Reinkarnasi Sang Mafia

Reinkarnasi Sang Mafia
Episode 68


"Bagaimana? Apa sudah dekat?"


"Sudah, Tuan Muda. Di depan terdengar suara pertarungan, sepertinya mereka berada di depan sana,"


Seseorang yang di panggil tuan muda itu tersenyum licik.


"Bagus. Tidak sia-sia aku bekerja sama dengan Gong Rong dan putri nya, Xia Rang." Ucap nya.


"Cepat kita pergi ke sana! Jangan sampai orang bayaran Xia Rang membunvh Xia Re!" Ucap nya lagi.


"Baik, Tuan...."


Mo Kai kembali menampilkan senyum licik nya. "Xia Rang tidak tahu saja, jika ada beberapa orang di dalam kelompok itu yang sudah aku bayar agar tidak membvnvh Xia Re,"


Kemudian laki-laki itu tertawa jahat. "Aku yakin, Xia Re yang cantik pasti akan segera menjadi milikku!" Gumamnya dengan penuh percaya diri.


Tak lama kemudian, Mo Kai dan orang-orang nya sampai di tempat Xia Re bertarung.


"Tuan muda, bukankah itu!!!"


Mo Kai membulatkan matanya melihat pemandangan di hadapan nya.


"Ti-tidak mungkin....,"


...***...


"Shizu, bagaimana ini? Apa terjadi sesuatu pada Nona? Nona belum kembali juga..."


Shuzu berjalan mondar mandir di depan pintu paviliun milik Xia Re. Dayang cantik itu terlihat menunggu kedatangan Nona nya, Xia Re, yang belum kunjung kembali juga.


Shizu yang bersandar pada pohon di depan paviliun juga tampak cemas.


'Benar, juga, sudah begitu lama, tapi mengapa Nona belum kembali juga?' batin Shizu.


Gadis itu kemudian membuka matanya perlahan. 'Tidak, aku harus melaporkan ini pada Tuan ku, bagaimana juga, ada yang menjanggal tentang hal ini.' Batin Shizu lagi.


Shuzu menoleh ke arah saudari nya.


"Shizu, kau mau ke mana?" Tanyanya ketika melihat saudari nya beranjak pergi.


Shizu menghentikan langkahnya. "Pergi,". sahutnya, kemudian kembali melangkah.


"Ada apa dengan nya?" Gumam Shuzu menatap kepergian saudari nya.


...***...


Wushhhh!!!


Se ekor burung Phoenix Api terbang ke arah sekelompok orang yang mengepung dan menyerang Xia Re.


"A-apa itu!?"


"Hah!? Bukankah itu Phoenix Api??!!"


Aaaarrrggghhh!!!


Sekelompok orang-orang itu terpental ketika Phoenix Api menyerang mereka.


Xia Re tertegun, gadis itu terdiam sejenak.


'Tapi, sepertinya Phoenix itu berada di pihakku,' batin Xia Re lagi.


"Sia*l! Bagaimana bisa tiba-tiba ada Phoenix Api!?" Ketua dari kelompok tersebut bangun berdiri.


Ketika dia hendak menyerang Xia Re, Phoenix Api mengeluarkan api-nya dan menyerang nya.


Buuummm!


Aaaakkkh!!!


Ketua kelompok itu ma*ti terkena serangan bola api Phoenix Api.


Xia Re tersenyum tipis. "Hebat," gumamnya.


Xia Re beralih menatap ke arah Phoenix Api, yang juga tengah menatapnya.


Cukup lama keduanya saling menatap. Sebelum, Xia Re menyadari jika...


'Tanda di dahinya? Bukankah sama dengan yang di tangan ku?'


...***...


Seseorang dengan jubah dan tudung hitam, terlihat melewati sebuah gang kecil.


Sesekali seseorang bertudung hitam itu menoleh ke arah belakang, kemudian kembali melangkah.


Beberapa saat kemudian, seseorang berjubah hitam itu berhenti dan terlihat berbicara dengan seseorang di samping gang kecil tersebut.


"Apa yang kau lakukan di mari?" Tanya seseorang berjuang hitam bertubuh tegap.


Seseorang bertudung itu menoleh ke arah belakang nya. Kemudian menjawab pertanyaan Seseorang di hadapannya dengan berbisik.


"Aku harus cepat bertemu Tuan," ucapnya.


Seseorang berjubah itu mengangguk. Kemudian, tangannya memeluk pinggang ramping Seseorang bertudung hitam di hadapan nya.


Seseorang bertudung hitam itu tersentak.


"Kau–"


"Diam. Bukankah kau ingin cepat bertemu Tuan?"


Seseorang bertudung hitam itu diam, kemudian mengangguk.


"Jika begitu, maka lebih baik diam, pengawal Shizu. Saya akan membawa kamu ke tempat Tuan."


An Nying, kemudian menggunakan Kekuatan peringan tubuhnya.


Dengan kekuatan peringan tubuhnya, An Nying membawa Shizu pergi dengan begitu cepat. Membuat, seseorang yang sedari tadi bersembunyi tak jauh dari mereka mendesah pelan.


"Aku gagal membuntuti nya," gumam Seseorang tersebut.


Shuzu kemudian keluar dari tempat persembunyian nya. Ya, dia seseorang yang sedari tadi membuntuti Shizu.


"Sebenarnya, Shizu mau kemana? Dan, siapa orang tadi? Jangan katakan jika Shizu–berkhianat pada Nona?"