Reinkarnasi Sang Mafia

Reinkarnasi Sang Mafia
Episode 72


Xia Re mendorong tubuh Xia Rang yang hendak menyerang nya.


Manik gadis itu menajam. Bibirnya menyungging sebuah seringai menyeramkan.


"Xia Rang, sudah cukup bermain-main nya. Aku akan mengakhiri ini,"


Xia Re mengeluarkan bel4ti nya, kemudian mengarahkan kannya pada Xia Rang.


"K-kau!? A-apa yang ingin kau lakukan?"


Tubuh perempuan itu bergetar ketakutan, apalagi ketika Xia Re melangkah maju ke arahnya.


"Xia Re, kau–"


Jleb!


AAAAAAHHHH!!!


Mereka yang berada di sana merinding, melihat bagaimana Xia Re men4ncapkan bel4tinya di bahu Xia Rang.


"Xia Re, kau!"


"Mengapa? Huh, sebenernya aku ingin memb*unuh mu, Xia Rang. Tapi–"


"Kematian terlalu mudah dan terlalu baik untuk mu. Bagiamana jika... Menyik*sa mu dahulu? Sehingga kamu memohon padaku untuk mencabut nyawa mu?"


Xia Re tertawa setelah mengatakan itu. Sementara Xia Rang terdiam, dengan terus menahan rasa sakit.


"Kau jal4ng! Lihat saja nanti! Aku akan memberi tahu ayah!"


Xia Re melirik sinis ke arah Xia Rang.


Ayah?


"Apa kau sudah lupa? Xia Rang. Ayah, bahkan sekarang memihakku."


"Kau!!"


XIA RE!!


XIA RE!!


Xia Re menoleh. Mengerutkan keningnya.


"Terdengar seperti suara Sensei-ge?"


"Benar, Tuan ku. Hyoung Sensei dan yang lainnya tengah menuju ke sini. Mereka sepertinya sedang mencari Anda,"


Xia Re tersenyum tipis. Kemudian berjongkok di hadapan Xia Rang. Tangan nya memainkan sebuah bel4ti.


"Kakak, sepertinya mereka sudah datang. Hufh... Kita tidak bisa lanjut bermain," kata Xia Re dengan mimik wajah yang di buat sedih.


"Tapi kakak tenang saja, adik akan membuat ukiran yang tidak akan pernah kakak lupakan," ucap Xia Re seraya menyeringai seram.


"K-kau! Aaaaaa!!"


Dengan menggunakan belati nya, Xia Re meny4yat-ny4yat wajah Xia Rang.


"Kau j4lang!" Umpat Xia Rang menghempaskan tangan Xia Re.


Xia Re tersenyum miring, ia mengangkat belatinya. Ketika Xia Rang mengira Xia Re akan kembali menyerang nya.


Jleb!


A-apa?


"Tuanku!!!"


"Keyla!!"


Teriak Tong Tong dan Xiahantu yang baru muncul.


"A-apa kau bod0h?" Gumam Xia Rang.


Xia Re tersenyum miring. "Aku tidak bod0h....,"


XIA RE!!!


Hyoung Sensei turun dari kudanya, kemudian berlari ke arah tubuh Xia Re yang tergeletak di atas tanah.


"Sensei-ge....," Gumam Xia Re dengan suara lemah.


"Rere!!" Teriak mereka yang kuat turun dari kuda.


"Rere, apa kau baik-baik saja? Tenang, ada kakek di sini," ucap Xia Tong.


Xia Re bangun berdiri di bantu Hyoung Sensei.


"Kakek, Ayah, kakak, Rere sangat takut ..., Tuan Muda Mo Kai berniat ingin membvnvhku, beruntung ada kakak Rang yang datang membantu," kata Xia Re seraya memeluk Xia Rang yang bangun berdiri dibantu Xia Mo Jensong.


"Dengarkan aku, Xia Rang. Jika ingin menyelamatkan dirimu, maka ikuti lah sandiwara ini," bisik Xia Re.


...


Mereka sontak menatap ke arah Mo Kai yang tergeletak di atas tanah.


"Kau br3ngsek! Berani sekali mencelakai adikku!!"


Xia Jensung berlari ke arah Mo Kai dengan pedang di tangannya.


Zrang!


Pedang itu men*ancap indah di bahu Mo Kai. "Aku tidak akan membvnvh mu, tapi... Aku akan membuat hidupmu menderita Mo Kai!" Ucap Xia Jensung.


"Baiklah, kita semua kembali. Bawa Mo Kai dan kirim ke kediaman Mo, dan kirimkan surat ku." Desis Xia Fang.


"Xia Re, Xia Rang, ayo kita kembali. Kalian harus segera di obati," lanjut Xia Fang pada dua putrinya.


"Baik, Ayah,"


***


"Tuan, sepertinya terjadi sesuatu pada Nona Xia Re,"


Lee Taeyon Jin tersenyum tipis dari balik topengnya.


"Biarkan saja..."


"Tapi, Tuan–"


"Dia mencurigai mu, Shizu. Kembali lah,"


Shizu mengangguk kepalanya. Kemudian memberi hormat dan keluar dari ruangan tersebut dengan tangan terkepal.


"Gadis kecil ku, sepertinya sudah saatnya kamu mengetahui identitas mu,"


"Jika begitu, jauhi dia,"


Lee Taeyon Jin bergeming. Menatap kesal seseorang di hadapannya.