke kediaman Xia untuk melaporkan tugasnya pada Gong Rong, ibunda nya, juga untuk mengambil beberapa koin emasnya. Karena dia harus membayar orang.
***
Di sebuah jalan yang di kelilingi pepohonan, sebuah kereta kuda terlihat melintasi jalan tersebut.
Sementara, di dalam kereta. Terlihat seorang gadis cantik yang tampak duduk tenang, berbeda dengan makhluk kecil di hadapan gadis tersebut.
"Tuan ku! Sudah jelas ada yang tidak beres dengan orang ini!"
"Lihatlah, Tuan ku, jalan ini bukanlah jalan yang benar untuk kembali ke kediaman Xia!" Serunya.
Sementara, sang gadis cantik itu masih bergeming.
"Tuan!!!"
Gadis itu menghela nafas pelan, kemudian menyungging senyum mengerikan.
"Tong Tong... Apa kamu kira aku bod*oh?" Tanya gadis itu.
Tong Tong, sistem itu diam.
"Tenang lah... Kau tak perlu mengkhawatirkan diri ku," sambung gadis itu.
Gadis itu kemudian menuangkan teh di cangkir nya, dan meminum nya.
"Tapi, Tuan...."
"Di-am!" Tong Tong terdiam sempurna ketika Xia Re, tuan nya menatap nya dengan tatapan tajam.
"Huh, kau begitu berisik, Tong Tong." Xia Re meletakkan kembali cangkir nya.
Manik gadis itu menatap kusir yang menunggangi kuda kereta nya.
"Hey, bukankah ini adalah tempat yang tepat untuk bertarung?" Ucap Xia Re pada sang kusir. Suaranya sengaja ia keraskan sedikit.
Sementara, sang kusir, Chang'en, terlihat terkejut dengan ucapan Xia Re, gadis di dalam kereta yang ia bawa.
"Si*al! Apakah dia menyadari nya?" Gumamnya.