
Setelah dengan susah payah aku membujuk David, namun David tidak kunjung mau mendengarkan ucapan ku,
"Putri aku ingin kembali ke alamku, terima kasih atas niat baik mu kepada ku namun aku tidak bisa bila harus tinggal di sini," ucapku kepada putri penguasa danau.
"Baiklah jika begitu aku akan membebaskan mu namun tidak temanmu, ia akan tinggal di kerajaan ini, selamanya"
Aku binggung harus bagaimana aku sudah berusaha untuk membujuk David namaun tidak kunjung mau, David kekeh tetap ingin tinggal di kerajaan itu,
"Pengawal antar dia pulang ke raganya!" perintah sang putri.
"Baik tuan putri" ucap serentak dua prajurit yang mengantarkan aku.
Aku pun di antarkan oleh dua prajurit meninggalkan istana namun hatiku sangat sedih aku tidak mampu untuk menolong dan membawa David, lalu aku menuju cahaya putih yang sangat terang sekali membuat mataku menjadi silau saat aku membuka mata aku berada di mobil ambulan, semua tim medis berusaha untuk menyadarkan aku, aku melihat kepanikan di raut muka Dimas, dan kesedihan di raut muka lusy.
"Aku kenapa?" tanya aku kepada lusy dan Dimas yang sedang menungguku di mobil ambulan.
"Kau tenggelam ulan, untung saja lusy melihat mu, jadi aku berhasil menolongmu!" Dimas yang menjelaskan.
"Lalu dimana David?" tanyanku yang teringat kepada David.
"David juga ikut tenggelam Lan sampai detik ini jasadnya masih belum di temukan,"
Aku yang panik mulai keluar dari mobil ambulan itu bayak sekali tim SAR dan warga kampung mencari jasad David yang tak kunjung di temukan.
"Mau kemana Lan?" tanya Dimas.
"Mau ke danau, cari David? sahutku.
"Kamu belum sembuh totol Lan," sahut Lusy.
Memang saat itu tubuhku rasanya sangat lemas sekali tapi aku tidak bisa tinggal diam aku harus meminta tolong kepada putri danau itu agar jasad David dapat kembali.
Sesampainya di tepi danau aku duduk dan memejamkan mata mencoba berinteraksi kepada Putri itu.
"Putri kembalikanlah jasad david agar keluarganya bisa menerima dengan tenang,"
Disini aku bukan tidak mau menolong David namaun aku sudah berusaha untuk membawanya tapi David tidak mau ini semua pilihan David, aku sudah berusaha namun tidak bisa. Tidak lama kemudian.
"Ini...ini... jasadnya" teriak salah satu tim SAR.
Mereka berbondong-bondong mendekati jasad David, lusy dan aku saat itu menangis histeris melihat tubuh David sudah kaku dan membiru karena lama di temukan, jasad David yang saat itu di temukan jam 19.00 mengapung di tengah danau.
Kesedihan yang saat itu aku rasakan di saat jasad david di temukan aku gagal membawa david pulang rasa kecewa dan bersalah bercampur aduk di hatiku saat itu.
Jasad David mulai di bawa oleh ambulan sirinai ambulan saat itu mengegerkan warga di perkampungan danau bukit batu, danau itu telah memakan satu korban,
Kami semua mengantarkan jasad David pulang ke keluarganya, setiap perjalanan Lusy hanya menangis ia tidak menyangka bahwa liburan ini malah akan membawa malapetaka untuk David.
"Sabar ya lus," kataku yang berusaha menenangkan lusy.
Sesampainya di rumah David isak tangis ibu David melihat jasad anaknya yang sudah terbujur kaku tidak bisa terpendam.
"Sudahh buu.... ikhlasin David buu,,,,, biar tenang disana David bu" sahut ayah David memeluk istrinya.
"Hiks...hiks..... tadi berangkat enggak kenapa-kenapa pamitan sama ibu david bagunn nakk....bangunn"
Kesedihan yang terpancar di raut wajah ibu david tidak bisa percaya dan terima kalau anaknya sudah tiada.
Malam itu acara tahlilan di mulai semua orang kampung berdatangan ke rumah david, membacakan doa kepada david agar pergi dengan tenang, sedangkan ibu david masih menangisi jasad anaknya yang sudah di tutup dengan kain batik, aku yang berada di sana mencoba mendekati ibu david dan mencoba menenangkannya.
"Ibu sudah bu kasian david kalau ibu menangis terus dia sudah bahagia dan tenang di sana david enggak mau melihat orang yang di sayangi'nya sedihh ikhlaskan david bu" ucapku sambil memeluk ibu david.
"Kenapa nakk kamu ninggalin ibu" sahut ibu david yang memelukku.
"Umur, jodoh kita tidak tahu bu semua sudah ada yang mengatur di dunia ini kita semua hanya menumpang, biarkan david pergi dengan tenang dan tersenyum" kataku kepada ibu david.
Ibu David mulai berusaha untuk mengikhlaskan anaknya,
Aku, lusy dan Dimas pun berpamitan kepada keluarga David dan kami bertiga pulang dengan membawa kesedihan.
************************************************
Keesokan harinya aku, Lusy, dan Dimas pergi menuju rumah pemakaman David. Sesampainya di sana jasad David sudah masuk liang lahat dan mulai di kuburkan dan tiba-tiba terlihat seseorang wanita baru saja tiba di pemakaman wanita itu menangis histeris di atas makan David.
Aku yang mulai binggung menanyakan kepada lusy,
"Eh Lus siapa tuh cewe kok nangis? tanyaku.
"Itu Tiara mantannya David?"
"Oooohhh itu mantannya,"
"Maafin aku David, maafkan aku" ucap Tiara menangis di nisan David.
Lusy yang mengetahui itu ia mendatangi Tiara dan menenangkannya.
"Sabar Tiara ikhlaskan David agar ia tenang," sahut lusy.
Setelah selesai kami pun pulang, beberapa hari kemudian kabar kematian David masuk ke media sosial.
Dan akhirnya tempat wisata itu di tutup karena taku memakan korban jiwa.
cerita ini di ambil dari kisah nyata temanku.
Maut, jodoh, rejeki sudah ada yang mengatur kita hidup di dunia hanya sementara.
semoga terhibur dengan cerita ini jangan lupa dukungan Author yahh 🥰🥰🥰❤️