
Keesokan harinya aku mulai berkerja seperti biasa, di tengah jam istirahat hp ku berbunyi aku melihat ternyata panggilan dari Kinno.
"Hallo Lan kamu di mana" ucap Kinno di telepon.
"Aku lagi kerja nih, ada apa??"
"Oooo aku kira kamu enggak kerja, aku mau main ke rumah!"
"Aku kerja jam 6 aku baru pulang."
"Oke deh, nanti aku main katanya mau dengerin ceritaku."
"Ia nanti habis pulang kerja, kemarin bukannya cerita malah ngambil kelapa."
"Hahahahaah.... nanti keburu di ambil orang kalau enggak cepat-cepat di ambil Lan."
"Ya udah aku kerja dulu yah."
"Oke Lan."
Aku pun mengakhiri telepon dari Kinno dan kembali berkerja. Tanpa terasa hari jam sudah menunjukan waktu pulang. Aku bersiap-siap untuk pulang merapikan meja kerjaku dan bersiap-siap untuk pulang.
Sesampainya di rumah aku pun langsung mandi setelah mandi aku mulai mengambil piring untuk makan selesai makan ada seseorang yang mengetok pintu aku mulai melihat keluar ternyata Kinno datang kembali.
"Baru pulang Lan??"
"Udah dari tadi."
"Kopi dong Lan, biasa gulanya dikit aja sambil cerita nih kita di sini aja kayanya tempatnya enak."
Setelah selesai membuatkan Kinno kopi dia pun bercerita di dapur sambil minum kopi.
flash back kisah Kinno
Kinno mempunyai 4 orang dalam satu tim di perkerjaannya, 4 orang tersebut adalah Kinno, Roby, Anto, dan Adit.
Di saat itu mereka berada di suatu daerah untuk memasang pemancar sinyal yang tower pemancarnya berada di pelosok desa untuk menggapai tower itu butuh waktu lumayan lama agar bisa sampai disana dan juga melewati hutan pohon jati baru mereka memasuki perkampungan selah masuk perkampungan ternyata butuh 100 km untuk mencapai tower itu, setelah sampai di tower tersebut barulah mereka melihat-melihat kondisi tower tersebut.
Namun hari mulai semakin sore mereka semua tidak bisa berkerja karena melihat haru semakin sore jadi mereka memutuskan untuk turun dan melakukan kembali di besok hari karena mereka semua juga sampai di sudah siang hari menjelang sore.
Ternyata di dekat tower tersebut ada rumah penduduk yang jaraknya tidak terlalu jauh mereka pun di sambut hangat salah satu warga di sana yang rumahnya dekat tower hanya rumah warga itu yang dekat tower itu.
Mereka berempat di persilahkan masuk.
"Masuk mas dulu, santai-santai sambil ngopi-ngopi" ucap penduduk itu.
"Ooooh ia pa makasih" ucap Kinno.
Kinno dan teman-teman pun mulai masuk ke rumah tersebut, rumah uang bersih rapi dan bagus dan ada 2 anak-anak bapak tersebut sedang bermain di halaman rumah.
"Sebentar mas istri saya lagi bikin kopi" ucap pak tadi.
"Wah enggak usah repot-repot pak, maaf ini dengan bapak siapa?" ucap Roby
"Panggil aja bapak Sofian, mas-mas lagi masang pemancar sinyal" ucap bapak Sofian.
"Ia pak tadinya mau masang tapi kayanya di undur besok aja soalnya sudah ke sorean kita hari ini survei tempat dan lokasi dulu pak" ucap Kinno.
Beberapa menit kemudian istri bapak Sofian sudah datang membawa kopi dan makan,
"Ayo di minum kopinya" ucap bapak Sofian.
"Makasih yah pak, kami ngerepotin bapak disini" ucap Adit.
"Enggak mas angap aja keluarga disini" ucap Sofian.
"Bentar yah aku ke warung dulu, nyari roko" ucap Kinno.
"Di depan sedikit ada warung mas" ucap pak Sofian.
Kinno pun mulai keluar mencari warung yang tidak begitu jauh dari rumah pak Sofian.
"Bu....bu... mana nih orangnya" ucap Kinno.
ibu warung itu muncul mendengar teriakan Kinno.
"Ia mas mau beli apa?"
"Rokoknya 5 bungkus bu!"
"Ia buat teman sama saya 4, dan bapak yang tinggal di dekat tower satu."
"Bapak yang tingal di tower, sepengetahuan ibu di situ ada rumah kosong, mas enggak salah liat??"
"Ah enggak bu, orang saya sama teman-teman lagi ngopi di situ kok!"
"Ya sudah kalau masnya enggak percaya" ucap ibu warung itu sambil meyakinkan.
"Ini mas, rokoknya" sambung ibu warung itu.
"Berapa semuanya bu??"
"Semuanya 100.000 ribu."
"Ini uangnya bu, makasih bu"
Kinno meninggalkan warung tersebut menuju ketempat bapak Sofian.
"Ibu warung itu aneh masa rumah bagus dan ada orangnya kaya gitu di bilang rumah kosong" gumam Kinno dalam hati sambil berjalan menuju rumah pak Sofian.
Sesampainya di rumah pak Sofian tidak ada yang aneh dan berubah dan Kinno masih melihat teman-temannya yang sedang ngobrol dengan pak Sofian.
"Dapat rokoknya Kin?" ucap Anto.
"Dapat dong, ini rokokmu" ucap Kinno.
Kinno membagi-bagiakan rokok yang dia beli tadi di warung tidak lupa juga rokok pak Sofian.
"Ini untuk bapak" ucap Kinno.
"Wah repot-repot mas, makasih yah" ucap pak Sofian.
"Enggak pak biasa saja"
Istri pak Sofian kembali datang membawakan singkong goreng kepada mereka.
"Singkongnya sudah matang, ayo mas-mas di makan" ucap pak Sofian
"Silahkan mas dimakan singkongnya" ucap istri pak Sofian yang duduk di dekat suaminya.
"Ia bu terimakasih," ucap Kinno sambil tangannya mengambil singkong goreng tersebut.
Mereka semua asik mengobrol dengan keluarga pak Sofian, hingga hari mulai menjelang magrib Kinno dan teman-teman mulai berpamitan dengan pak Sofian dan juga istrinya.
"Pak kami semua pulang dulu trimakasih" ucap Roby.
"Ia mas sama-sama" ucap pak Sofian.
Mereka semua mulai memasuki mobil, di sini Roby yang bertugas menjadi sopir, mereka semua memasuki mobil dan di saat Roby ingin menghidupi mobilnya tiba-tiba mobil itu tidak bisa menyala. Roby masih berusaha untuk menghidupkan mobil tersebut.
"Kenapa Rob" ucap Kinno.
"Enggak tau nih enggak bisa nyala" ucap Roby.
Akhirnya mereka semua turun kembali dari dalam mobil dan tiba-tiba ada bapak-bapak penduduk di sana yang ingin ke mesjid untuk sholat magrib melihat mereka dan menghampiri mereka.
"Kenapa mas magrib-magrib di sini apa enggak takut" ucap bapak itu yang tidak tau namanya.
"Ini pak, mobil tiba-tiba enggak bisa menyala" ucap Roby.
"Di sini masih ada warga kok pak, tadi kita survei tower mau masang sinyal terus ada bapak Sofian menyuruh kita ke rumahnya, setalah selesai mengobrol kita semua pamitan untuk pulang dan ternyata mobil enggak bisa hidup" ucap Kinno
"mas serius rumah bapak Sofian udah lama kosong mas, itu rumah tua tidak terpakai lagi.
"Ah bapak ini ada-ada aja itu rumahnya.....?" ucap Kinno yang melihat rumah tersebut ternyata berubah menjadi rumah kosong yang tua yang tidak layak lagi di huni oleh penduduk.
Semua teman-teman Kinno melihat rumah pak Sofian yang berubah menjadi rumah tua kosong tidak layak lagi untuk di tempati.
Bersambung
nantikan kisah Kinno selanjutnya
minta doanya yah semoga banjir cepat usai, trimakasih buat semuanya semoga bencana yang melanda indonesia kita cepat usai😢😢 aminn 🙏🙏🙏 🥰❤️❤️