Reinkarnasi Sang Mafia

Reinkarnasi Sang Mafia
Episode 74


"Ada apa ini?"


Mereka yang berada di sana membungkukkan badan mereka ketika kasim Jiang masuk ke dalam aula.


"Aku ke sini untuk memberi dekrit kerajaan. Namun, aku mendengar suara ribut-ribut, ada apa ini?"


"Bahkan, tadi aku mendengar kalian menyebut nama Nona Xia Re?"


Kasim Jiang menatap ke arah Mixu dan Shuzu yang membungkuk.


"Menteri Xia? Dapatkah Anda menjelaskan apa yang sebenernya terjadi?"


Xia Fang menatap ke arah Xia Tong. Begitu juga Hyoung Sensei, Xia Mo Jensong dan Xia Jensung yang menatap ke arah Xia Tong.


"Hari ini keluarga kami pergi berdo'a di kuil Dongchan. Siapa sangka? Ketika kami semua pulang, cucuku, Xia Re, mendapati sebuah masalah."


Kasim Jiang mengerutkan keningnya.


"Masalah?"


"Ya, tuan muda keluarga Mo, Mo Kai, sepertinya memiliki dendam dengan cucuku, menyerang cucuku ketika dalam perjalanan kembali."


Kasim Jiang terdiam sesaat. Kasim Jiang adalah Kasim Ibu Suri, dia di perintahkan untuk pergi ke kediaman Xia memberikan dekrit kerajaan untuk nona keluarga Xia, Xia Re.


"Lalu? Bagaimana keadaan cucumu? Menteri Xia?"


"Saya baik-baik saja, Kasim Jiang."


Mereka semua menatap kearah Xia Re yang melangkah masuk ke aula dengan di bantu dayang.


"Xia Re? Mengapa kamu keluar? Seharusnya kamu beristirahat di kamarmu,"


Xia Re tersenyum lembut ke arah Xia Tong. "Terima kasih untuk perhatian Kakek, tapi Rere baik-baik saja...,"


"... Jadi, apa yang membuat Kasim Jiang datang kemari?" Tanya Xia Re menatap Kasim Jiang.


'Dia–Xia Re? Benar-benar berbeda dari yang di rumorkan. Pantas saja pangeran putra mahkota Fan Zui tertarik padanya,'


Kasim Jiang terdiam sesaat memperhatikan Xia Re, kemudian mengeluarkan dekrit kerajaan.


"Dekrit kerajaan... Nona Xia Rong telah menjalani pemeriksaan, tidak terbukti sengaja melakukan. Namun, karena kecerobohannya, Nona Xia Rong hanya akan di hukum menghadap tembok dua bulan sembari menyalin seratus kali kitab."


"Hiduo Yang Mulia Raja ...."


Seru mereka yang berada di sana setelah kasim Jiang membacakan dekrit kerajaan. Namun, tentu saja kecuali Xia Re.


"Xia Rong, kamu sudah mendengar nya bukan? Sekarang... Pelayan cepat bawa Nona Xia Rong kembali untuk menjalankan hukumannya!"


Xia Rong memberontak ketika dua dayangnya hendak membawanya pergi dari aula. Xia Rong menatap ke arah Xia Fang tajam.


"Ayah! Aku masih belum terima dua j4lang itu memfitnah kakakku!" Pekik Xia Rong.


"Xia Re! Kau j4lang! Seharusnya kau berterima kasih kepada kakakku! Jika bukan karena kakakku, kau mungkin sudah mati!"


"Xia Rong!" Tekan Xia Tong dan Xia Fang.


Xia Re tersenyum tipis, kemudian berjalan mendekati Xia Rong.


"Kamu benar, Xia Rong. Jika bukan karena kakakmu, Xia Rang, aku mungkin sudah mati di tangan Mo Kai, kekasihmu. Namun, apakah aku benar-benar harus berterima kasih?"


Mereka yang berada di sana terdiam, termasuk kasim Jiang. Tidak mengerti dengan apa yang di katakan gadis itu.


"Apa maksudmu Xia Re!?"


"Apa maksudku? Maksud ku adalah ... Ketika aku dalam perjalanan kembali setelah berdo'a di kuil, aku di serang oleh sekelompok pembunuh, termasuk kusir yang menunggangi kuda ku, dan secara kebetulan kusir itu adalah orang kakakmu,"


"Namun, apakah itu memang sebuah kebetulan?"


Xia Tong, Xia Fang, Hyoung Sensei dan si kembar saling menatap satu sama lain setelah mendengar ucapan Xia Re. Benar juga, kusir yang menunggangi kereta kuda Xia Re adalah orang Xia Rang, apakah mungkin Xia Rang terlibat?


"Omong kosong! Kamu jangan memfitnah kakakku!" Teriak Xia Rong.


Plak!


Xia Re menampar pipi Xia Rong kuat. Mereka yang berada di sana membulatkan mata mereka terkejut, begitu juga Xia Rong.


"Aku tidak memfitnah kakakmu. Ada satu lagi yang belum aku kasih tau padamu, Xia Rong."


"Kakakmu, telah kembali lebih dulu dari aku. Jadi, bagaimana bisa ia tahu jika aku di serang?"


"Mungkin saja kakak merasakan ada yang aneh, dan kembali untuk menyelamatkan mu," jawab Xia Rong ragu.


Xia Re tersenyum miring. "Merasakan ada yang aneh? Jika dia memang merasakan yang aneh dengan kusir tersebut, mengapa meminta kusir itu untuk menunggangi kereta kuda ku?"


Xia Fui menatap dingin ke arah Xia Rong. Gadis bodoh! Makinya dalam hati.


"Bahkan kakakmu, ketika datang tadi, dia datang dengan membawa sekelompok pembunuh...,"


Xia Re menoleh ke arah Xia Tong. "Kakek, Rere ingin bertanya, Kakek kembali lebih dulu dari kami semua, apakah setelah itu Kakek melihat Kakak Rang?"


"Tidak, kakek tidak melihat Xia Rang kembali," jawab Xia Tong.


Xia Re tersenyum tipis, kemudian kembali menatap Xia Rong.


"Aku bertanya-tanya... Bagaimana bisa kakak mu itu datang dengan sekelompok pembunuh?"


Xia Re berpose berfikir. Dua mahluk berterbangan terlihat menikmati drama Xia Re.


"Lalu... Aku juga ingin bertanya. Bagaimana Hyoung Sensei dan yang lainnya tahu, jika aku di serang?"