Reinkarnasi Sang Mafia

Reinkarnasi Sang Mafia
Eps.49


"Shuzu, apa Nona benar-benar baik-baik saja. Tadi, aku tidak sengaja mendengar Nona Berteriak." Ujar Mixu pada  Shuzu.


"Nona baik-baik saja. Kau tenang saja, Mixu." Ucap Shuzu.


'Benar juga, ya. Sudah lama Nona tidak keluar dari kamarnya. Sepertinya, tuan itu sangat kuat dan bertenaga.' Batin Shuzu.


"Shuzu, kau sedang membuat apa!?" Tanya Shizu.


Yah! Mereka bertiga sedang berada diDapur.


"Eh, aku tidak sedang membuat apa-apa. Hehehe..." elak Shuzu. Shizu hanya menggelengkan kepalanya saja.


'Aku sudah membuat jamu pereda nyeri untuk Nona. Siapa tau setelah melakukan itu dengan tuan tadi. Nona butuh.' Batin Shuzu.


Setelah selesai berkutik didapur. Mixu, Shizu dan Shuzu segera kembali kekediaman Nona mereka.


"Bukankah itu, Nona?"


"Tapi, kenapa Nona berjalan pincang? Seperti menahan sakit." Ujar Mixu.


"Tidak tahu." sahut Shizu.


Shuzu justru tersenyum penuh arti.


'Nonaku yang malang. Apa tuan itu bermain tidak lembut, Sampai-sampai Nonaku tidak dapat berjalan dengan baik.' Batin Shuzu.


"Sial! Dasar laki-laki mesum itu!" Umpat Xia Re seraya berjalan pincang.


"Hohoho... sepertinya, Tuanku sebentar lagi akan menjadi seorang ibu." Goda Tong Tong tiba-tiba muncul.


"Meskipun aku lebih setuju kau dengan Zhuang. Tapi... jika kau bahagia dengan laki-laki bertopeng itu, Aku juga bahagia, Key..." timpal Xiahantu.


Xia Re menatap datar dua makhluk didepannya itu.


"Diam! Kalian. Huh..."


"Tuan, anda mau kemana?" Teriak Tong Tong kala tuannya itu pergi.


"sial! sakit sekali! Ini semua gara-gara laki-laki bertopeng itu, Huh..." kesal Xia Re.


flashback-


"Lepaskan aku!" kesal Xia Re.


bukannya menuruti apa yang dikatakan Xia Re. Lee Taeyon Jin justru semakin memeluk erat Xia Re.


"dasar! brengsek!"


'dukk'


"Awww..." ringis Xia Re kala kakinya menendang tembok. niat ingin menendang laki-laki itu malah laki-laki bertopeng itu menghindar, alhasil dirinya menendang tembok dengan kasar.


"**!*!" umpat Xia Re.


melihat reaksi kesal dan kesakitan Xia Re membuat Taeyon terkekeh geli.


"Hahaha... haish! kasian sekali. tembok yang malang!" ujarnya.


Xia Re melototkan matanya kesal.


"kakiku yang kesakitan, kenapa kau khawatir dengan temboknya!" ucapan Xia Re kesal.


Taeyon menggeleng lalu berjongkok, ia periksa kaki gadis kecilnya itu.


"jangan lupa diobati!" Ujarnya yang mendapat tatapan datar dari Xia Re.


"cih, kukira dia akan mengobatinya. huh..." gumam Xia Re.


Taeyon tersenyum manis dari balik topengnya. ia bangun berdiri dan berjalan kearah jendela.


"aku kesini untuk memberi tau padamu tentang Me Fu'An." ujar Teyon seraya menatap indah pemandangan dari luar jendela.


Xia Re berjalan pincang mendekati laki-laki bertopeng itu.


"jika kau tau siapa dia, kau tinggal memberi tau padaku!" tegas Xia Re.


"kau tidak akan bisa menemukannya di kerajaan ini. dia tidak ada disini. tapi..."


Taeyon menyeka ucapannya.


"tapi apa?" tanya Xia Re penasaran.


Taeyon membalikkan badannya, ia tatap gadis kecilnya itu.


"kau bisa menemukan petunjuk disini. kediaman Xia." ujar Taeyon lalu pergi lewat jendela.


"eh! tunggu!" Xia Re berdecak kesal.


"kediaman Xia? aku harus menyelidikinya!" gumam Xia Re.


Flashback off-


-Beberapa Hari kemudian


Sore dikediaman besar keluarga Perdana menteri Xia. Seluruh keluarga Xia tengah sibuk mempersiapkan keberangkatan ke Kerajaan Fan.


yah! malam nanti adalah Festival Bunga. ketika semua sibuk mempersiapkan diri. Xia Re, gadis bercadar itu justru sibuk mengelap serulingnya.


"Tuan, kenapa sedari tadi kau hanya sibuk mengelap seruling mu itu!" ujar Tong Tong datar.


"benar, Key. kenapa kau tidak bersiap-siap!" ucap Xiahantu.


Xia Re berhenti mengelap seruling nya dengan kain sutra. ia menatap tenang kedua makhluk berterbangan didepannya itu.


"malam ini akan ada pertunjukkan menyenangkan. kalian diam dan lihat saja nanti." ujar Xia Re tenang.


"Nona, ini pakaian yang anda minta." ucap Shizu seraya menyerahkan Hanfu sederhana.


"Keyla, malam ini adalah perayaan Festival Bunga. kenapa kau memakai pakaian seperti itu." ujar Xiahantu datar.


"hey, Hantu Gentayangan! apa kau tidak bisa diam dan perhatikan saja. tuanku yang cantik nan kejam pasti punya rencana lain." ujar Tong Tong.


"caper." gumam Xiahantu.


"Shizu, kau bawa pakaian yang aku jahit waktu itu. dan juga..."


"bawakan aku pakaian yang diberikan selir Gong waktu itu." ucap Xia Re.


"Baik, Nona."


'malam ini juga aku harus menyelesaikan misi mempersatukan Luan Xian dan Pangeran jelek! siapa yang berani mencoba menggagalkan... jangan salahkan aku membunuh kalian!' batin Xia Re.


begitu banyak tamu undangan yang hadir. tentu saja tamu undangan itu adalah seorang bangsawan. pakaian yang mereka kenakan sangat mewah dan elegan, terkecuali satu. Xia Re, ia menjadi olokkan mereka karena pakaiannya yang sederhana dan lusuh.


"kakak, kenapa kau memakai pakaian seperti ini!" tegur Xia Rong.


"adik, Re. kau ini bukan hanya mempermalukan dirimu sendiri tapi, mempermalukan kami semua!" timpal Xia Rang.


"sudahlah, jangan bertengkar. dia kan memang pantas memakai pakaian lusuh seperti itu." ujar Xia Fui.


'aku yakin, pangeran putra Mahkota lebih memilihku.' batin Fan Zui.


"apa yang kalian lakukan!" semua pandangan beralih menatap ke arah Hyoung Sensei. panglima perang.


"bukankah dia panglima perang Hyoung."


"tampan sekali."


"sangat tampan dan tegas."


Hyoung Sensei berjalan mendekati Adik sepupunya.


"Rere, apa mereka mengganggu mu!?" ujar Hyoung Sensei seraya memeluk pinggang ramping Xia Re.


"ti-tidak." jawab Xia Re.


"jika mereka mengganggumu! katakan saja padaku!" ujar Jensung seraya menarik Xia Re kedalam pelukannya.


"kakak kenapa kau selalu membela dia!" kesal Xia Fui.


Hyoung Sensei dan Jensung menatap datar Xia Fui, lalu secara bersamaan berkata. "karena dia hidupku!"


Xia Fui mengepalkan tangannya geram.


"ada apa ini. kalian ini jangan selalu bertengkar." ujar Gong Rong.


"Selir Gong. perhatikan saja putrimu itu." sinis Xia Jensung seraya membawa pergi Xia Re.


"Kalian sebaiknya jangan membuat keributan!" ujar Gong Rong.


"tapi ibu--"


"cukup! apa kalian ingin rencana kita gagal." Xia Rong dan Xia Rang menggeleng.


"kalau begitu kalian tenanglah."


Jensung dan Hyoung Sensei membawa Xia Re pergi menjauh dari mereka.


"Rere, kau tidak apa kan?" tanya Jensung.


"aku tidak apa. terima kasih."


"syukurlah." gumam Jensung dan Hyoung Sensei.


"kalau begitu, Rere akan pergi berjalan-jalan sebentar." ucap Xia Re.


"kalau begitu, biarkan Kakak temani." Xia Re menggeleng seraya memegang tangan Jensung.


"aku ingin sendiri, kak. lagipula, kalian juga sibuk kan?"


Hyoung Sensei dan Jensung mengangguk.


"kalau begitu, berhati-hatilah." pesan Hyoung Sensei. Xia Re mengangguk paham.


Fan Zhuang. laki-laki tampan itu tengah menunggu kedatangan Xia Re.


"Pangeran jelek!" panggil seseorang dari balik jendela.


"Xia Re, itukah dirimu?" ucap Fan Zhuang.


"ya. cepat buka!"


perlahan Fan Zhuang membuka jendelanya.


"Xia Re, masuklah..." ucap Fan Zhuang seraya membantu Xia Re masuk kedalam kamarnya.


"kau lama sekali!" ucap Fan Zhuang.


Xia Re menatap kesal Fan Zhuang, lalu berkata. "apa maksudmu?" ujar Xia Re seraya mengeluarkan Zhang Fang nya.


Fan Zhuang menatap takut kipas yang dipegang Xia Re. "ti-tidak ada, hehehe..." ujarnya kikuk.


"malam ini juga. kita harus hancurkan Tunanganmu itu, pangeran jelek!" Fan Zhuang mengangguk setuju.


"apa kau yakin, rencana kita akan berhasil, Xia Re?" tanya Fan Zhuang ragu.


"aku yakin. kau tenang saja, kau adalah orangku. siapa yang ingin mengganggu hubunganmu dan Xian. maka mati yang akan dia dapatkan!" Fan Zhuang menatap ngeri gadis bercadar didepannya ini.


"aku sudah tau rencananya. tapi, Luan Xian belum juga datang." ujar Fan Zhuang khawatir.


"kau tenang saja. aku akan mengutus orang kepercayaanku untuk menjemputnya." ucap Xia Re.


"Mark!" panggil Xia Re.


tak lama kemudian, Mark datang menghadap tuannya.


"ya, Nona."


"pergilah dan jemput Luan Xian kemari. ingat, jangan sampai ada yang mengetahui!"


"Baik, Nona!"


'baiklah! semoga semua sesuai rencana.' batin Xia Re penuh harap.