Persahabatan Dunia Lain

Persahabatan Dunia Lain
Diterima kerja


Aku mulai menyebar lamaran pekerjaan di berbagai perusahaan, kantor, bahkan di rumah makan, di sini aku tidak melanjutkan kuliah karena terhalang oleh dana jadi aku putuskan berkerja untuk membantu ibu, lagi pula ibu semakin menua dan sering sakit-sakitan jadi aku ingin membantu beliau.


Setelah seminggu menaruh lamaran kerja dimana-mana tingal menunggu ada yang meneleponku berharap ada yang membutuhkan karyawati di tempat mereka.


Kriiinng.....kriinnggg...kringgg....


suara teleponku berbunyi


Aku mencoba mengangkat teleponku yang berbunyi.


"Selamat pagi, dengan mba Wulandari Oktaria."


"Ia pa saya sendiri."


"Besok jam 09.00, bisa datang mba ke rumah makan kami di jalan XXX untuk melakukan interview mba."


"Oh ia pa bisa."


"Kami tunggu kedatangan mba Wulan,"


"Ia pak terimakasih."


Keesokan harinya aku memdatangi rumah makan tersebut untuk interview dan tidak butuh waktu lama untuk interview aku hanya di beri beberapa pertanyaan dan pemilik rumah makan menyuruhku langsung bekerja besok, aku sangat senang karena aku besok bekerja aku pulang kerumah dah memberitahukannya kepada ibu.


"Sudah pulang kamu Lan?" ucap ibu.


"Iya bu, Lan sudah keterima kerja bu."


"Wah beneran Lan? syukur kamu sudah dapat kerja Lan."


"Iyaa bu, besok Lan sudah bisa masuk kerja bu."


"Ya udah, baik-baik ya Lan di tempat kerja dan juga hati-hati jangan suka sembarangan."


"Iya bu Lan bakalan hati-hati kok."


keesokan harinya aku berangkat sekitar jam 07.30 pagi menuju tempat ku bekerja, lokasinya tidak terlalu jauh dari rumahku, butuh waktu 15 menit untuk sampai kesana.


saat sampai aku memarkirkan motorku dan langsung masuk lewat pintu belakang kusus karyawan.


Aku mulai melakukan pekerjaanku, kebetulan aku bekerja sebagai waitress aku memulainya dengan membersihkan meja, menata barang yang ada di atas meja seperti asbak, tusuk gigi dan tempat tissue. Setelah semua tertata rapi dan selesai membereskannya barulah rumah makan di buka, di sini kebetulan aku kerja shif pagi pergantian shif di lakukan seminggu sekali.


Tapi entahlah baru pertama memasuki rumah makan ini hatiku bergumam serasa ada yang aneh tapi mungkin ini hanya firasat yang tidak bener aja menurutku.


Saat di buka rumah makan itu diserbu banyak pembeli trkadang aku juga sampai kewalahan melayani mereka tapi untung saja karyawan dan karyawati di sini lumayan bnyak ada 20 orang shif pagi 10 dan shif malam 10 belum lagi para koki ada 10 pagi 5 dan malam 5 kami bergiliran untuk bertugas.


Awal berkerja berjalan dengan lancar tidak ada kendala sampai waktu istirahat tiba aku mulai merebahkan badanku di sebuah ruangan yang disediakan untuk para karyawan, sebelum memasuki ruangan itu aku harus melewati dapur belakang disana terdapat lorong menuju mes karyawan saat melewati lorong itu tanpa sengaja aku bertemu dengan seorang nenek, entah dari mana nenek itu masuk karena seingatku tidak ada orang lain yang masuk ke dapur belakang selain kami, nenek itu pun menegurku.


"Mau kemana nak" tegur nenek itu kepadaku.


"Oh ia neh permisi mau ke kamar nek, mau rehat" ucapku kepada nenek itu sambil berjalan.


Tapi anehnya setelah aku menoleh kebelakang nenek itu tidak ada.


"Cepat banget nenek itu pergi" gumam hati kecilku pada saat itu.


Setelah sampai aku membaringkan badanku di kasur yang di sediakan untuk istirahat. istihat diberi waktu 1 jam.


Tanpa sadar aku tertidur dan bermimpi aneh aku bermimpi nenek itu lagi dan seperti memberi isyarat kepadaku.


"Hati-hati di sini nak" ucap nenek itu di mimpi dan pergi.


Aku terbangun kaget aku lihat masih ada waktu 30 menit aku, keluar dari kamar itu menuju tempat makan karyawan disini aku di temani dengan karyawati yang sudah lama krja di sini makan bersama denganku dan kami pun mengobrol.


"Namanya siapa de" ucap karyawati itu yang aku juga belum tahu namanya.


"Wulan kak, dipanggil Lan!"


"Tinggal dimana Lan?


"Gak jauh kok kak daerah sini aja, kakak namanya siapa?"


"Nama kakak Reni!"


"Oya kak, kakak sudah lama kerja disini?"


"Sudah Lan ampir 5 tahun."


"Nenek?? Disini gak ada yang pekerjanya nenek-nenek. Kamu gak salah liat Lan.


"Masa sih kak, enggak ah Lan gak mungkin salah liat" sahutku kepada kak Reni.


"Ia serius Lan, disini gak ada pekerjanya nenek-nenek.


Aku terdiam mendengar penjelasan kak Reni.


"Ah gak usah di pikirin kak mungkin cuma halusinasi Lan aja" ucapku.


"Lan kakak duluan yah mau bantu yang lain dulu"


"Oh ia kah nanti Lan nyusul" ucapku.


Aku mulai binggung siapa yang tadi menegurku dan menyuruh aku berhati-hati, tiba-tiba Dion menyahut.


"Kamu gak ngerasa saat berpapasan dengan dia Lan" ucap Dion.


"Berasa ada yang aneh sih" ucapku dalam hati.


"Ia dia bukan manusia" ucap Dion.


"Ia aku sudah tau tapi cuma menyakinkan hati aja."


"Tapi nenek itu ngasih aku pesan."


"Ya Lan aku tahu, ada yang beres di tempat kerjamu ini, sebaiknya kamu lebih berhati-hati."


"Ia Dion, dah lah aku mau ngelanjutin krja dulu" sahutku dalam hati.


Selesai makan dan rehat aku kembali pekerja melayani pembeli.


"Silahkan bu, mau pesen apa" sambil menyodorkan buku menu.


"Bungkus ya mba, ayam gepreknya 3 pake nasi semuanya."


"Ada lagi yang lain bu" ucapku sambil mencatat pesanan ibu itu.


"Itu aja mba cukup."


"Saya ulangi ya pesanannya, ayam geprek 3 pakai nasi semuanya."


"Ia mba"


"Pesanan ibu sedang kita buatkan silahkan di tunggu ya bu."


"Oh ia mba."


Aku langsung memberi tahu pak koki pesanan ibu ltu, berapa menit kemudian pesanan ibu itu selesai dan aku langsung memberikan kepada ibu itu.


"Ini pesanannya bu maaf menunggu, trimakasih."


"Ia mba enggak apa-apa, mba ini kalau bisa rumah makannya sering-sering di siram pakai air Yasin" ucap ibu itu lalu pergi.


Bertambah bingung lagi aku, apa yang terjadi disini.


Jam sudah menunjukkan jam 5 sore waktunya aku pulang dan berganti shif. Aku berpamitan dengan teman-teman disana dan aku pulang dengan mengendarai sepedah motor.


Lagi-lagi di jalan mengangguku.


"Lan kamu enggak melihat mereka" ucap Dion.


"Enggak kenapa, emangnya??" sahutku kepada Dion.


"Yah coba liat buka mata batin mu. tapi nenek kok kamu bisa liat??


"Aku males Dion entr aku enggak fokus kerja, kalau aku buka, tapi ia aku bisa liat nenek mungkin nenek ingin menampilkan dirinya kali jadi aku bisa liat, maksud pesan nenek itu apa yah aku harus berhati-hati dan pelanggan tadi juga berpesan harus menyirami dengan air Yasin, tahu lah aku pusing aku berharap tidak ada apa-apa kedepannya, doain aku Dion!!"


"Aminnnn.... ia Wulan itu pasti aku mendoakan kamu.


"Udah sampai rumah neh" ucapku.


tunggu kisah selajutnya😉