
Tesss...
Tesss...
Tesss...
Darah segar terus mengalir keluar dari pipi seorang wanita yang terikat dikursi kayu.
Wanita yang terikat kaki, tangan dan tubuhnya dikursi kayu tersebut mencoba untuk melepaskan dirinya. Namun sia-sia saja.
"Mmmmhhh... Mmmmhhh..." Dirinya mencoba untuk berteriak dan berontak. Sungguh usaha yang sia-sia. Karena... Bukan hanya dirinya yang terikat dikursi, mulutnya juga disumpal.
Manik wanita itu menatap kearah depannya dengan tajam.
"MMMMHHH....!!!" Berontak nya lagi.
Arah manik tajam wanita itu menatap seseorang yang tengah berdiri didepannya dengan bersedekap dada. Seseorang dengan pakaian serba hitam menatap hina wanita itu.
"Kenapa? Ingin dilepaskan, Hm." Ujar seseorang itu yang tak lain adalah, Xia Re.
Wanita itu, Gong Rong terus berontak. Xia Re yang kesal akhirnya menampar wajah Gong Rong dengan keras.
'Plakk'
Suara tamparan itu begitu nyaring terdengar dari dalam ruangan itu (kamar Gong Rong).
Xia Re menatap tajam dan penuh benci Gong Rong. Ia mengeluarkan Kipas kesayangannya, Zhang Fangnya.
"Sepertinya... anak kesayangan bunda ini ingin bermain, Hm." Gumam Xia Re seraya menatap kipas kesayangannya.
"Huwahhhh... Setelah sekian lama, akhirnya aku dapat melihat Tuanku menyiksa binatang lagi." Teriak Tong Tong girang.
"Habislah dirimu, selir Gong. Keyla pasti akan membuatmu menderita. Hahahaha..." Teriak Xiahantu penuh semangat.
Xia Re melirik kedua makhluk beterbangan itu sekilas. Lalu tersenyum devil dari balik cadar yang ia kenakan.
"Masa bermain dimulai." Gumamnya.
'Selir Gong Rong, aku akan membuatmu menderita. Aku akan membuat dirimu hidup layaknya dineraka. Hahahaha...'
Xia Re melangkahkan kakinya mendekati Gong Rong yang terikat dikursi. Perlahan dirinya mengarahkan Zhang Fangnya kearah lengan wanita itu, Gong Rong.
Gong Rong menggelengkan kepalanya kala kipas itu menyayat kulit nya.
"Astaga, aku lupa." Ucap Xia Re seraya menghentikan aksinya.
Tong Tong dan Xiahantu saling melempar pandang karena bingung.
Tangan Xia Re terulur untuk membuka sumpalan mulut Gong Rong.
"Hah... KAU!!!"Gong Rong menatap tajam Xia Re.
"Ahhhh....!!!" Teriak Gong Rong kesakitan kala Xia Re dengan kasarnya menarik bulu matanya.
"Berteriak lah, sayang. Teriakanmu... Semangatku. Hahahaha...." Ucap Xia Re seraya tertawa keras.
"Sadis. Namun manis." Gumam Tong Tong binar yang langsung mendapat tatapan datar dari Xiahantu.
"Aneh..." Gumam Xiahantu.
"Sshh... Sialan, kau!!! Siapa sebenarnya kau!?" Sarkas Gong Rong.
Xia Re tersenyum kecut dari balik cadarnya. Tangannya mengepal lalu dengan sadisnya mencekram rahang Selir Gong Rong sampai kukunya menancap dipipi wanita itu.
"Cih, kau tidak perlu tau siapa aku." Ucap Xia Re.
"Aaaakkkhhh... Sakittttt!!!" Teriak Gong Rong kesakitan karena seseorang itu (Xia Re) semakin memperkuat cengkraman dirahangnya.
Xia Re melepaskan cengkeramannya kala melihat wajah Gong Rong meucat.
"Uuuuu.... Keren." Puji Tong Tong.
"Keyla, ada apa?" Tanya Xiahantu.
Xia Re menatap sekilas Xiahantu lalu beralih menatap Selir Gong Rong.
"Tenang saja, sayang. Aku tidak akan membiarkan dirimu mati begitu saja. Aku akan membuat dirimu hidup bagai dineraka." Bisik Xia Re.
"Si... apa... K-kau...?" Tanya Gong Rong.
Xia Re terkekeh lalu berkata. "Malaikat mautmu." Ujar Xia Re dengan seringainya dibalik cadar.
Gong Rong tampak menahan emosinya. Sebenarnya, siapa seseorang itu!? Pikirnya.
"Selir agung, Gong Rong. Camkan perkataan ku ini."
"Aku. Tidak akan. Membiarkan kamu. Hidup tenang. Camkan itu." Ucap Xia Re penuh penekanan seraya pergi melalui jendela.
Gong Rong berdecih pelan, lalu tiba-tiba ia tertawa keras.
"Hahahaha.... Berani sekali kau mengancam ku. Aku pasti akan membalas perbuatanmu ini." Ujarnya.
Xiahantu dan Tong Tong menatap datar Gong Rong. "Stress" gumam keduanya.
Disisi lain...
Tampak Raja Bagian Selatan, Fan Yan. Laki-laki itu tengah duduk disebuah Gazebo seorang diri.
"Dia masih muda, Memiliki paras cantik dan bakat luar biasa. Dia juga sangat tenang..." Ucapnya.
"Sayang sekali.... Adik Zui sudah melamarnya duluan." Ujarnya lagi dengan nada kecewa.
"Yang mulia Raja." Fan Yan melirik kesumber suara.
Donghuang, pengawal pribadi sekaligus orang kepercayaannya tiba-tiba datang.
"Hamba tau yang mulia menyukai Nona Xia Re. Ibu suri ada dipihak anda baginda." Ujar Donghuang.
Fan Yan tampak berfikir.
"Benar juga. Siapkan pertemuan ku dengan Xia Re secepatnya."
Donghuang mengangguk seraya menundukkan kepalanya. "Baik, Baginda."
Tanpa Fan Yan sadari. Seseorang sedari tadi menguping pembicaraan dirinya dengan pengawal pribadi nya.
Seseorang itu mengepalkan tangannya.
"Tidak. Tidak boleh." Geramnya.
Maniknya menajam, Rahangnya mengeras.
"Xia Re..." Gumamnya.
Sementara itu...
Xia Re, perempuan cantik itu tengah menatap kediaman Selir Gong Rong dari atas pohon.
"Ini baru permulaan, selir Gong. Aku tidak akan membiarkan dirimu hidup dengan tenang." Ujarnya seraya melepaskan cadarnya.
"Akkhh..."
Tiba-tiba saja Xia Re mendengar suara orang kesakitan. Lantas saja ia melirik kesumber suara.
Xia Re mengernyitkan dahinya bingung kala melihat seseorang berjubah hitam dari balik tembok. Dapat dipastikan seseorang berjubah hitam itu adalah laki-laki, karena poster tubuhnya.
"Siapa kau!?" Tanya Xia Re seraya lompat kebawah.
Note: pohon dan temboknya berdekatan ya, guys.
Seseorang berjubah itu mendongakkan kepalanya.
'Deg'
'ada apa ini? Perasaan tidak asing macam apa ini!?' batin Xia Re.
Xia Re mengulurkan tangannya hendak membuka jubah hitam itu, namun tidak jadi karena seseorang itu langsung berdiri.
"Ma-maaf. Saya hanya tidak sengaja lewat. Tapi, tiba-tiba saja saya terjatuh karena tidak hati-hati." Ujar seseorang berjubah itu.
Sakit dan sesak. Kenapa mendadak dadanya merasakan sakit dan sesak!?
"Permisi." Ujar seseorang itu seraya melangkah pergi. Tapi...,,,
"Tunggu!" Ucap Xia Re menghentikan langkah laki-laki berjubah itu.
Laki-laki berjubah itu menghentikan langkahnya. Posisi keduanya sekarang saling membelakangi.
"Ya, Nona."
"Siapa kau?" Tanya Xia Re tanpa menoleh.
Laki-laki berjubah itu menyungging senyum, Lalu melanjutkan langkahnya.
Tidak mendapatkan jawaban. Xia Re akhirnya membalikkan badannya menatap lekat laki-laki yang berjalan menjauh darinya.
"Perasaan sakit dan sesak ini. Apa.... Kau Alfa?" Tanya Xia Re seraya memegangi dadanya yang terasa sesak. Tidak lupa air mata yang mulai membasahi pipinya.
Seseorang berjubah hitam itu menghentikan langkahnya.
"Aku hanya seseorang yang tidak sengaja lewat." Ujarnya lalu melanjutkan langkahnya.
'Brukk'
Xia Re menjatuhkan dirinya diatas tanah. Maniknya menatap nanar laki-laki berjubah itu yang kian menghilang dari pandangan nya.
"A-aku yakin. I-itu kamu, Alfa. Hiksss..." Gumam Xia Re yakin.
"Tuanku, apa anda baik-baik saja?" Tanya Tong Tong tiba-tiba muncul.
"Keyla, apa yang terjadi?" Tanya Xiahantu yang juga mendadak muncul.
"A-Alfa... Aku yakin dia Alfa." Ujar Xia Re dengan suara bergetar.
"tuan..." gumam Tong Tong menatap iba sang tuan.
'aku yakin itu dirimu, Al. aku tidak mungkin salah tebak lagi... mulai dari poster tubuhmu, suaramu dan,,, detak jantung ini. aku yakin itu dirimu, Al...'
laki-laki berjubah hitam itu menatap sendu seseorang yang selama ini ia rindukan. seseorang yang namanya terukir indah didalam hatinya. namun, takdir justru berkata lain.
"Key... maafkan aku." gumamnya.
"menjauhlah dari gadisku." laki-laki berjubah itu, Alfa menoleh ke sumber suara.
seorang laki-laki tampan tengah menatapnya datar.
"Dewa petir..." ucapnya seraya menatap penuh kebencian dewa didepannya itu.
"dengarkan aku... jauhi gadisku." ujar Dewa petir itu penuh penekanan.
Alfa yang mendengar itu terkekeh.
"seharusnya kau yang menjauh dari adik tiriku, dewa petir. atau... Heaven." ucap Alfa seraya menatap remeh laki-laki didepannya.
Heaven, seorang dewa petir yang kini menempati raga pangeran Lee Taeyeon Jin itu mengepalkan tangannya menahan emosi.
"camkan ini... kau dan Keyla tidak akan pernah bisa bersatu. kau adalah dewa dan dia....