
saat tengah malam, aku terbangun dan menuju dapur untuk mengambil minum, saat ingin menuju dapur aku mendengar seseorang didapur sedang bersenandung aneh.
aku mengintip dibalik pintu terlihat sosok perempuan sedang berdiri di dapur dengan rambut yang acak acakan.
Dengan perlahan aku mendekati petempuan tersebut, dan mencoba memastikan siapa dia apakah dia pengebab suara-suara aneh yang aku dengar.
"Permisi kamu siapa?" ucapku yang berada dibelakangnya.
"Ya lusy lah siapa lagi," ucap lusy yang langsung membalikkan badan
"Astagaa... kamu ngapain malam-malam didapur sambil nyanyi-nyanyi aku kira kamu mis K," ucapku yang hampir terkejut.
"He..he.he biasa Lan, laper bikin mie instant, lagian kalo didapur sendirian sepi jadi aku nyanyi biar rame,"
"Rame apanya, serem iya. Bukannya tadi udah makan,"
"Kurang ternyata Lan Perutku keroncongan lagi, kamu mau? aku bikinin,"
"Gak, aku udah kenyang aku cuma mau minum," ucapku sambil membuka kulkas.
"Ya udah kalo gitu aku makan dulu," ucapnya sambil duduk di kursi yang ada didapur.
"Ya udah aku balik kekamar ya,"
"Okee okke,"
Aku terkadang aneh dengan temanku yang satu ini, dia seakan tidak merasa takut dengan apa yang ada dirumah ini aku sering mendapatinya duduk didapur sambil bermain HP padahal rumahku ini sangat terkenal dengan keangkerannya.
Saat aku akan tidur kembali aku mendengar suara tersebut, suara lirih meminta tolong.
"Tolooong.. Tolong... Tolong aku," ucapnya sambil menagis.
aku yang.mendengarnya pun hanya bisa terdiam dan berusaha untuk tidur. Saat aku terlelap tiba-tiba aku bermimpi didalam mimpiku aku berada disebuah tempat dengan pepohonan yang besar dan rimbun seperti mimpiku sebelumnya namun aku tidak melihat sumur tersebut.
Aku mencoba berjalan menyusuri hutan itu dan aku menemukan jalan setapak, aku terus berjalan mengikuti jalan itu yang lumayan panjang ebtah berapa lama aku berjalan, saat mulai lelah berjalan aku melihat diujung jalan setapak itu ada jalan keluar terlihat jalan keluar itu seperti jalan besar yang beraspal.
Akupun mempercepat langkahku agar segera sampai dijalan besar itu. Saat keluar dari jalan setapak itu aku terkejut ada sebuah mobil berwarna merah berhenti didepanku secara tiba-tiba sampai membuatku terjatuh.
Orang-orang yang berada didalam mobil itupun keluar, mereka berjumlah tiga orang dua laki-laki dan satu orang perempuan, aku melihat perempuan itu ditarik paksa keluar dari mobil dengan mulut dan tangan yang terikat. Aku yang melihat hal itupun terkejut dan berusaha untuk bangun, belum sempat bangun mereka sudah melewatiku anehnya mereka seperti tidak melihat kehadiranku. saat itulah aku tersadar bahwa aku sedang berada didimensi lain dimana aku melihat suatu kejadian.
Tanpa pikur panjang aku mengikuti mereka, kedua laki-laki itu menyeret perempuan tersebut hingga terjatuh.
"Ayo bangun!" ucap salah satu laki-laki itu
"Tolong jangan sakiti saya, saya tidak salah apa-apa," ucap perempuan itu sembil menagis.
karena perempuan itu tidak bisa bangun karena tangannya terikat, kedua laki-laki itu bukannya membangunkannya mereka malah menyeret perempuan itu dengan cara menarik kedua kakinya.
"Aaaaaaaaa.... toloooonggggg! tolooooggg!" teriak perempuan itu.
"percuma kamu berteriak, tidak ada yang bisa. mendengarmu disini hahaha," ucap laki-laki itu.
melihat kejadian itu sebenarnya aku merasa sangat sedih karena aku tidak bisa berbuat apa-apa, yang aku lihat sekarang ini adalah gambaran kejadian dimasa lalu.
Saat mereka menyeret perempuan itu badannya penuh dengan luka karena gesekan tubuhnya dengan benda-benda yang ada ditanah seperti ranting-rabting pohon dan batu-batuan. dia berusaha berpegangan disebuah batang kayu namun ditarik paksa oleh para laki-laki itu yang menyebabkan telapak tangannya robek dan mengeluarkan banyak darah.
Aku melihat ada banyak darah disepanjang jalan setapak tersebut, hal itu membuatku merasa ngeri karena baru pertama kali aku melihat hal seperti ini, aku terus mengikuti mereka hingga sampai disebuah sumur tua yang ada ditengah hutan. mereka berhenti didepan sumur itu.
Mereka mulai membuka tutup sumur tersebut dan menarik paksa perempuan itu.
"Jangann..tolong jangan saya mohon," pinta wanita itu sembil menagis terisak dengan wajah dan tubu yang penuh luka.
"Tenang saja Darsih, aku akan membuatmu merasakan kedamaian," ucap laki-laki itu sambil memaksa perempuan itu masuk kedalam sumur.
perempuan itupun didorong masuk kedalam sumur dan mereka menutup sumur tersebut.
Aku menagis melihat hal itu, saat aku menagis aku mendengar seseorang memanggilku.
"Lan! Lan! Wulan wulan," aku langsung terbangun dan ternyata yang memanggilku adalah lusy.
"Lusy," ucapku
"Kamu kenapa? aku dengar kamu menagis tadi makanya aku datengin kamu kekamar"
"Aku mimpi buruk Lusy,"
"Kamu mimpi apa kok bisa sampe nangis gitu,"
"Oke gini aja, kebetulan udah pagi kamu bangun dan mandi dulu baru kamu ceritain,"
"Ya udah aku mandi dulu deh," ucapku yang bangun dan menuju kamar mandi.
akupun mandi, berganti pakaian dan menghampiri lusy yang sedang asik sarapan sambil nonton Anime kesukaanya di kursi yang ada didapur, sesekali Dion temanku suka usil dengannya karena mungkin penasaran melihat lucy sering heboh sendiri ketika bermain Hp.
"Lan makan nih aku udah bikin nasi goreng,"
"Wih lagi rajin kamu, biasanya jam segini masih molor,"
"Biasa ada kucing brantem brisik banget jadi bangun deh," ucap lusy sambil menyuap makananya.
"Eh Lan kamu kenapa sih kok sampe nagis gitu?" sambung lusy
"Aku mimpi ada cewek dibunuh terus dimasukin kesumur hidup-hidup, ini kedua kalinya aku mimpi berada ditempat itu,"
"Mungkin aja itu petunjuk," celetuk lusy sambil asik menatap layar Hpnya.
mendengarkan ucapan Lusy akupun tersadar mungkin saja ini ada hubunganya dengan suara lirih minta tolong yang sering aku dengar.
"Lus kamu sibuk gak hari ini?"
"gak sih hari ini aku dapat libur Lan, kenapa emangnya?"
"Emm kamu kan sering nongkrong di dapur tengah malam sendirian jadi mungkin kamu gak takut kan sama hal-hal yang mistis,"
"aku gak sendiri orang berdua kok sama mbak marni (Sumarni), mau kemana sih Lan?"
"Iya juga ya,aku mau ketempat yang ada dimimpiku itu,"
Note : ingat cerita dibab yang series pertama tentang Sumarni? sekarang mbak Sumarni selaku bersama Lusy alasannya karena wajah lucy mirip dengan anaknya.
"Tapi aman kan? gak bikin mati kan?"
"Ya gak lah kita cuma cari tau aja,"
"Kamu ingat gak sama lokasinya kaya gimana? kalo nyari hutan disini kan ada banyak Lan,"
"Seingatku itu jalan setapak terus kalo keluar itu jalan besar dan lumayan sepi dan diseberang jalan setapak itu ada sawah, kayaknya aku sering lewat jalan itu tapi aku lupa dimana karena ada banyak kan jalan yang seperti itu"
Lusy pun terdiam sambil mengerutkan alisnya tanda bahwa dia sedang berfikir.
"Kita ketempat Mbak Fitri yuk," ajak Lusy
"Ngapain kesana? kan jauh 3 jam dari sini,"
"Udahlah ayo, tapi masa cuma kita berdua Lan ajak temenmu siapa kek biar seru,"
"bentar kayaknya ada yang bisa diajak," ucapku sambil membuka Hpku dan menelpon Dimas.
Tttutttt...tuuutttt tuuttt (suara telepon memanggil)
"Halo Lan?" ucap Dimas saat mengangkat telepon.
"Dimas kami sibuk gak?"
"Gak sih lagi santai aja nih,"
"Mau ikut gak aku mau jalan-jalan,"
"Wah, Ayoo, kemana?"
"Ke Desa Rikit tempat kakakku,"
"Okee aku siap-siap dulu," ucap Dimas dengan Antusias
"Okee deh," ucapku sambil mengakhiri telepon.
Aku dan Lusy menyiapkan barang-barang yang akan kami bawa, untuk menginap ditempat mbak Fitri, mbak Fitri adalah istri dari kakaku yang tertua mereka tinggal di sebuah desa yang bernama Desa Ringkit disana ada banyak destinasi wisata, dan juga spot-spot pendakian mungki jika aku kesana aku akan menemukan petunjuk dan bahan untuk tulisanku selanjutnya.
Bersambung...
Halo para pembaca, mohon maaf jika novel ini lama gak update karena ada banyak urusan yang harus saya selesaikan, terima kasih untuk kalian semua yang dengan setia membaca dan menunggu update dari cerita ini 😀😀