Reinkarnasi Sang Mafia

Reinkarnasi Sang Mafia
Eps.64


Xia Re, perempuan cantik itu baru saja melangkah keluar dari paviliunnya.


Tujuan utamanya adalah menemui tiga kakaknya, Mo Jensong, Jensung dan Hyoung Sensei.


"Rere, mau kemana kau?"


Xia Re mendongakkan kepalanya lalu menunduk memberi hormat.


"Ayah, kakek..."


"Rere, kau mau kemana?" Tanya Xia Tong.


"Rere ingin mengunjungi paviliun kakak Mo ayah, kakek."


"Mengunjungi?" Beo Xia Fang.


"Iya, Ayah. Hari ini, kakak Hyoung dan kakak Sung juga libur. Jadi, kami ingin meluangkan waktu bersama."


"Kalau begitu, biarkan kakek juga ikut."


"Jangan!" Ucap Xia Re cepat.


Xia Tong mengerutkan keningnya. "Kenapa? Apa ada yang kalian sembunyikan dari kakek?"


'astaga Keyla, kau ini kenapa ceroboh!' batin Xia Re.


"I-itu kakek--"


"Ini acara untuk kami anak muda kakek."


"Benar, kakek dan ayah tidak usah ikut."


Mo Jensong dan Jensung berjalan menghampiri Xia Re.


Hufh... Hampir saja. Xia Re benar-benar bernafas lega.


"Dasar, Anak nakal. Jadi menurutmu kakekmu ini sudah tua!"


"Aww... S-sakit kakek!!!" Pekik Jensung kesakitan kala Xia Tong menjewer telinganya.


Xia Re dan Mo Jensong yang melihat itu tentu saja tertawa.


"Hahahaha..."


"Awww... Kakek, sudahlah!!! Sakit, Huhuhu."


"Ini hukuman untuk cucu kurang ajar sepertimu!"


Xia Fang pun ikut tertawa melihat tingkah ayah dan anaknya. Ia sedikit melirik kearah Xia Re yang tengah tertawa.


Ia benar-benar menyesal selama ini mengacuhkan putrinya itu. Andai waktu bisa diputar kembali, ia tidak akan membiarkan putri kecilnya itu hidup menderita.


'maafkan aku, Ai'ai... Aku berjanji, aku akan menjaga putri kita.'


•••


Xia Re, Xia Jensung, Xia Mo Jensong dan Hyoung Sensei. Empat Manusia itu tengah berada diruang bawah tanah paviliun milik Hyoung Sensei.


"Rere, kami akan mengikuti apa yang kau rencanakan. Jadi, apa rencanamu?" Tanya Mo Jensong.


Xia Re yang berdiri bersandar didinding, berjalan mendekati ketiga kakaknya.


"Kemarilah, aku akan memberitahu apa rencananya."


Sontak, ketiga laki-laki itu mendekatkan wajahnya kearah Xia Re.


"Apa itu, adik." Tanya Jensung penasaran.


"Rencananya adalah--"


"Pengin tau aja atau pengin tau banget nih?"


"RERE!!!"


"Hahahaha!!!" Xia Re tertawa keras melihat raut kesal ketiga kakaknya.


"Adik, kau ini!"


"Dasar, tuanku ini! Kasihan sekali para laki-laki tampan itu." Gumam Tong Tong geleng-geleng.


"Hahaha.... Maaf, maaf. Baiklah, hufh..." Xia Re membuang nafasnya lalu menatap lekat ketiga kakaknya.


"Kita tidak perlu terlalu repot-repot, karena," Xia Re menyeka ucapannya, ia menyungging senyum licik. "Akan ada seseorang yang dengan senang hati menghancurkan pernikahanku dengan Fan Zui."


"Seseorang? Siapa itu Rere?" Tanya Hyoung Sensei mewakili.


"Seseorang itu adalah, Xia Fui."


•••


"Ibu, besok kami akan pergi kekuil Daenchang untuk berdo'a, bagaimana jika kita mulai rencananya saja?"


Gong Rong, wanita itu tersenyum licik. "Ya, putriku. Kau mulailah rencana itu, berhati-hatilah."


Xia Rang mengangguk. "Tenang saja, ibu. Aku pasti berhasil, akan aku pastikan besok Xia Re benar-benar mati!" Ucap Xia Rang penuh percaya diri.


"Lalu, bagaimana dengan Xia Fui?" Tanya Gong Rong.


"Ah, dia ya,"


"Xia Fui besok akan pergi keistana untuk menjemput Xia Rong." Ucap Xia Rang.


"Sudahlah, kau tidak usah pedulikan dia. Yang terpenting, rencana untuk membunuh Xia Re besok harus berhasil."


"Tentu, Ibu."