Persahabatan Dunia Lain

Persahabatan Dunia Lain
Extra (Kendala-kendala yang ku hadapi saat proses penulisan)


Halooo... Para readers


Terima kasih karena sudah setia menunggu kelajutan novelku hingga akhirnya novel ini tamat, dan terimakasih juga untuk yang sudah mendukungku baik secara langsung atau pun saat dikomentar dan juga di media sosial.


Kali ini aku akan berbagi cerita tentang beberapa kendala yang aku alami selama proses penulisan, seperti terdengar suara aneh, kehadiran makhluk-makhluk yang aku ceritakan di setiap episode hingga gangguan yang aku dan teman-temanku alami saat proses penulisan.


Diawal-awal episode tepatnya episode 2 aku bercerita tentang sejarah almarhum kakekku serta kamar yang biasa beliau pakai untuk ritual, saat proses penulisan kebetulan kamar yang aku tempati sekarang adalah kamar yang aku tulis didalam novelku, bertahun-tahun aku menempati kamar ini aku tidak pernah dinampakkan oleh sosok penunggu kamar ini, tapi disaat aku menulis cerita tentang kakekku dan kamar ini terasa sedikit berbeda seperti ada yang sedang memperhatikanku dan benar saja sosok hitam berbadan tinggi memampakkan dirinya diujung kamar, dia tidak mengganggu hanya menampakkan diri selama beberapa hari.


Aku juga seperti melihat sosok Sumarni berseliweran di rumahku, saat proses penulisan episode Sumarni selesai sosok itu menghilang.


Ada lagi cerita mengambil sukma rasanya rumahku penuh dengan mereka yang aku lihat, hawa aneh pun di rasakan Lusi pada saat itu beberapa hari aku selalu menyalakan ayat kursi agar mereka hilang dan hawa-hawa aneh hilang benar saja seiring jalanya waktu semua kembali normal


Aku juga sempat mengalami hal buruk ketika menceritakan sosok yang mengikuti Kinno, saat selesai penulisan tentang Kinno yang diikuti sosok hitam besar sebut saja Mr. Wowo, malamnya aku tertidur kebetulan Lusi menginap di rumahku dan dia biasanya begadang sendirian saat aku terlelap aku sempat bermimpi tapi rasanya sangat nyata, aku di tangkap oleh sekelompok Mr. Wowo ini, dan diikat disebuah pohon aku melihat mereka seperti sedang meritualkan sesuatu sambil berkata "jangan sembah tuhanmu" mereka mengucapkannya berulang-ulang dan terngiang-ngiang di fikiranku, otakku seperti dicuci oleh mereka, aku pun berusaha berdoa meminta pertolongan kepada Tuhan sampai-sampai Lusi yang saat itu berada dikamar mendengar aku merintih seperti orang ketakutan Lusi langsung membangunkanku dengan cara menggocang-goncangkan tubuhku dan aku akhirnya terbangun.


Ada cerita yang membuat aku dan Lusi parno ketika berada dirumah, ya, saat itu aku sedang dalam proses penulisan cerita tentang pak Selamet, saat proses penulisan tiba-tiba muncul suara aneh yang membuat bulu kuduk merinding dia tidak memapakkan sosoknya namun suaranya selau ada, bukan hanya aku dan Lusi saja tapi Kinno yang saat itu sedang berada di rumahku pun mendengarnya, aku pun akhirnya kejar tayang untuk menyelesaikan cerita tentang pak Selamet saat itu, saat cerita itu selsai keesokan harinya kami tidak pernah mendengar suara itu lagi.


Saat aku menulis suatu cerita atau sedang menulis tentang sosok tertentu, sosok itu akan hadir entah aku hanya merasakan kehadirannya saja atau memang ada, ada juga yang menampakkan dirinya, hingga kadang menganggu mungkin karena mereka tidak suka sosok nya diceritakan.


Apakah saat kalian membaca beberapa episode dari novelku kalian merasakan sensasi merinding disko??


jika iya berarti salah satu sosok yang sedang kalian baca berada didekat kalian. Hhihhihi ini gak nakut-nakutin lho ya.


Ada satu cerita yang berkesan bagiku, yaitu disaat aku menulis bagian dari episode aborsi, sosok anak yang yang digugurkan itu tiba-tiba muncul dihadapanku, sebelum menulis cerita itu aku mengirimkan doa untuknya.


Ini terjadi saat aku akan update episode aborsi.


Sosoknya seperti anak kecil pada umumnya, karakternya sendiri ramah, penurut, ceria dan memiliki keingintahuan yang tinggi alias kepo.


Sambil menulis aku mencoba berkomunikasi dengannya, dia bercerita selama ini diasuh oleh tante Kun penunggu belakang rumahku, saat sedang berkomunikasi anak itu meminta segelas susu hangat kepadaku, lantas aku menyuruh Lusi yang saat itu sedang berada di dapur untuk membuatkan segelas susu hangat.


Aku pun mulai berkomunikasi kembali dengannya ternyata dia suka bermain di teras rumah dan juga suka berlarian di garasiku, pantas saja sering ada tetangga mengatakan jika melihat sosok anak kecil sedang berlarian dari teras menuju garasi saat tengah malam.


Aku dan Lusi mulai searching mbah gugel untuk mencarikan nama untuk sosok anak tersebut dan akhirnya kami mendapatkannya anak itu kami beri nama Ben yang artinya seorang anak laki-laki.


Saat ini Ben ikut denganku dan diasuh oleh Pangeran Sanjaya terkadang dia diajak oleh Dion kealamnya, Ben juga akrab dengan Eka karena Eka bisa merasakan buat komunikasi sih masih belum bisa tetep aku tukang translatenya, kalau Lusi bisa merasakan tapi tidak bisa berkomunikasi dengan Ben, terkadang Ben kesal dan menyebut Lusi sombong karena Ben selalu menyapanya tapi tidak pernah dibalas oleh Lusi, Lusi yang mendengar hal itu dari aku pun hanya tertawa dan berkata "ya gimana aku gak tau kalo Ben sering nyapa aku".


Ada satu episode yang aku sendiri ragu untuk menulisnya, yaitu cerita dari pengalaman Kinno saat bekerja, saat itu aku meminta Kinno menceritakan pengalamannya, baru saja Kinno memulai ceritanya suasana menjadi sedikit berbeda, aku dan Kinno merasakan kehadiran sosok yang sedang kami bahas kami merasa merinding, tapi Kinno tetap melanjutkan ceritanya, saat Kinno menceritakannya aku tiba-tiba melihat sosok yang Kinno ceritakan tersebut, karena sudah tidak aman untuk bercerita kami pun menghentikannya.


Keesokan harinya aku videocall dengan Eka dan menceritakan pengalaman Kinno saat itu, dan tanpa sadar aku dan Eka tiba-tiba flash back dan melihat rumah tua yang terbengkalai sepintas aku juga melihat mereka yang dibantai tapi hanya beberapa detik saja, aku pun memutuskan untuk tetap menulis cerita Kinno tersebut, tapi sebelum menulis aku meminta izin dan berdoa untuk mereka sekeluarga agar tenang di alamnya, dan aku bersyukur saat proses penulisan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan hanya sosok beliau saja yang menampakan diri.


Ya, kira-kira begitulah kendala yang aku alami, jika aku menulis mereka akan muncul dan jika sudah selesai mereka pun menghilang.


Sekali lagi terima kasih aku ucapkan untuk kalian semua para pembaca setia ku.


Aku juga berterima kasih kepada teman-temanku Kinno, Eka, Lusi dan juga yang lainnya yang telah membantu serta mendukungku dalam menulis novel ini.


Oh iya kali ini aku akan menyertakan foto dari diriku sendiri, Kinno, Eka dan juga Lusi.


See you para pembaca, jangan lupa mampir ke Novel ku yang lain ya, aku kali ini nulis tentang sosok Sumarni, dan Kirana. ada novel Lusi juga lho disana judulnya "Ray" dan mampir juga ya ke novelnya Eka "Romansa Cinta Dit and Kai" jangan tanya tentang Kinno, Kinno gak bikin novel soalnya hahhaha..






Terima kasih.... 😊😊😊💕💕