Reinkarnasi Sang Mafia

Reinkarnasi Sang Mafia
Eps.47


seorang Putri dari bangsa Iblis. Adik dari raja neraka, Ai Xia Re.


Melakukan sebuah kesalahan sehingga ia dihukum, dibuang kedunia manusia.


"Sial!!! Kenapa aku harus dibuang didunia manusia ini!" Kesalnya.


"Bukan hanya dirimu, Aku juga." Ai Xia membalikkan badannya menatap seorang gadis cantik dibelakangnya.


"Siapa kau!?" Tanya Ai Xia judes.


"Aku... Me Fu'an. Seorang Dewi. Aku juga dihukum, dibuang didunia manusia ini." Ujar gadis cantik tersebut yang merupakan seorang Dewi.


"Hahaha... tidak menyangka, aku bertemu dengan seorang Dewi dan Iblis." Ai Xia dan Me Fu'an menatap kesumber suara.


"Siapa kau!?" Tanya Ai Xia dan Me Fu'an bersamaan.


"Aku adalah, Fui Fang. Seorang pengembala yang cantik." Ujarnya.


Ai Xia dan Me Fu'an mendatarkan wajah mereka.


"Apa yang membuatmu dibuang didunia manusia ini?" Tanya Me Fu'an seraya menatap Ai Xia.


"Kepo!" Mendengar jawaban Ai Xia membuat Me Fu'an mendatarkan wajahnya.


"Kepo?apa itu?" Ujar Fui Fang bingung.


"Gak gaul, Lo!" Cibir Ai Xia.


"Gaul? Lo? Kalian bicara apa, sih. Aneh!"


"Atau... bahasa Dewa dan Iblis itu memang aneh seperti ini?" Ujar Fui Fang polos.


"Hufh... gue lupa, ini kan zaman orang kuno." Gumam Ai Xia.


Me Fu'an menatap datar Ai Xia. Sementara, Fui Fang bingung sendiri.


Bertahun-tahun telah berlalu.


Ai Xia, Me Fu'an dan Fui Fang sudah memiliki keluarga masing-masing. Meskipun mereka berbeda. Tapi,,, persahabatan mereka langgeng sampai mereka mempunyai anak.


Ai Xia, ia menjadi istri dari seorang menteri kerajaan Fan. Menteri Xia Fang. Me Fu'an, ia menjadi seorang selir dikerajaan (Rahasia). Sementara, Fui Fang menjadi selir menteri Xia Fang.


Ai Xia... ia menikah dengan Xia Fang cukup lama. Bahkan dirinya sudah memiliki 4anak dari Xia Fang. (Xia Jensung, Xia Mo Jensong, Xia Re dan Xia Hui)


Awalnya kehidupan ketiga sahabat itu Baik-baik saja. Tapi,,, Me Fu'an dan Fui Fang dikejutkan dengan kabar bahwa sahabat Iblis mereka, Ai Xia Re. Ai Xia yang menikah diam-diam dengan Seorang Dewa.


"AI XIA!!!" Teriak Me Fu'an seraya memasuki sebuah rumah.


Ai Xia. Perempuan cantik itu menatap Me Fu'an terkejut. 


"A-ada apa? Kenapa kau ada disini?" Tanya Ai Xia terkejut.


"Itu tidak penting. Yang terpenting adalah... kenapa kau melanggar aturan Dewa dan Iblis!" Ujar Me Fu'an.


Ai Xe melirik kebelakang. Ia melihat anak jalanan dan anak yatim yang ia adopsi tengah melihat kearahnya.


"Anak-anak... kalian masuk, ya," ujarnya lembut. Anak-anak itu pun dengan patuh masuk kedalam.


"Me Fu'an, aku tau aku telah melanggar aturan Dewa dan Iblis. tapi... aku mencintai Dewa Malam." Ujar Ai Xia.


"Lihatlah, sekarang aku sedang mengandung anaknya."


'Plakk'


Sebuah tamparan keras Me Fu'an layangkan pada Iblis didepannya ini.


"SADARLAH, AI!!! KAU MENIKAH DENGANNYA SAJA DAPAT  MEMBUAT BENCANA DIDUNIA MANUSIA INI!!! A-apa lagi... sekarang kau mengandung. Jika sampai bayi itu lahir--" Me Fu'an benar-benar tidak bisa berkata lagi.


"Dewa dan Iblis. Dua bangsa yang berbeda! Jika Bayi yang didalam kandunganmu itu lahir, maka... Dunia ini diambang kehancuran." Ujar Fui Fang tiba-tiba datang.


"Lalu, aku harus bagaimana?" Ujar Ai Xia.


"Hanya ada satu cara" Ujar Dewa Malam tiba-tiba muncul.


"sayang..." gumam Ai Xi Re.


Me Fu'An menatap tajam Dewa Malam, lalu berkata. "Apa caranya?"


Dewa Malam menatap sang istri seraya memegang kedua tangan istrinya.


"kalian mungkin tidak setuju. tapi... caranya adalah dengan mengorbankan Xia Hui!"


"APA!!!"


"Ai Xia, kau jangan gila. jangan sampai kau membunuh darah dagingmu sendiri!" ucap Me Fu'An.


"Xia Hui adalah putramu..." lirih Fui Fang.


"Tapi, tidak ada pilihan lain. didalam tubuh Xia Hui terdapat aliran darah Iblis. hidupnya tidak lama, dan juga... selama di dunia Manusia ini, Nasibnya akan buruk." jelas Dewa Malam.


"apa tidak ada cara lain." ujar Fui Fang.


Dewa Malam menggeleng sebagai jawaban.


"jika Xia Hui yang dikorbankan. maka... a-aku--"


"ya! hanya dirimu yang dapat melakukan itu." ujar Dewa Malam seraya menatap Me Fu'An.


"aku tidak mau!" racau Me Fu'An.


Ai Xia Re berjalan mendekati sahabat Dewinya itu. ia memegang kedua tangan sahabatnya.


"aku mohon padamu An. lagipula, setelah Xia Hui meninggal, ia akan bahagia dineraka. karena, dia adalah pangeran neraka." mohon Ai Xia Re.


Me Fu'An memalingkan wajahnya.


"Ai Xia, Dewa Malam. lantas bagaimana dengan bayi kalian nanti. apakah Dewa dan Iblis akan tau?" tanya Fui Fang.


Dewa Malam tampak ragu menjawab, begitu juga Ai Xia Re.


Melihat sepasang suami istri ini terdiam, membuat Me Fu'An curiga.


"jangan bilang kalian--"


"ya! aku dan Dewa Malam sudah memutuskan. k-kami akan mengorbankan--"


"bodoh! kalian ini gila!" maki Me Fu'An.


"aku dan Ai akan melakukan apa saja untuk anak kita ini." bela Dewa Malam.


"aku tidak paham dengan apa yang kalian katakan. tapi, sepertinya itu bukan hal baik." ujar Fui Fang.


"Me Fu'An... ku mohon..." mohon Ai Xia Re.


"kalau begitu, libatkan aku juga." usul Fui Fang.


Me Fu'An dan Ai Xia Re menatap datar Fui Fang.


"apa kau tau apa yang akan aku lakukan?" tanya Me Fu'An.


Fui Fang menggelengkan kepalanya kikuk.


"t-tidak." cicitnya.


"tapi, aku juga ingin membantu kalian." ujar Fui Fang seraya menatap Dewa Malam dan Ai Xia Re.


"jika kau ingin membantuku. bantulah aku untuk..." Ai Xia Re membisikkan sesuatu pada Fui Fang yang membuat Fui Fang tercengang.


"tidak. aku tidak mau melakukan itu." bantah Fui Fang.


"hanya itu caranya agar aku bisa mengorbankan diriku." lirih Ai Xia.


Fui Fang menghela nafas panjang. ia beralih menatap Dewa Malam.


"lalu, kau bagaimana?" tanyanya pada Dewa Malam.


"aku akan membuat cermin kehidupan." Fui Fang yang mendengarnya tentu saja dibuat bingung.


lain hal dengan Me Fu'An dan Ai Xia Re.


"kau akan mengorbankan jiwa kehidupanmu." tebak Me Fu'An.


"aku takut rencana ini gagal. jadi, jika Dewa dan Iblis turun ke dunia Manusia untuk mencari keberadaan Bayi kita. bayi ini bisa selamat dengn melewati Cermin kehidupan." ujar Dewa Malam.


"kalian ini... merepotkan!" gumam Me Fu'An.


"sudahlah, aku akan kembali. kalian tenang saja, aku akan membantu kalian." ujarnya lalu pergi.


"aku juga akan pergi. jaga diri baik-baik, Ai." ujar Fui Fang seraya mengelus perut Bunting sahabatnya itu.


setelah kepergian kedua sahabatnya itu, Ai Xia Re menghela nafas panjang.


"maafkan aku, Ai." lirih Dewa Malam seraya memeluk sang istri.


"tidak apa. kau tidak salah, aku juga salah."


"aku akan mengorbankan segalanya untuk anak kita ini." ucap Dewa Malam.


"itu sebabnya kau ingin membuat cermin kehidupan?"


"iya. aku yakin, Setelah kelahiran bayi kita. Dewa dan Iblis akan merasakan kehadirannya, mereka pasti akan turun ke dunia Manusia untuk mencari dan membunuh anak kita, Ai." jelas Dewa Malam.


"bagaimana pun caranya, anak kita harus baik-baik saja." lanjutnya.


"aku juga berharap begitu, sayang." ujar Ai Xia Re seraya memeluk erat Dewa Malam.


beberapa bulan telah berlalu. bayi Ai Xia Re telah lahir. bayi yang amat sangat cantik...


"sayang, lihatlah... dia sangat mirip denganmu." ujar Ai Xia Re seraya memeluk Dewa Malam.


"tentu saja. dia kan darah dagingku." sahut Dewa Malam.


kedua sepasang suami istri itu menatap bahagia bayi mereka. mereka lupa jika mereka telah melanggar aturan Dewa dan Iblis.


"Ai Xia, Dewa Malam! kalian harus cepat membawa bayi kalian pergi dari sini. bawalah dia melewati Cermin kehidupan, CEPAT!" ujar Me Fu'An tiba-tiba masuk kedalam kamar.


"ada apa?" tanya Ai Xia Re.


"Para Iblis dan Dewa sudah turun. mereka tengah mencari keberadaan bayi kalian!" ujar Fui Fang.


Ai Xia Re dan Dewa Malam membelakkan mata mereka.


"Sayang, kau cepatlah bawa putri kita menuju Cermin kehidupan. aku akan menghalangi mereka." ujar Ai Xia.


"baiklah. terima kasih karena sudah hadir dalam kehidupanku, Sayang. aku mencintaimu dan akan selalu mencintaimu. Cupp" ujar Dewa Malam Seraya mencium kening istrinya.


"aku juga sangat mencintaimu, Sayang." lirih Ai Xia Re.


"sudah, ayo!" ucap Me Fu'An seraya menggendong bayi Ai Xia Re.


"lalu, aku bagaimana?" tanya Fui Fang.


"aku akan membawa Para Dewa dan Iblis menuju bukit. Fui Fang, kau ingat kan, rencana kita sebelumnya?"ujar Ai Xia.


Fui Fang mengangguk, lalu berkata. "Ai Xia... sebenarnya aku berat melakukan ini. tapi, kau harus tau. aku sangat menyayangimu!" ucap Fui Fang seraya memeluk sahabatnya itu.


"aku juga." gumam Ai Xia.


"kalau begitu, aku akan siapkan dahulu. kau berhati-hatilah." ucap Fui Fang. Ai Xia mengangguk, lalu ia segera melakukan rencananya.


disinilah Dewa Malam dan Me Fu'An berada. Didepan cermin kehidupan.


"Dewa Malam. meskipun aku kesal denganmu, tapi... terima kasih karena sudah membuat sahabatku bahagia." ucap Me Fu'An.


"tidak apa. terima kasih juga karena mau membantu kami."


Me Fu'An menyeka air matanya.


"kalau begitu aku akan pergi dahulu." perlahan cahaya terpancar dari tubuh Dewa Malam. semakin cahaya itu terpancar semakin membuat Me Fu'An teriris.


bagaimana juga, dewa didepannya ini sebangsa dengannya.


"Me Fu'An, ingatlah ini... putriku, Putriku pasti akan kembali lagi kesini. jika itu terjadi, tolong jaga dia. biarkan dia mengetahui kebenarannya dengan sendiri." pesan Dewa Malam.


"aku pasti akan mengingatnya, saudaraku." teriak Me Fu'An.


cahaya itu, cahaya itu menghilang bersamaan dengan Dewa Malam.


"cantik. Bibi pasti akan menunggumu..." gumam Me Fu'An seraya berjalan mendekati cermin kehidupan.


"berhenti disana Dewi Bulan!" Me Fu'An sang Dewi Bulan tersentak.


Perlahan Me Fu'An melirik kebelakang. ia diam seribu bahasa kala melihat ribuan Iblis dan Dewa.


"serahkan bayi itu sekarang, Dewi!" peringat salah satu Iblis.


'j-jika mereka semua berhasil kemari. m-maka... A-Ai Xia... d-dia..'


"Dewi Malam, cepat serahkan bayi itu sekarang." ujar salah satu Dewa.


"Maaf, aku tidak bisa." ujar Me Fu'An seraya melempar bayi berdarah Iblis dan Dewa itu melintasi Cermin kehidupan.


"TIDAK!!!"