
-Pagi Hari diKediaman Keluarga Besar Menteri Xia
[Paviliun Xia Re]
Xia Re. tampak gadis cantik itu tengah berguling-guling di atas kasurnya. tidak lupa senyum manis diwajahnya.
"Tong Tong, kenapa dengan Keyla?" tanya Xiahantu.
"aku tidak tahu. sejak tadi malam, tuanku sudah gila." sahut Tong Tong.
"kasian, masih muda sudah Gila." gumam Xiahantu yang mendapatkan tatapan datar dari Tong Tong.
Xia Re, gadis itu terbayang-bayang saat dirinya bertemu dengan laki-laki bertopeng itu. yang ternyata adalah, Heaven. ayah angkatnya.
"Heav...." gumamnya.
Tak lama kemudian, Senyum diwajahnya luntur seketika kala sosok Alfa tiba-tiba muncul dalam benaknya.
"kalau dia adalah, Heaven. lalu, dimana Alfa dizaman ini?" gumamnya bingung.
Disisi lain. Tampak Hyoung Sensei tengah menunggangi kuda. ia baru kembali dari Kerajaan Fan, setelah berbincang-bincang cukuo lama kemarin dikediaman Putra Mahkota-- Fan Zui.
Hyoung Sensei tampak menghentikan kudanya kala ia berada didekat danau.
ia berjalan ketepi Danau. ia tatap pantulan dirinya di danau.
"Aku harus bagaimana!?" gumamnya Frustasi.
ia memejamkan matanya seraya mengepalkan tangannya. kata demi kata yang Fan Zui lontarkan masih terngiang dibenaknya.
-Flashback
"apa maksud anda, yang mulia?"
"maksudku? maksudku adalah, aku menyukai gadis itu. jadi, apa hubunganmu dengannya?" tanya Fan Zui.
Hyoung Sensei mengepalkan tangannya. "maaf, yang mulia. tapi, dia adalah hidupku." ujar Hyoung Sensei seraya berjalan keluar, Tapi...
"tidak peduli dia kekasih atau adikmu. aku pasti akan memilikinya..." ujar Fan Zui.
-Flashback Off
"tidak. tidak boleh! aku tidak boleh membiarkan Xia Re menjadi milik pangeran Mahkota. hidup didalam istana sangat mengerikan, aku tidak ikhlas jika dia harus hidup menderita." gumamnya.
"Anda tidak perlu cemas. Saya akan membantu Anda."
Hyoung Sensei membalikkan badannya menatap seorang gadis cantik.
"siapa kau?" tanya Hyoung Sensei bingung.
"Saya, Meilang."
Disisi lain. Disebuah rumah yang terlihat tak berpenghuni. siapa sangka, didalam rumah itu terdapat sekelompok laki-laki yang terikat dengan tali berduri.
"Nona pemimpin, selamat datang."
"Bagaimana, Ai Ke? apa kau mendapatkan petunjuk?" tanya Nona pemimpin itu. siapa lagi kalau bukan,,, Xia Re.
"Maaf, Nona. mereka tidak ada yang mau mengaku." ujar Ai Ke.
Kini Xia Re beralih menatap kearah sekelompok laki-laki itu. ada salah satu dari mereka yang terlihat tidak asing bagi Xia Re.
'bukankah dia pengawal Pribadi Xia Hui? dia pasti tau siapa yang membunuh Xia Heui' batin Xia Re.
Perlahan Xia Re berjalan ke sekelompok laki-laki itu.
sekelompok laki-laki itu membelalakkan mata mereka.
Xia Re melepas penutup mulut salah satu dari mereka.
"kenapa? terkejut?"ujar Xia Re seraya menyeringai.
sekelompok laki-laki itu tampak berkeringat dingin.
"ba-bagaimana bisa..."
"karena aku tidak dapat disingkirkan begitu mudah."
Zrangggg...
lagi dan lagi sekelompok laki-laki itu melotot tak percaya kala teman mereka dibunuh hanya dengan sebuah kipas.
"Lepaskan penutup mulut mereka." perintah Xia Re. 3 anak buah Xia Re dengan segera melepaskan penutup mulut sekelompok laki-laki itu.
"kalian bermain-mainlah. aku ingin bermain dengannya." ujar Xia Re dingin seraya menatap penuh dendam salah satu dari sekelompok laki-laki itu.
"Ahhh... To... long..."
"Ampun.... Argghhh..."
"jangan.... jangan bunuh sa... ya..."
dan masih banyak lagi jeritan demi jeritan sekelompok laki-laki itu.
Xia Re berjalan kearah laki-laki didepannya, Sa Bo. Sa Bo, dulu dia adalah pengawal pribadi Xia Hui. semenjak meninggalnya Xia Hui, Sa Bo menghilang. Xia Re yakin, Sa Bo pasti salah satu otak pembunuhan Xia Hui.
"No-nona, to-tolong jangan bunuh saya. sa-saya hanya disuruh seseorang." ujar Sa Bo.
Xia Re tersenyum kecut. ia mendekati laki-laki itu dan mencekram kedua bahu laki-laki itu dengan erat.
"memohonlah pada raja neraka!"
'Buggh'
"Arrgghh..." Teriak Sa Bo kesakitan kala Xia Re memukul perutnya.
"sekarang beri tahu padaku, siapa yang menyuruhmu!" ujar Xia Re penuh penekanan.
"Se.. selir Fui Fang." jawab Sa Bo.
"Fui Fang?" beo Xia Re.
merasa ada kesempatan laki-laki itu mencoba melepaskan ikatan ditangannya. setelah selesai melepaskan ikatan ditangannya, ia mengeluarkan belatinya.
"MATI KAU!!!" Teriaknya seraya menyerang Xia Re dari belakang.
'Jleb'
"Arrggg"
...TBC!!!...
Assalamualaikum, semua. gimana kabar kalian? semoga senantiasa dalam Lindungan tuhan, ya. Aamiin!
Sansan nak cakap, kalau... besok Jum'at 10 Desember adalah hari ultah Sansan. itu knp, Sansan Double up.
Dan, Alhamdulillah banget Ujian Sansan udah selesai tinggal nunggu Raport. Makasih buat kalian semua yang udah mampir ke lapak aku,.dan selalu support aku.
Sarang Hae~