
Disinilah Xia Tong, Xia Fang, Hyoung Sensei dan sikembar berada. Di Paviliun Hyoung Sensei.
"Sensei, apa yang ingin kau bicarakan?" tanya Xia Fang.
yah! Hyoung Sensei memang sengaja mengumpulkan mereka dipaviliunnya.
"ada yang ingin aku sampaikan." ujar Hyoung Sensei.
saat Hyoung Sensei hendak berkata. Kasim Han kang tiba-tiba datang.
"maaf, tuan."
"ada apa Kasim Han?" tanya Xia Tong.
"ada sebuah surat dari Yang Mulia, Raja Yan." ujar Kasim Han seraya menyerahkan surat.
setelah selesai menyerahkan surat, Kasim Han pun pergi.
"apa isinya ayah?" tanya Xia Fang.
perlahan Xia Tong membuka surat tersebut dan membacanya.
Xia Tong melototkan matanya kala membaca surat tersebut.
"i-ini..." gumamnya tak bisa berkata-kata.
"Ada apa, ayah?" Tanya Xia Fang kala melihat mimik terkejut Xia Tong.
Bukan Hanya Xia Fang, Hyoung Sensei dan sikembar juga bingung.
"Ada apa, kek." Ujar Xia Jensung seraya mengambil Surat tersebut.
"A-apa!!! Ba-bagaiman bisa!?" Terkejutnya.
"Ada apa, Sung?" Tanya Hyoung Sensei.
"Putra Mahkota, Fan Zui. Di-dia mengajukan Lamaran." Ujar Jensung.
"Sepertinya dia tidak main-main dengan perkataannya." Gumam Hyoung Sensei yang masih dapat didengar.
"Apa maksudmu, Hyoung?" Tanya Xia Fang.
Hyoung Sensei menghela nafas panjang, lalu berkata.
"Itu mengapa aku mengumpulkan kalian semua disini. Karena, aku ingin membahas ini kepada kalian."
"Beberapa hari yang lalu... Putra Mahkota mengajakku bertemu. ia mengatakan bahwa ia menyukai Rere, dan ingin memilikinya." ujar Hyoung Sensei.
"tidak bisa begini. Putra Mahkota adalah orang yang keras dan kejam. Jika Rere menikah dengannya..." Jensung tidak melanjutkan ucapannya.
"benar, putraku. belum lagi, hidup didalam istana sangat mengerikan." ujar Xia Fang.
"kalau begitu, biarkan saja anak tidak berguna itu menikah dengan Putra Mahkota." ucapan Mo Jensong membuat yang lainnya menatap tajam dirinya.
"jaga Bicaramu, Song!" ujar Xia Tong.
"Sensei, apa kau ada cara?" tanya Jensung.
"ada. aku ada cara agar Putra Mahkota tidak dapat menikahi Rere."
"siapa yang ingin menikah denganku?" semua orang diruangan itu terkejut kala Xia Re tiba-tiba masuk.
Xia Re, gadis bercadar itu berniat untuk berkunjung kePaviliun sepupunya. ia justru disuguhkan pembicaraan mereka.
"Rere ini--"
"aku bilang, Siapa yang ingin menikahiku?" karena tidak ada yang menjawab. Xia Re lantas mengambil surat ditangan Jensung dengan paksa.
Xia Re membaca surat itu.
"Rere..." panggil Hyoung Sensei.
Xia Re terkekeh lalu meremas dan membuang surat tersebut kesembarang arah.
"ingin menikah denganku? apa dia pantas?" ujar Xia Re dingin.
"Rere, kau tenang saja. Sensei mempunyai cara agar kau tidak jadi menikah dengan Putra Mahkota. benarkan Sensei?" ujar Jensung seraya menatap Hyoung Sensei.
"benar, Rere. Sensei ada caranya." ujar Hyoung Sensei.
"apa?" tanya Xia Re.
"menjodohkanmu dengan pangeran Lee Taeyon Jin." mendengar Jawaban dari Sensei membuat mereka terbelak kecuali Xia Re.
'Lee Taeyeon Jin? siapa dia?' batin Xia Re bertanya.
"ah, ya. aku pernah mendengar nama itu. dia adalah pangeran bodoh dan tidak berguna dari kerajaan Barat." ujar Xiahantu tiba-tiba muncul.
"Sensei, apa kau bercanda!!! pangeran Taeyeon?" ujar Xia Tong tak percaya.
"tapi, tak ada cara lain." ujar Hyoung Sensei.
Xia Re menatap datar mereka.
"menikah adalah keputusanku! tidak ada yang bisa mengaturku! baik itu ayah, kakek ataupun Sensei. apalagi orang lain." ucapan Xia Re membuat mereka menatap Bingung Xia Re.
"cih, tidak usah berlagak pintar. kau hanyalah sampah! kau hanya bisa menyusahkan kami!"
Xia Re melirik kearah Mo Jensong dingin. lalu berkata. "Aku tidak butuh dirimu. jadi, tidak usah banyak omong." ujar Xia Re dingin lalu keluar dari ruangan itu.
"a-apa dia benar-benar Putriku." gumam Xia Fang yang langsung mendapat jitakan dari Xia Tong.
"dasar, bodoh. tentu saja dia adalah cucuku."
Mo Jensong. laki-laki itu tampak terdiam setelah mendengar ucapan Xia Re. sesak, itulah yang ia rasakan sekarang.
-Paviliun Xia Rang.
"Jadi, Bagaimana? Apa kau ingin bekerjasama dengan kita, Kakak?"tanya Xia Rang pada Xia Fui.
"Ya. Aku akan bekerjasama dengan kalian."jawab Xia Fui yakin.
"Bagus." Gumam Xia Rang.
"Kakak. Apa kalian sudah mendengar kabar ini?" Ujar Xia Rong.
Xia Fui dan Xia Rang menatap bingung Xia Rong.
"Katanya, Putra Mahkota mengajukan surat lamaran untuk Xia Re." ujar Xia Rong.
"Apa!!!" teriak Xia Fui dan Xia Rang terkejut.
"Itu tidak mungkin, bagaimana bisa Pangeran kedua mau dengan Gadis sialan itu!?" Geram Xia Fui.
"Tapi, aku ada ide." ujar Xia Rang.
Xia Rong dan Xia Fui mengerutkan dahi mereka.
"Ide apa kak?" Tanya Xia Rong.
"Kakak, Fui. Bukankah kau ingin membalas dendam pada Xia Re?" Xia Fui mengangguk.
"Bagaimana jika kau rebut saja Putra Mahkota. Seperti yang dilakukan Xia Re yang sudah merebut Mo Kai darimu." ujar Xia Rang.
"Kau benar, Xia Rang."
Xia Fui menyungging senyum penuh keyakinan. "Xia Re, aku pasti akan membalasmu. Aku akan merebut Fan Zui darimu..." gumamnya.
Disisi lain...
Mei Terian. Perempuan itu tengah menyuapi pangeran Fan Zhuang.
Tentu saja, dengan amat sangat-sangat terpaksa Fan Zhuang harus berpura-pura mau.
"Pangeran, makanlah yang banyak." Ujar Mei Terian seraya menyuapi pangeran Fan Zhuang.
"Sudah. Aku sudah kenyang." Ujar Fan Zhuang dingin.
Mei Terian meletakkan makanan itu diatas meja. Lalu ia berjalan keranjang Fan Zhuang.
"Pangeran, aku sudah tidak sabar menikah denganmu." Ujar Mei Terian seraya Menyandarkan kepalanya didada bidang Fan Zhuang.
Fan Zhuang. dengan sekuat mungkin, ia menahan amarah dan rasa jijiknya.
"Pangeran, aku ingin kau membuka hati untukku." Mohon Mei Terian seraya memegang tangan Fan Zhuang.
Fan Zhuang tersenyum miring.
"Membuka hati untukmu? Jangan harap! Cinta dan hatiku hanya untuk Luan Xian. Cam kan itu!" Ujar Fan Zhuang seraya menepis tangan Mei Terian.
Mei Terian mengepalkan tangannya geram.
"Kenapa!? Kenapa selalu Luan Xian... dan Luan Xian!!!" Kesalnya.
"Karena dia cinta pertama dan terakhir untukku." Jawab Fan Zhuang.
"untuk apa kau masih mencintainya!!! dia sudah mati!!!" ujar Mei Terian dengan nada tinggi.
Fan Zhuang menatap Mei Terian tajam. ia mencekram tangan Mei Terian kencang.
"apa maksudmu?" tanya Fan Zhuang dingin.
Mei Terian gemetar ketakutan.
'sial! aku keceplosan!' batinnya.
"Pangeran, ada surat untuk anda." ujar salah satu bawahan Fan Zhuang.
Fan Zhuang melepaskan cengkeraman tangannya.
ia berjalan dan mengambil surat tersebut.
"kenapa dengannya?" gumam Fan Zhuang setelah membaca surat tersebut. surat yang dikirim oleh Xia Re. disurat tersebut mengatakan bahwa Xia Re tidak jadi menemuinya siang nanti. Xia Re baru bisa menemuinya nanti malam.
"kau boleh pergi." ujar Fan Zhuang pada bawahannya itu.
Fan Zhuang kembali menatap nyalang Mei Terian.
"lain kali, jaga Bicaramu!" ujar Fan Zhuang seraya mencekram rahang Mei Terian.