
Tidak terasa waktu berjalan aku sudah semester 2, sekolahku mengadakan Praktek Kerja Lapangan untuk mata pelajaran Biologi karena, karena kebetulan aku masuk kelas IPA jadi di sini guru Biologi ingin mengambil nilai praktek kami jadi beliau mengadakan kegiatan PKL, kali ini PKL kami cukup spesial karena kami akan melakukan PKL sembari liburan, kami akan melakukan praktek di sebuah tempat wisata, lokasinya sendiri yang aku dengar dari teman-temanku seperti hutan dan terdapat bendungan di dalamnya disana kita juga bisa berkemah dan kebetulan kami juga akan berkemah di sana aku dan teman-teman sangat antusias kapan lagi bisa liburan sembari mendapatkan nilai.
Kegiatan tersebut di adakan 2 hari dari hari Sabtu sampai Minggu aku juga tidak lupa berpamitan kepada ibu dan mbah untuk ikut kegiatan tersebut dan ibu dan mbah tentu saja mengijinkanku untuk melakukan kegiatan PKL di tempat tersebut.
Tibalah hari dimana kami akan mengadakan kegiatan PKL, tidak semua kelas ikut PKL hanya kelasku saja yang mengadakan PKL, karena masing-masing kelas memiliki guru yang berbeda. Sebelum berangkat kami terlebih dahulu berkumpul di lapangan untuk mengisi daftar hadir, selesai mengisi kami dipersilahkan masuk ke dalam bus, di bus kebetulan aku duduk bersama Lusy.
Bus mulai berjalan, menurut informasi dari guru ku perjalanan kami akan memakan waktu kurang lebih 4 jam jika jalanan sedang lancar, saat di bus semua sibuk dengan aktifitasnya masing-masing ada yang bermain HP, mendengarkan musik, mengobrol dan lain-lain. Aku melihat kearah Lusy dia sedang memegangi tas yang terisi penuh tapi aku tidak tau apa isinya.
“Lan aku kok ngantuk ya, kamu ngantuk gak?" ucap Lucy.
“gak Lus, aku gak ngantuk” sahutku.
Lucy pun terdiam, dia mulai membuka tas yang di peganginya sejak dari tadi
Terdengar bunyi kresekkk kresekk dari tas yang di pegang Lucy, saat di membuka tasnya ternyata itu semua isinya Snack minuman dan lain-lain.
Saat lusy mulai membuka salah satu snacknya tiba-tiba teman-teman yang tadinya asik dengan kegiatannya masing-masing malah fokus kearah Lusy
"Sssuuuttttt Sy… bagiiii bagii woy" ucap teman laki-laki yang duduk di belakang.
"Iyaa nihh tangkap" ucap Lusy sambil melemparkan Snacknya.
"Lusy aku juga mau."
"Lusy!! aku juga dong" ucap teman-temanku yang lain.
Seketika dalam bus menjadi gaduh hanya karena snack.
"Nih Lan buat kamu, tenang aku masih punya stok hheehee" ucap Lusy sambil memberikan sebungkus Snack kentang.
"Iyaa makasih ya" ucapku
Akhirnya kami sampai di lokasi PKL, kami mulai turun satu persatu dan mengambil barang bawaan kami, aku mulai melihat sekeliling tempatnya sangat sejuk banyak pohon-pohon besar, terdengar sesekali suara-suara kicauan burung walaupun waktu sudah menunjukan jam 1 siang.
Saat kami semua sudah turun dari bus guru pembina memanggil kami semua, untuk membagi kelompok, aku tidak satu kelompok dengan Lucy dan Tari tapi aku satu kelompok dengan Eka, usai mendapat kamu mulai membagi tugas untuk PKL, aku mendapat tugas untuk meneliti jenis serangga dan Eka dapat tugas untuk mencatat selesai pembagian tugas kami mulai mendirikan tenda dan menyiapkan makanan dan beristirahat sebentar sambil menikmati keindahan.
Waktu menunjukan pukul 17.20, saatnya kami memasang jebakan untuk menangkap serangga, serangga itu nantinya akan kami teliti dan kelompokkan berdasarkan jenisnya, kami membuat jebakan sederhana dengan menggunakan lampu yang di letakkan di dahan pohon untuk menarik perhatian serangga, di bawah lampu itu kami menaruh sebuah wadah kecil yang nantinya serangga itu akan masuk ke wadah itu, dan pada malam hari kami akan kembali ke tempat jebakan yang kami buat untuk mengambil serangga.
Malam pun tiba, kami mengisi perut kami terlebih dahulu, karena nantinya kami akan begadang semalaman untuk meneliti serangga, kami harus memasak terlebih dahulu kami ini aku yang mendapat bagian untuk memasak.
"Lan Sudah kelar belum masaknya?" tanya Eka.
"Belum nih bantuin kenapa, main HP terus" sahutku yang sedikit kesal.
" Duh nanggung nih, aku nunggu matengnya aja Lan."
"Ya elah ntar aku kasih sisanya kamu" sahut ku sambil ketawa.
"Tega kamu sama aku Lan" ucapnya.
Masakkanku akhirnya matang aku memanggil kelompokku untuk makan malam kami pun makan bersama-sama di depan api Unggung yang telah kami buat sebelumnya, rasanya indah dan senang banget berkumpul dengan teman-teman setelah selesai kami di perbolehkan istirahat dan jalan-jalan mengelilingi hutan tersebut.
"Lan, Jalan-jalan yuk bosen aku di tenda" ucap Eka.
"Ya udah, tunggu bentar" ucapku.
Aku dan Eka berjalan-jalan menyusuri hutan tersebut tapi kita tidak berani jauh-jauh karena disitu sudah ada palang pemberitahuan yang tidak memperbolehkan kita masuk atau melintas.
Saat berjalan menyusuri hutan aku begitu kagum melihat keindahan hutan di malam hari, rasanya sangat sejuk banyak pohon-pohon dan banyak suara suara serangga sejuk banget hingga sampai kita di sebuah pohon besar.
"Lan kok aku merinding ya dekat pohon ini?" ucap Eka.
"Ayo Ka kita pergi" ucapku sambil menarik tangannya.
"Kenapa emang?"
"Udahlah nggak apa-apa kita kembali ke tenda aja"
Aku dan Eka kembali ke tenda setelah sampai aku memberitahu tentang pohon besar itu penuh dengan aura negatif disini aku sudah menceritakan kepada Eka tentang diriku yang bisa melihat hal gaib dan teman-teman ku Eka sendiri dia bisa merasakan hal-hal gaib dan juga dia mudah untuk terkena hal gaib dia gampang kerasukan, sawan dan ke sambet. Karna dia belum bisa mengontrol dirinya sendiri
Saat sedang asyik-asyiknya meneliti Eka tiba-tiba mengajakku ke toilet.
"Lan temenin aku ke toilet dong, aku kebelet nihh."
"Iya bentar nanggung sedikit lagi nih."
"Ayo Lan kebelet nih."
"Minta temenin yang lain aja, aku belum selesai nihh."
"Nggak mau sama kamu aja Lan."
"Ia,,,Ia" sahutku.
Akhirnya aku menemani Eka ke toilet tidak lupa membawa senter, di sini sudah di sediakan fasilitas kamar mandi umum.
Sebelum sampai ke toilet kami melewati pohon-pohon besar dan jalan yang belum di beri penerangan, setelah melewati rute-rute kami akhirnya sampai ke toilet.
"Ya udah sana masuk" ucapku.
"Tungguin aku ya Lan jagan di tinggalin" ucap Eka.
"Ia,,,Ia aku tungguin."
Setelah selesai dari toilet kami kembali ke tenda tapi di tengah-tengah perjalanan Eka tiba-tiba tidak ada di sampingku lagi aku kira dia duluan ke tenda jadi aku tidak memperdulikannya setelah sampai di tenda, aku bertanya kepada teman-teman ku ternyata Eka tidak ada dan aku mulai panik aku bertanya kepada teman-teman di kelompok lain tapi tidak ada yang melihatnya dan akhirnya aku memberitahu guru biologi kami bersama-mencari Eka.
"Ekkaaaa ekkaaaa" teriak Lusy.
"Ekaaaaa kamu dimana sih?" ucapku sambil berteriak.
Aku dan juga Lusy sudah putus asa dan lelah karena sudah berjam-jam lebih Eka hilang tiba-tiba aku mendengar suara orang yang menangis dengan pelan.
"Lus dengar nggak ada suara orang nangis itu tuh" ucapku.
"Iya tadi aku dengar Lan."
"Iya bener kayak ada yang nangis" ucap Tari
Kami pun mencari suara tangisan tersebut tidak jauh dari tempat kami berdiri.
Setelah aku mendekati suara tersebut ternyata suara itu ada di belakang pohon besar yang di bicarakan Eka tadi saat sedang berjalan-jalan.
Ternyata setelah di dekati sosok yang sedang duduk sambil memeluk kakinya setelah aku mencoba mendekati ternyata itu Eka aku mencoba memegang pundaknya.
"Ka, ini aku Wulan kamu ngapain nangis di sin?"
Saat Eka mendengar suara ku dia langsung mengangkat wajahnya dan melihat ku melihat ku Lucy dan Tari dia langsung memelukku sambil menangis kencang.
"Aku takut Lan aku takut" ucapnya sambil menangis.
"Ya sudah tenang ayo kita ke tenda dulu."
"Iya Lan" ucap Eka.
Kami pun ke tenda setelah sampai di tenda guru dan kami semua mencoba menenangkan Eka, saat Eka mulai tenang dia mulai menceritakan apa yang dialaminya.
"Aku perasaan tadi di samping kamu Lan, tiba-tiba kok kamu nggak ada laluku tengok-tengok ada kamu di belakang ku, jadi aku ikutin tiba-tiba dia berubah menjadi sosok kuntilanak, yang ingin mengajak aku ke tempatnya aku nggak mau, aku brusaha berlari mencari jalan ke tenda tapi anehnya aku malah berada di tempat yang sama berkali-kali"
"Aku paham ya udah tenanggin dirimu dulu ya kamu tadi kan penasaran dengan pohon besar itu sekarang sudah dikasih tahu ya jangan takut" ucapku.
"Tapi serem Lan aku gak mau."
"Ya udah lain kali kamu menemukan sesuatu nggak usah disebut ya" ucapku.
"Iyaa Lan, gak lagi aku Lan"
Terimakasih yang sudah membaca jangan lupa di like ya 🥰🥰🥰🥰🥰👇👇