
Ada keanehan yang aku liat dari Tina dia seperti orang yang mempunyai raga tapi sukma di dalamnya sebagian hilang entah aku masih binggung dengan keadaanya Tina, Eka dan ibunya mulai bertanya kepadaku.
"Gimana de ke adaan Tina?" tanya ibu Tina.
"Yah Lan gimana dengan dia Lan" tanya Eka yang penasaran.
"Yah bu, Lan usahain yah bantu Tina" kataku.
Aku tidak terlalu banyak bicara kepada orang tua Tina disisi lain aku kecewa kepada keluarganya, pada saat itu Tina hanya butuh perhatian mereka aku sudah pernah bicara kepada orang tua Tina tapi entah kenapa mereka kembali lagi mengobati Tina ke orang pinter dan malah menikahkan Tina sudah keadaannya seperti ini baru mereka binggung dengan keadaan Tina.
Aku juga tidak berlama-lama disana, aku mengajak Eka untuk pulang.
"Yuk Ka kita pulang" ucapku mengajak Eka.
"Ia Lan" sahut Eka.
"Lan pulang dulu yah bu, mudahan Tina bisa kembali seperti dulu" ucapku.
"Amin, terimakasih yah de" sahut ibu Tina.
Akhirnya setelah berpamitan aku pun pulang dengan Eka di jalan aku bercerita kepada Eka.
"Eka jangan pulang dulu yah, ada yang mau aku ceritain tentang Tina, ada yang gak beres" kataku.
"Oke Lan."
Selang beberapa menit kami pun sampai ke rumah, Eka mulai penasaran dengan ucapanku tadi di jalan.
"Apa Lan ceritain dong??"
"Ia bentar duduk dulu kita."
Aku mulai menceritakan apa yang kulihat kepada Tina.
"Aku melihat ada yang aneh kepada Tina Ka, aku melihat sukma yang ada di dirinya itu sebagian hilang."
"Aku tidak paham Lan, sukma itu apa roh gitu, emang bisa yah Lan roh itu hilang sebagian" ucap Eka dengan polosnya.
"Buka E....ka, gini loh sukma itu seperti jiwa yang ada di dirinya, tapi bukan juga roh" ucapku yang menjelaskan Eka.
"Yah aku mulai mengerti sedikit Lan, terlalu berat kata-katamu Lan bikin aku gak paham terkadang."
"Hahaha.... ya awalnya memang aku tidak terlalu paham tentang hal-hal mistik, tapi disini aku mulai mengikuti komunitas anak indigo yang ada di medsos, dari situ aku banyak belajar dan banyak mendapatkan ilmu-ilmu dari mereka, dan kasus Tina ini juga pernah ada yang di komunitas itu untuk bisa membantunya harus bersedia untuk mengambilnya di alam jin" ucapku.
"Ngerinya Lan, berarti kamu harus ke alam mereka Lan" ucap Eka yang mulai takut.
"Ia mau gak mau Ka jujur aku belum pernah mencoba melepas sukmaku atau jiwaku, tapi demi menolong Tina aku akan coba." kataku
Eka yang mulai terdiam mendengar ucapan ku dan mulai meneteskan air mata.
"Kenapa kok malah nangis??" ucapku yang kebingungan.
"Aku takut kamu kenapa-kenapa Lan, kamu temanku Tina juga temanku aku binggung dan takut kalian nanti kenapa-kenapa" ucap Eka yang khawatir.
"Udah deh gak usah lebay" kataku
"Kamu ini di khawatirin malah kaya gitu" ucap Eka yang mulai kesal.
"Ia maaf ya, jangan marah aku cuma bercanda doain aja aku sama Tina baik-baik dan bisa menyelesaikan masalah ini.
"Itu pasti Lan aku akan mendoakan kamu dan Tina, kapan rencananya kamu mau jemput Tina."
"Nanti dah aku mau nanya sama Dion dulu caranya terus aku harus gimana,"
"Berarti kamu nanti kesana sama Dion dan sanjaya" ucap Eka yang mulai lega.
"Aku juga masih belum tau juga."
"Ya sudah Lan aku mau pulang dulu"
"Ia hati-hati"
Setelah Eka pulang aku mulai berinteraksi dengan Dion dan sanjaya.
"Kenapa tidak bisa masuk" ucapku yang masih binggung.
Dion mulai menjelaskan dengan detail.
"Bangsa kita mempunyai Alam yang berbeda-beda Lan aku jin islam tidak bisa masuk ke alam Sanjaya yang alam siluman sama halnya dengan sanjaya yang tidak bisa masuk ke alamku, tapi kita semua bisa masuk ke alam manusia sama halnya dengan kamu Lan kamu bisa masuk ke lama aku dan sanjaya dan juga alam jin lain" ucap Dion.
Aku mulai mengerti dengan penjelasan Dion, tapi aku masih binggung gimana caranya aku harus melepaskan jiwaku.
"Terus aku harus gimana? Gimana cara melepaskan sukma?" ucapku yang bingung
"Nanti aku akan mengajari caranya Lan."
Dion mulai mengajari aku cara melepas sukma atau jiwa aku mulai melakukannya disini aku diharuskan fokus dan tetap dalam keadaan sadar, aku mulai menutup mataku dan melepas jiwaku, tapi aku selalu gagal di saat jiwaku terlepas aku mulai hilang ke sadaranku dan Dion menyuruh aku masuk keragaku.
"Kamu masih belum bisa Lan, harus mempertahankan kesadaran mu, di saat kesadaran mu hilang itu bahaya Lan, Nanti kamu malah tidak bisa kembali lagi keragamu" ucap Dion yang membuatku takut.
"Ayo Lan aku yakin kamu bisa" ucap sanjaya yang menyemangati aku.
"Ia aku akan mencobanya lagi" ucapku dengan semangat.
Berhari-hari aku mempelajari itu tapi masih saja belum bisa di saat aku mulai putus asa aku melihat bayangan Tina di pikiranku.
Tina berada di sebuah ruangan yang gelap sedang duduk tanpa mengunakan busana, dia duduk sambil memeluk kakinya dan menundukkan wajahnya dan rasa takut yang aku rasakan. Dan Tina juga mulai lupa dengan dirinya.
"Aku melihat Tina tadi Dion, itu beneran atau hanya halusinasiku saja" ucapku yang tidak yakin.
"Apa yang kamu liat di pikiran mu itu, itulah keadaan Tina yang sebenarnya, dia mulai lupa dengan dirinya, satu-satunya jalan kamu harus mencari nama di keluarganya yang paling dia sayangi Lan" ucap Dion.
Aku mulai binggung sampai sekarang aku masih belum bisa melepas jiwaku dan Tina juga disana membutuh bantuanku. Aku mulai menyakinkan diriku lagi bahwa aku bisa dan aku mulai mencoba kembali melepas jiwaku dan akhirnya aku berhasil aku mulai belajar masuk ke alam Dion dan Sanjaya dan aku berhasil, Tapi aku masih ragu untuk masuk ke alam jin lain, aku mulai mengasah kembali aku hanya takut yang kurasakan itu halusinasiku saja. Lalu aku mencoba lagi dengan Eka kebetulan Eka sendiri peka terhadap mereka. Aku mulai bereksperimen dengan Eka aku mencoba mengirim pesan kepada Eka.
"Ka aku minta tolong neh, aku mau ngelepas sukmaku nah coba kamu rasakan kehadiranku" ucapku dalam pesan
"Emangnya kenapa Lan, kamu masih belum bisa?? balas Eka di pesan.
"Enggak kok aku sudah bisa hanya saja aku harus meyakinkan diriku kalau memang ia bukan halusinasiku.
"Ya udah kapan??"
"Taun depan, ya sekarang lah, kamu siap-siap aku kesitu." ucapku di dalam pesan
Aku mulai menaruh HP ku dan mulai melepas sukmaku.
Dan mendekati Eka dan aku mulai memegang tangan dan kakinya setelah itu aku kembali ke ragaku dan kembali mengambil Hp ku dan mengirim pesan kepadanya.
"Ka udah selesai gak lama-lama, apa yang kamu rasain"
"Ngapain kamu pegang-pegang๐" balas Eka di pesan.
Aku kaget membaca balasan pesan Eka ternyata aku sudah berhasil. lalu aku membalas kembali pesan Eka.
"๐คฃ๐คฃ๐คฃHa...ha...ha...biar kamu ngerasa kalau aku ada"
"Aku merinding ๐ฑ๐จ tadi waktu kamu datang"
"๐ Anjritt di sangka aku hantu, oh ia Tina lebih dekat yah sama bapaknya."
"๐๐Ha...ha...ha...Ia Lan tapi bapaknya udah almarhum."
"Nanti kamu cari tau yah siapa nama bapaknya, kalau bisa secepatnya.
"๐Oke Lan" balas Eka dan aku mulia menaruh Hp ku.
Bersambung
Nantikan cerita berikutnya apakah Wulan dapat mengambil kembali jiwa Tina yang terperangkap di alam jin??
Like dan komen ๐๐ terimakasih ๐ฅฐ๐ฅฐ๐ฅฐ๐