
Setelah menempuh lamanya di perjalanan akhirnya rombongan abang cecep pun sampai di sana pagi hari.
"Akhirnya sampai juga" seru cecep,
"Ayo semua berkumpul sebelum mendaki gunung ini kita berdoa dengan kepercayaan masing-masing agar agar selamat sampai tujuan berdoa di mulai," ucap Agus yang memimpin rombongan.
Semua pun berdoa dengan kepercayaan mereka masing-masing sebelum mendaki, setelah selesai mereka semua mulai mendaki.
"Ayooo dong Kin semangat kok lemes amat" seru cecep.
"Ia semangat" sahut solikin
Abang cecep yang sangat semangat saat itu, karena dia memang sudah lama tidak mendaki jadi bang cecep sangat bersemangat sekali.
Setelah berapa jam mendaki mereka mulai terlihat kelelahan dan memutuskan beristirahat di sebuah pohon tua yang besar yang akarnya itu sendiri membuat seperti lubang goa.
"Kita istirahat di sini dulu," kata Agus.
"Ia aku udah lelah" kata Edi
"Apa lagi aku" ucap solikin.
"Payah amat segini aja udah pada kao," sahut cecep.
"Kita istirahat dulu lah cep" ujar Iwan yang sudah mulai lelah.
"Ya udah deh aku ngikut aja" ucap cecep.
Akhirnya mereka berlima beristirahat di pohon besar itu, ternyata pohon besar itu menarik perhatian cecep ia berdiri dan melihat pohon besar itu dan berucap.
"Oooooo jadi ini pohon yang di buat konten sama youtuber." gumam batin cecep yang melihat pohon tua itu.
Jadi pohon besar itu memang pernah di buat konten oleh beberapa youtuber saat mendaki di gunung itu
Setelah merasa sudah cukup beristirahat akhirnya mereka semua mulai melanjutkan kembali perjalanan, awal perjalanan tidak ada masalah yang terjadi sampai mereka berhasil berada di puncak gunung dan bermalam di sana.
"Kita bermalam di sini dulu di sisi hari mulai malam," ucap Agus.
"Oke deh kita pasang tenda disini," sahut Iwan.
Mereka berlima mulai membangun tenda untuk tempat mereka beristirahat di malam itu.
Setelah beberapa menit kemudian tenda pun telah selesai terpasang di sini mereka mulai membuat makan untuk makan malam dan kopi.
Solikin dan cecep yang saat itu bertugas untuk memasak makan malam, mereka berdua memasak mie instan dan telor,
"Siap" sahut solikin yang rupanya memakan masakannya duluan.
"Gus, Ed, Wan, ayo keluar masakan udah pada mateng nih ayo kita makan," tutur cecep.
Mereka semua keluar tenda dan menikmati makan yang di masak cecep kecuali solikin yang sudah memakan masakannya duluan.
"Enggak makan lu kin," tegur cecep.
"Udah tadi," sahut solikin.
"Yeee bukannya nungguin kita-kita malah duluan," ucap cecep.
"Kelamaan keburu perut gw lapar" kata solikin sambil menuju tenda.
Malam mulai larut di tambah angin yang lumayan kencang saat itu di tengah malam mulai terdengar-terdengar suara yang tidak masuk akal.
Terdengar suara-suara musik seperti tabuhan gamelan yang aneh di gunung dan kondisinya saat itu sudah tengah malam.
"Ehhh, guss bagun,,,edi wan bagun lu denger suara musik gamelan enggak," cecep yang membangunkan semua temannya di tenda.
"Iaaaa denger udah jangan ada yang keluar tenda semuanya harus di dalam tenda," ucap agus dengan tegas.
Mendengar suara-suara yang membuat bulu kuduk mereka merinding malah membuat mereka semua tidak dapat tidur,
dari suara musik gamelan yang terdengar jelas, suara wanita minta tolong sedang merintih.
Tolooong.......toolonng aku( suara wanita minta tolong)
Di tambah lagi sura tangisan wanita dan tidak lama kemudian suara ketawa melengking yang khas terdengar hal itu membuat mereka berempat semakin takut dan tak bisa tidur, namun mereka berusaha untuk saling menenangkan satu sama lain di tenda, menggenggam erat tangan yang lain.
Suara-suara itu lumayan terdengar lama sampai akhirnya hilang dengan sendrinyaa, dan mereka berlima mulai kembali.tidur namun di saat jam 03.00 pagi suara gamelan mulai terdengar kembali, dan terlihat bayangan orang menari di tenda.
Cecep yang terbangun dan melihat kejadian itu mulai membangun kembali teman-teman,
"Woii... bagun semua" dengan suara yang sangat pelan.
"Ada apa sihh dari tadi bangun tidur bagun tidur trus," kata Solikin.
"Hustttt🤫, diem jangan kenceng-kenceng coba lo liat nih di luar tenda ada bayangan cewe lagi menari sama di iringi suara gamelan muncul lagi,!"
"Ohhh ia gw dengar," ujar Iwan.
Melihat dan mendengar hal itu membuat Solikin dan teman-teman yang lain menjadi diam tak bersuara bulu kuduk mereka mulai merinding kembali dan mereka berlima hanya bisa berdoa saat itu agar hal buruk tidak terjadi kepada mereka.
Tidak ada yang berani sama sekali mereka berlima untuk keluar tenda ataupun berbicara takut hal buruk terjadi lagi pula mereka berlima bukan tipikal orang yang sangat pemberani.
Bersambung
Nantikan cerita selajutnya jangan lupa dukungan author yah trimakasih 🥰🥰🥰