Persahabatan Dunia Lain

Persahabatan Dunia Lain
Akhir dari pesugihan


Aku mulai mencari pekerjaan baru setelah berhenti dari rumah makan dan akhirnya ada temanku yang menawarkan pekerjaan di bidang jasa pengiriman brang mereka membutuhkan orang di bagian administrasi, dan setelah in interviu akhirnya aku di terima berkerja di sana dengan teman-teman yang baru.


**********************************************


Sudah beberapa bulan aku bekerja disini, aku betah di kerjaanku yang baru karena disini aku mendapat pengalaman dan juga teman-teman baru yang sangat asik, aku disini bekerja di bagian penerimaan barang. aku bekerja 10 jam perhari, masuk di jam 08.00 pagi dan pulang jam 18.00 dan waktu istirahat 1 jam dari jam 12.00 sampai jam 13.00, biasanya aku membawa bekal dari rumah karena malas keluar.


Waktu istirahat ku hampir habis aku pun masuk kedalam kantor lagi, saat masuk aku melihat seseorang sepertinya ingin mengirim barang, aku pun kembali kemeja dan menghampiri orang tersebut, saat aku melihatnya wajahnya seperti familiar aku mencoba mengiingat-ingat siapa dia, dan akhirnya aku ingat siapa dia, dia adalah teman satu kerjaanku saat aku bekerja di rumah makan dulu namanya Kak Adam, aku pun menyapanya.


"Kak Adam yah,? masih inggat enggak kak sama aku??" tanyaku.


"Kamu Ulan, yang kerja di rumah makan pak selamet itu kan" sahut kak Adam.


"Ia kak benar, berarti masih inget ya sama aku, gimana kabar pak selamet? kakak masih kerja di sana kan? ucapku.


"Rumah makan sudah tutup Lan karena makin lama makin sepi jadi di tutup dan pak selamet sekarang di rumah aja Lan beliau sakit istrinya sekrang yang jualan di depan rumah, dan aku kerja di rumah makan yang baru Lan."


"Ya ampun masa sih kak, beliau sakit apa??"


"Sakit struk Lan jadi gak bisa jalan lagi dan menghabiskan sisa hidupnya di kursi roda, ya udah yah Lan kak mau pergi dulu nanti kapan-kapan di lanjut lagi obrolannya."


"Oke kak, kapan-kapan ulan ikut kalau kaka main kerumah pak selamet."


"Siap Lan nanti di kabari nomor hp kamu gak ganti kan?"


"Enggak masih tetap sama kak."


Kak Adam pun mulai pergi dan aku mulai masuk ke kntor di dalam hati kecilku miris dengan nasib pak Selamet.


Untuk menjadi kaya bukan jalan seperti itu yang harus di gunakan harusnya berkerja keras dan apa yang kau tanam nanti itu yang akan kau hasilkan, begitu juga dengan pak selamet yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang hingga bersekutu dengan jin dan sekarang mendapatkan timbal baliknya.


"Kasian yah pak Selamet Lan" ucap Dion.


"Ia Dion dia salah jalan dan memakan banyak korban, sekarang beliau yang mendapat akibanya."


"Ya Doakan saja Lan untuk beliau."


"Apa kah itu bisa mengubah hidup kita menjadi kembali baik seperti dulu" tanyaku kepada Dion di dalam hati sambil mengerjakan laporan di komputer."


"Sepengetahuan aku Lan sampai tujuh turunan beliau bakal susah, kan manusia sudah di tetapkan rejekinya perhari bahkan perdetik sama TUHAN, nah di saat kita bersekutu dengan jin mereka akan mencari jalan untuk mendapatkan rejeki nah yang biasanya di ambil mereka itu rejeki keturunan kita kedepannya nanti, jadi biasanya orang yang menganut pesugihan dan yang lain-lain 7 turunan itu bakalan susah untuk mencari rejeki berupa uang, susah buat mencari makan dan lain-lain pokoknya" ucap Dion.


"Dan terkadang mereka sendiri yang menjadi tumbal dan ada juga yang sampai dia meninggal mereka harus mengabdi kepada bangsa jin yang di jadikan perjanjian" Sahut sanjaya.


"Mengerikan seseram itu yah perjanjian dengan mereka untung kalian berdua enggak kan seperti itu sama aku??" ucapku dalam hati


"Apaan sih kamu Lan, aneh-aneh aja lagi pula di sini kan kami yang ingin ikut dan berteman dengan mu bukan kamu yang mencari." ucap Dion.


"Ia benar apa kata Dion" sahut sanjaya.


"Ia maaf masa gitu aja baper sih berdua, aku kan cuma bercanda, ya sudah aku selesaiin kerjaanku dulu nanti kita ngobrol lagi."


Aku mulai menyelesaikan pekerjaan di kantor hingga tak terasa sudah waktunya pulang, aku mulai membereskan barang-barangku dan mengisi absen pulang.


sesampainya di rumah aku langsung memasukan motorku kedalam garasi, dan menemui ibu.


"Bu, Lan pulang."


"Iya, sana mandi dulu terus ganti baju."


"iyaa bu."


"Sudah selesai mandinya Lan?"


"Sudah bu."


"Gimana kerjaan kamu hari ini lancar?"


"Iya lancar bu, tapi tadi Lan ketemu temen Lan yang dulu waktu kerja di rumah makan."


"Terus sekarang dia masih kerja disana Lan?"


"Udah gak kerja di sana lagi bu, dia kerja di Rumah makan lain."


"Oh.. kenapa kok dia berhenti?"


"Katanya rumah makannya sudah tutup bu, Pak Selamet sekarang Sakit dan isterinya jualan di depan rumah sekarang."


"Ya ampun.. sakit apa Lan?"


"Katanya sih kena stroke bu, jadi sekarang ini pak Selamet gak bisa ngapa-ngapain cuma di kursi roda aja, jadi sekarang isterinya yang jualan tapi didepan rumah aja bu."


"Oalahhhh... kasian Lan kamu nanti kapan-kapan jenguk pak Selamet Lan."


"Iya bu rencananya Lan mau kesana sama temen Lan, tapi nunggu dia gak sibuk bu."


"Ya sudah, kamu sudah makan belum? ibu sudah masak kalo mau makan lauknya ada di lemari dapur ya."


"Iya bu nanti aja Lan masih kenyang, Ibu sudah makan?"


"Udah nduk tadi sebelum kamu pulang ibu sudah makan."


"Ibu mau kekamar dulu ya Lan, pinggang ibu sakit."


"Mau Lan Pijetin bu?"


"Gak usah Lan, ibu cuma perlu istirahat aja Lan."


"Ya udah Lan nonton Tv ya bu, lagi rame nih acaranya."


"Iyaa, tapi jangan lupa makan ya."


"Iya bu."


Ibu pun masuk ke kamar, aku masih di ruang tamu untuk menonton TV kebetulan hari ini ada Film horor yang belum pernah aku tonton, tetapi aku tidak sendiri ada Dion dan Sanjaya juga mereka berdua ikut menonton bersamaku.


**********************************************


Note :


Beberapa hari ini semenjak saya mulai membuat cerita tentang Pak Selamet ada beberapa hal aneh yang terjadi bukan hanya saya tetapi juga terjadi kepada teman-teman saya yang sedang berada di rumah saya.


Beberapa hari ini di rumah saya sering terdengar suara aneh tetapi tidak ada wujudnya, yang mendengar bukan cuma saya tetapi teman-teman saya juga mendengar.


semoga dengan selesainya cerita tentang Pak Selamet ini, teror itu pun akan berakhir. Dan apabila terjadi kesaman cerita, nama, dan kejadian saya mohon maaf🙏


Untuk para pembaca setiaku terima kasih sudah membaca karya saya, jangan lupa like ya dan kalo berkenan bisa memberi vote di karya saya dan nantikan cerita selanjutnya😉😉🥰